
Jeff dan Ryan berangkat ke kantor. Saat di mobil, Jeff seperti biasanya melakukan hal yang sering ia lakukan. Sedangkan Ryan fokus ke jalanan.
Ryan : “Tuan, apakah Nona Jovita tidak apa-apa?”
Jeff : “Apa maksudmu?”
Ryan : “Emm...saya tidak menduga perubahan sikap dari nona, tuan.”
Jeff : “Benar, aku tidak menyangka akan hal itu.”
Jeff melihat ke luar jendela.
Jeff : “Tapi...entah kenapa rasanya aku senang saat bersama dengannya.”
Ryan : “Benarkah, tuan?”
Jeff : “Hm...rasanya tenang dan mengalir begitu saja.”
Ryan : “Apakah hati tuan sudah mulai kembali seperti dulu?”
Jeff langsung menatap tajam pada Ryan. Dan Ryan yang melihat dari kaca spion tengah langsung mengalihkan pandangannya dan fokus dengan menyetirnya.
Jeff : “Perhatikan jalan, aku tidak mau mobilku lecet sekecil apapun.”
Ryan : “Baik, tuan.”
Ryan fokus pada jalanan dan Jeff kembali fokus dengan pekerjaannya. Perjalanan masih cukup jauh dan kecepatan mobil menjadi lebih cepat.
Sesampainya di kantor semua berjalan seperti biasanya. Dan Jeff tengah melihat dokumen-dokumen yang tertumpuk di mejanya dengan cepat dan teliti. Ia melihat dokumen hingga jam istirahat.
###
Setelah Jeff berangkat ke kantor, Jovita kembali ke kamarnya. Ia bermain ponsel dan chattingan dengan Vania seperti biasanya. Dan sepanjang hari, ia menghabiskan waktunya di kamar saja.
Jovita yang mulai bosan, melihat jam dinding di kamarnya. Jam menunjukkan jam 11 siang, artinya jam makan siang sebentar lagi. Jovita bangkit dari rebahannya, lalu keluar dari kamarnya dan mencari-cari Pak Sam. Dan ia menemukan Pak Sam berada di ruang makan.
Jovita : “Pak Sam.”
Pak Sam : “Ada hal yang bisa saya bantu, nona?”
__ADS_1
Jovita : “Bisa bungkuskan makan siang?”
Pak Sam : “Nona ingin pergi keluar?”
Jovita : “Tidak, bukan untukku. Tapi untuk Jeff.”
Pak Sam tersenyum dan mengangguk mengerti.
Pak Sam : “Segera disiapkan, nona. Silakan Anda menunggu di sini sambil memakan buah-buahan ini.”
Jovita : “Mm...baiklah.”
Jovita duduk dan Pak Sam pergi ke dapur. Tak lama, Pak Sam sudah kembali dengan membawa rantang. Lalu menyerahkan pada Jovita dan Jovita menerimanya.
Jovita : “Terima kasih, Pak Sam.”
Pak Sam : “Sama-sama, nona.”
Jovita pergi begitu saja menuju pintu utama. Namun, Pak Sam menghentikannya.
Pak Sam : “Tunggu, nona!”
Melihat ke arah Pak Sam yang mendekatinya.
Pak Sam : “Alfie!!!”
Seseorang dari luar rumah datang menghadap. Dia seorang wanita, dengan jas dan rok span selutut, serta sepatu hak tinggi. Rambut disanggul rapi dan semuanya berwarna hitam kecuali kemejanya saja yang berwarna putih.
Alfie : “Ada perintah apa, pak?”
Pak Sam : “Antar nona ke kantor tuan. Utamakan keselamatan dan tepat waktu.”
Alfie : “Baik, pak.”
Alfie mengulurkan tangan pada Jovita. Ia berniat meminta barang yang dibawa Jovita.
Jovita : “Antarkan aku saja, aku tak ingin merepotkanmu.”
Alfie : “Sudah menjadi tugas saya, nona.”
__ADS_1
Jovita menyerahkan rantang yang dibawanya dan berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan. Ia masuk saat pintu dibukakan oleh Alfie. Alfie duduk di belakang kemudi dan mereka berangkat menuju kantor Jeff.
Selama di perjalanan hanya ada keheningan, tidak ada suara ataupun apa pun itu yang memecahkan keheningan. Jovita yang merasa canggung, membuka suaranya.
Jovita : “Kak Alfie...”
Alfie : “Maafkan saya telah menyela, nona. Nona tidak perlu memanggil saya seperti itu, cukup nama saya.”
Jovita : “Memangnya berapa umurmu?”
Alfie : “24 tahun, nona.”
Jovita : “24 tahun? Oh, baiklah. Sejak kapan kamu bekerja dengan Jeff?”
Alfie : “Sejak saya berumur 20 tahun , nona.”
Jovita : “Oohh...aku tak pernah melihatmu di rumah, kamu tinggal di mana?”
Alfie : “Maafkan saya nona, saya tidak dapat menjawab pertanyaan nona.”
Jovita : “Baiklah...”
Alfie : “Sudah sampai, nona.”
Jovita : “Baiklah, terima kasih.”
Jovita turun dari mobil, satpam yang ada di depan bingung sendiri melihat Jovita datang. Karena ia tidak tahu jika Jovita adalah kekasih bosnya. Sehingga Jovita di hentikan sebelum masuk ke gedung.
Satpam : “Maaf nona, Anda memiliki keperluan dengan siapa, ya?”
Dalam batin Jovita, ia tidak ingin mengakui jika ia adalah kekasih bosnya. Sehingga ia mengatakan jika ingin menemui karyawan.
Jovita : “Saya adalah kekasih dari salah satu karyawan di sini. Dia tadi belum sarapan, jadi aku ingin mengirimkan sarapan untuknya.”
Satpam : “Oh baiklah, silakan masuk.”
Jovita berjalan masuk menuju resepsionis. Ia tidak tahu di mana ruangan Jeff berada.
Jovita : “Permisi, saya ingin bertanya. Di mana ruangan Tuan Jeff?”
__ADS_1
Resepsionis : “Anda siapa? Kenapa bertanya ruangan dari Pak Jeff?