
Pak Sam adalah orang yang mengetuk pintu kamar Jovita, ia merasa khawatir karena sudah lama mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban atau suara Jovita. Pak Sam memanggil dua pelayan wanita tadi untuk datang ke kamar Jovita. Dan tak butuh waktu lama, mereka datang dan langsung diinterogasi oleh Pak Sam.
Jeff baru saja keluar dari kamarnya yang ada di sebelah kamar Jovita, ia mendekati Pak Sam yang sedang menginterogasi dua pelayan di depan kamar Jovita.
Jeff : “Ada apa?”
Pak Sam : “Tuan, Nona Jovita tidak menjawab saat saya mengetuk pintu kamarnya.”
Jeff : “Buka pintunya.”
Jeff meminta salah seorang pelayan untuk membuka pintu kamar Jovita. Jeff masuk ke dalam kamar dan melihat Jovita tengah tertidur dengan nyenyak. Jeff mendekati Jovita dan mengecek Jovita.
Jeff : “Dia sedang tidur. Kau antar makan siangnya kemari setelah dia bangun. Aku akan pergi ke kantor.”
Pak Sam : “Baik, tuan.”
Jeff keluar dari kamar Jovita, namun ia kembali lagi.
Jeff : “Sebelum pukul 6 sore, siapkan semuanya, aku dan Jovita akan pergi ke pesta.”
Pak Sam : “Baik, tuan.”
__ADS_1
Jeff pergi dari sana, Pak Sam dan dua pelayan tadi juga pergi dari kamar Jovita. Jeff sudah berangkat ke kantornya bersama dengan Ryan.
###
Pukul 3 sore, Jovita baru bangun, ia merasa bingung setelah bangun tidur. Ia mengingat-ingat dimana dia berada.
Jovita : “Oh ya ampun, aku ada di rumah Jeff.”
Dia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah itu, ia keluar dari kamar dan berjalan menuruni anak tangga. Seorang pelayan melihatnya dan segera menghampirinya.
Pelayan: “Apakah ada yang bisa saya bantu, nona?”
Jovita : “Aku lapar, dimana dapurnya?”
Jovita : “Tidak perlu, aku akan makan di ruang makan saja.”
Pelayan : “Baik, nona. Mari ikut saya.”
Pelayan itu mengantarkan Jovita ke ruang makan. Jovita segera duduk di salah satu kursi yang ada. Pak Sam yang diberitahu pelayan tadi, langsung menghampiri Jovita yang ada di meja makan.
Pak Sam : “Apa yang nona ingin makan?”
__ADS_1
Jovita : “Saya tidak pilih-pilih makanan, jadi makanan apapun yang ada saya makan.”
Pak Sam : “Baik, nona.”
Pak Sam segera menyajikan makanan di meja. Jovita hanya terheran-heran, ada begitu banyak makanan yang tersaji di meja. Ia sampai bingung ingin memakan yang mana. Akhirnya ia hanya mengambil beberapa lauk dan sayur serta nasi. Ia segera menghabiskan makanannya.
Jovita menepuk-nepuk perutnya yang kekenyangan, ia berdiri dan berjalan menuju ruang tamu. Ia duduk di salah satu sofa, Pak Sam mengikutinya.
Pak Sam : “Apakah ada hal yang nona butuhkan?”
Jovita : “Ha? Em...tidak, tidak ada, Pak Sam silahkan kembali mengerjakan pekerjaan Anda. Aku akan duduk di sini saja.”
Pak Sam : “Baik, nona. Jika nona membutuhkan sesuatu, panggil saya saja.”
Jovita hanya mengangguk saja, Pak Sam sudah kembali entah kemana. Jovita hanya duduk diam di sofa, dan ia sudah mulai merasa bosan. Ia berdiri dan berjalan berkeliling rumah Jeff. Ia berpikir ada banyak barang yang sangat modern di rumah Jeff dan ada salah satu ruangan yang membuat Jovita tertarik untuk masuk ke ruangan itu. Saat memasuki ruangan, ia melihat ada banyak barang-barang antik yang tersimpan dan terjejer di ruangan itu.
Ia melihat-lihat barang-barang antik yang ada, bahkan ia mengagumi koleksi Jeff karena ada banyak barang antik, langka, dan kuno. Saat masuk ruangan lebih dalam, ada seorang pelayan yang sedang bersih-bersih, pelayan itu berhenti dan menyapa Jovita.
Jovita : “Lanjutkan saja, aku hanya ingin melihat-lihat.”
Pelayan : “Baik, nona. Jika nona membutuhkan sesuatu tolong beritahu.”
__ADS_1
Jovita mengangguk dan kembali melihat-lihat. Pelayan itu pun juga kembali membersihkan barang-barang antik kembali. Setelah puas melihat, Jovita keluar dari ruangan itu, ia berjalan dan menemukan akuarium yang sangat besar. Akuarium itu diisi dengan ikan hiu besar dan ada beberapa ikan kecil yang cantik.
Jovita menyentuh kaca akuarium, ikan hiu itu mendekat pada tangan Jovita yang menempel di kaca. Jovita terus bermain dengan ikan itu. Tiba-tiba ada seseorang yang berbicara dengannya dan ia pun menoleh ke belakang.