Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
30


__ADS_3

Di pagi hari


Jovita terbangun saat sinar matahari masuk ke dalam kamarnya. Ia terbangun dan duduk sambil memegangi kepalanya yang sedikit pusing. Lalu, ia menciumi tubuhnya sendiri dan ia tersadar jika ia minum semalam.


Jovita : “Haduh...gimana aku bisa minum sih...”


Sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.


Terdengar seseorang mengetuk pintu kamar Jovita, Jovita mempersilakan masuk. Dua pelayan yang selalu membantunya mandi menyapanya. Dan Jovita langsung bangkit, berjalan ke kamar mandi diikuti kedua pelayan itu.


Tak lama kemudian, Jovita keluar dari kamar mandi dengan bau wangi dan segar. Ia duduk di meja rias dan kedua pelayan mulai merias Jovita dengan cantik seperti biasanya. Dua pelayan keluar dari kamar Jovita, Jovita mengambil ponselnya di atas nakas. Ia mengirim pesan kepada Vania.


Setelah itu, ia keluar dari kamarnya. Saat melewati kamar Jeff, pintu kamar Jeff sedikit terbuka dan Jovita membuka lebih lebar. Terlihat seseorang tengah tidur dengan berbalut selimut di atas kasurnya. Dan suasana kamar Jeff cukup gelap dan remang-remang, tidak ada lampu yang menyala, bahkan sinar matahari pun tidak dapat menembus masuk ke dalam.


Jovita masuk lalu membuka gorden dan sinar matahari mulai masuk ke kamar Jeff. Bahkan sinarnya menyinari wajah Jeff yang tampan saat tidur. Hal itu membuat Jeff menggeliat dan mengerutkan dahinya. Ia menggeram, kemudian membalik badannya membelakangi sinar matahari.


Jovita : “Jeff...bangunlah. Kau tidak ke kantor?”


Jeff : “Hhmmm...”


Jovita : “Ini sudah pukul tujuh. Biasanya kau bersiap-siap setengah jam dan kau belum juga sarapan, lalu perjalananmu ke sana. Ayolah cepat, Jeff, bangunlah.”

__ADS_1


Jeff : “Hm.”


Jeff masih betah dengan matanya yang tertutup, ia tidak ingin bahkan tak ada niatan untuk bangun. Ia masih tetap ingin menikmati tidurnya. Jovita masuk ke kamar mandi Jeff dan menyiapkan air untuk Jeff mandi. Lalu ia keluar dan Jeff masih tidur.


Jovita : “Jeff, cepatlah bangun. Kalau kau tidak bangun juga, aku tidak akan membantumu bersiap-siap.”


Jeff : “Kalau begitu pergilah. Aku tidak ingin ke kantor.”


Jovita : “Huft...”


Jovita keluar dari kamar Jeff dan saat ia turun, ia berpapasan dengan Ryan. Ryan menunduk memberi hormat kepada Jovita dan Jovita hanya mengangguk. Lalu Jovita lanjut menuju ruang makan dan Ryan pergi ke kamar Jeff.


Ryan mengetuk pintu sebelum masuk kamar Jeff. Ia masuk lalu mendekati bosnya yang tengah menikmati mimpinya.


Jeff yang mendengar hal itu langsung bangkit dan membelalakkan matanya. Setelah itu, ia merasa pusing karena bangun terkejut dan efek alkohol semalam.


Jeff : “Kenapa kau tidak beritahu aku dari tadi? Aarghh...”


Sambil mengacak-acak rambutnya.


Jeff turun dari tempat tidur dan langsung berjalan masuk ke kamar mandi dengan sedikit sempoyongan karena masih pusing. Tak lama kemudian, ia keluar dengan keadaan segar. Dan tanpa basa basi, ia memakai pakaian kerjanya dengan cepat, merapikan rambutnya yang basah, dan memakai sepatunya.

__ADS_1


Jeff : “Ambil dokumen kemarin di ruang kerjaku.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Ryan keluar menuju ruang kerja Jeff. Sedangkan Jeff turun menuju ruang makan. Ia langsung menyambar sup pereda mabuk dan memakan roti yang sudah diolesi selai. Ia terlihat terburu-buru, bahkan ia tak duduk dengan baik.


Ryan turun dari lantai dua, ia sudah menenteng dokumen-dokumen yang ia bawa kemarin. Jeff yang melihat Ryan sudah turun, langsung berjalan menuju pintu depan dan berangkat menuju kantor.


Jovita yang masih menyantap sarapannya terheran-heran dengan Jeff yang terburu-buru. Dalam batinnya, ada apa dengannya? Tadi malas-malasan, sekarang seperti orang yang dikejar anjing. Jovita hanya diam, ia langsung menghabiskan sarapannya.


Setelah sarapan, Jovita berjalan-jalan lagi, mengelilingi rumah Jeff. Hingga ia tiba di kolam renang, tempat ia dan Jeff duduk dan minum wine bersama semalam. Ia duduk di tempat ia duduk semalam. Lalu kembali melamunkan kejadian semalam.


Jovita terkadang berpikir, mengapa saat Jeff tengah mabuk berat memanggil namanya? Ia hanya bingung satu hal itu. Jovita hanya diam sambil kakinya bermain air.


Pak Sam : “Nona.”


Jovita : “Pak Sam? Ada apa?”


Pak Sam : “Nona, tuan berpesan untuk nanti siang, nona makan siang bersama tuan. Dan Ryan akan menjemput nona nanti siang.”


Jovita : “Baiklah.”

__ADS_1


Pak Sam meninggalkan Jovita sendirian dan Jovita kembali melamun sendirian.


__ADS_2