Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
47


__ADS_3

Jeff dan Jovita meminum bir bersama di atas geladak kapal sampai tengah malah. Kemudian, mereka kembali ke kamar di kapal pesiar yang telah disediakan setelah minuman mereka habis. Mereka langsung tertidur tanpa ada perbincangan lagi.


Di pagi hari yang cerah, kapal masih berlayar di lautan luas. Dan sepasang kekasih kontrak ini masih betah tidur di kamar tidur. Ryan yang merasa aneh mulai mengetuk pintu kamar bosnya yang berdekatan dengan kamarnya.


Ryan : “Pak...”


Dia terus mengetuk pintu sambil memanggil Jeff. Namun, tidak ada suara atau jawaban.


Di dalam kamar Jeff dan Jovita tengah bermimpi bersama. Mereka seperti tidak menghiraukan ketukan pintu kamar mereka. Ryan yang mulai jenuh, memutuskan untuk membuka pintu dan masuk ke kamar.


Ryan melihat bahwa Jeff dan Jovita tengah tidur dengan saling memeluk satu sama lain. Pakaian mereka pun masih tetap yang mereka pakai tadi malam. Ryan mendekati Jeff dan menggoyang badan Jeff.


Ryan : “Tuan...”


Satu kali...


Ryan : “Tuan...”


Dua kali...


Ryan : “Tuan...”


Tiga kali...


Ryan : “Tu...”


Jeff : “Ada apa sih?”


Sela Jeff dengan marah.


Ryan : “Ini sudah pagi, tuan. Dan kapal akan berlabuh satu jam lagi.”


Jeff : “Kau itu selalu merusak pagiku. Keluar sana! Aku akan bersiap.”


Ryan menundukkan badannya dan berjalan keluar. Namun, Jeff memanggilnya lagi.

__ADS_1


Jeff : “Ryan, dimana koperku dan Jovita?”


Ryan : “Saya akan ambilkan dan segera bawa kemari, tuan.”


Jeff : “Cepatlah.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Ryan keluar dari kamar Jeff, lalu kembali dengan dua buah koper milik Jeff dan Jovita. Jovita sebenarnya tidak tahu jika ia dibawakan pakaian dan make up. Ia bangun saat Ryan meletakkan koper di kamar mereka.


Jovita : “Koper siapa itu?”


Jeff : “Koper kita, selama dua hari satu malam, kita akan di pulau itu. Dan dua malamnya kita akan di kapal pesiar.”


Jovita : “Kita akan menginap?”


Jeff : “Ya.”


Jovita : “Kenapa kau tidak bilang padaku? Aku tidak menyiapkan apapun.”


Jeff : “Sam sudah menyiapkan semuanya, jadi jangan khawatir.”


Jovita : “Aku akan mandi dulu.”


Jeff : “Mandilah cepat, aku harus segera keluar.”


Jeff dan Jovita langsung membersihkan diri dan merias. Ryan membantu bosnya bersiap-siap, sehingga Jovita bisa fokus dengan dirinya sendiri. Mereka keluar dari kamar dengan rapi dan segar, menuju tempat semalam. Semua orang berada di sana sembari menikmati sarapan dan alunan musik yang menenangkan.


###


Kapal berlabuh di sebuah pelabuhan besar. Mereka semua dituntun dan di arahkan menuju mobil yang sudah di sediakan dan dibawa ke vila. Jeff meminta Ryan untuk menyetir, karena ia lebih percaya pada Ryan dibandingkan siapa pun.


Sesampainya di vila, semua orang ditujukan pada kamar masing-masing. Jeff dan Jovita tetap satu kamar dan Ryan sendirian. Jovita langsung memasang bajunya di lemari begitu pula dengan baju Jeff.


Jeff : “Ayo sayang, kita harus pergi ke taman.”

__ADS_1


Jovita : “Acara apalagi di sana?”


Jeff : “Ini adalah inti acaranya, pengikatan janji dalam pernikahan. Kita harus datang.”


Jovita : “Baiklah-baiklah.”


Jeff dan Jovita segera memasuki taman tempat pernikahan di gelar. Saat mereka masuk, mereka seperti sepasang pengantin yang akan menikah, karena dilihat dari pakaian mereka, mereka layak sebagai pasangan pengantin.


Mereka duduk di salah satu meja yang kebetulan hanya tinggal kursi itu yang kosong. Dan kebetulan pula ada dua orang yang telah duduk di meja itu. Orang itu adalah David Walker dengan asistennya. Jeff sebenarnya menahan amarahnya saat harus satu meja dengan David, ia melakukan itu untuk agar tidak mengacaukan acara pernikahan itu.


David : “Halo, Tuan Derrick.”


Jeff : “Hm.”


David : “Halo, nona cantik.”


Jovita : “Halo, tuan cerewet.”


Ryan yang mendengar perkataan Jovita langsung membelalakkan matanya. Dan Jovita yang melihat keterkejutan Ryan hanya diam. Lalu memperhatikan pengantin memasuki tempat pernikahan. Acara pernikahan berjalan dengan lancar dan khidmat. Kini acara berganti dengan acara perjamuan.


David : “Hei nona cantik, aku berikan kau saran.”


Jovita : “Apa itu, tuan cerewet?”


David : “Hei, ayolah...jangan panggil aku dengan panggilan seperti itu...panggil aku David atau Walker.”


Jeff : “Aku rasa kau lebih cocok dengan sebutan tuan cerewet.”


Jovita : “Yaps.”


David : “Oke-oke, terserah kau. Tapi aku benar-benar ingin menyarankan padamu nona cantik, untuk tidak terlalu dekat dengan Jeff Derrick. Atau bahkan mengharapkan untuk menikah dengannya, karena dia itu tukang main-main dengan wanita.”


Jeff langsung menggebrak meja dan berdiri.


Jeff : “JAGA UCAPANMU ITU, DAVID!!!”

__ADS_1


Sambil mengacungkan tangannya pada David.


Semua orang yang ada di sana menoleh pada Jeff. Jeff berhasil membuat keributan di dalam acara itu. Dan orang yang membuatnya marah hanya dapat tersenyum puas.


__ADS_2