
Ryan yang berpapasan dengan Jovita hanya membungkuk. Ia langsung mengatakan sekedarnya, lalu pergi. Ia memasuki mobilnya yang selalu terparkir di tempat parkir rumah Jeff dan menyalakan mesin mobilnya. Ia menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah Jeff.
Ryan segera mengemudikan mobilnya menuju apartemen miliknya. Ia mengemudikan dengan kecepatan sedang, sambil mengetik pesan kepada ketua HRD untuk mencarikan karyawan baru di bagian desain.
Sesampainya di apartemennya, ia langsung memarkir mobilnya di tempat parkir. Lalu naik ke lift, menekan tombol 8. Selama di dalam lift, Ryan hanya sibuk dengan ponselnya untuk mengurus perekrutan karyawan baru.
Pintu lift terbuka, ia berjalan menuju pintu apartemennya. Ia membuka pintu dan langsung berjalan menuju kamar tidurnya. Ia melemparkan tasnya ke sofa dan menghempaskan tubuhnya di atas kasurnya.
Ryan : “Haahh...lelahnya.”
Ryan melihat langit-langit kamarnya selama beberapa menit, lalu ia teringat jika ia harus mencari tablet baru sebelum masuk kerja besok. Ia mencari tablet di ponselnya, sampai akhirnya ia menemukan satu model tablet yang cocok.
Ryan segera menelepon penjual tablet dan ia langsung memesan dua buah tablet sekaligus. Ia meminta untuk besok pagi sudah datang di alamat apartemennya. Setelah menutup telepon, ia mengirimkan uang lewat pembayaran via online.
Ryan : “Rasanya aku ingin tidur, tapi aku lapar sekali.”
Sambil mengusap-usap perutnya.
Ia bangun dari tidurnya, berjalan menuju dapur dan membuka kulkas. Namun, di dalam kulkas tidak ada apapun, hanya tiga botol air putih dan dua botol kaleng bir.
Ryan : “Haahhh...tidak ada apapun.”
__ADS_1
Ia membuka kabinet dapur atas dan juga bawah, namun sama saja tidak ada makanan. Di dalamnya hanya ada peralatan dapur saja, tidak makanan apapun, bahkan mie instan saja tidak ada.
Ia kembali masuk ke kamarnya, mengambil ponselnya. Ia mencari makanan pesan antar. Setelah itu, ia kembali tidur terlentang di atas kasurnya, sambil menatap langit-langit kamar.
Suara bel pintu, membangunkan Ryan yang tidak sengaja tertidur. Ia bangun, berjalan menuju pintu dengan malas dan membuka pintu. Di depan pintu berdiri seorang kurir makanan pesan antar, Ryan memberikan uang dan mengambil makanannya.
Setelah makanan ada di tangannya, ia tidak membuka matanya, tapi malah ingin kembali melanjutkan tidurnya. Ia memasukkan kotak makanan ke dalam kulkas, berjalan kembali ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya.
###
Saat tengah malam, telepon berdering membuat si pemilik ponsel merasa terganggu. Ia mengangkat ponsel dengan malas dan matanya masih tertutup. Ia mengangkat telepon sambil mengendurkan dasi dan juga membuka kemeja yang masih melekat di tubuhnya.
Ryan : “Halo...ada apa?”
Penelepon : “Pak, ada berita yang tidak mengenakkan.”
Ryan : “Berita apa?”
Penelepon : “Saya sudah kirimkan beritanya ke nomor bapak.”
Ryan : “Hm.”
__ADS_1
Ryan menutup telepon, ia melihat pesan yang dikirimkan si penelepon. Ia membuka matanya untuk membaca berita yang dikirimkan. Matanya langsung terbelalak saat membaca judul dari berita. Setelah itu, ia menepuk jidatnya.
Ryan : “Huft...ada tambahan pekerjaan.”
Ryan langsung melempar ponselnya ke atas kasurnya. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah keluar dari kamar mandi, ia menggosok-gosok rambutnya yang basah. Ia mengguyur seluruh tubuhnya dari atas sampai bawah untuk mendinginkan pikirannya dan menyegarkan dirinya.
Ryan : “Kenapa pekerjaan selalu datang bersamaan sih.”
Sambil melihat ponselnya yang tergeletak di atas kasurnya.
Ia mengambil kaos dan memakai kaosnya. Setelah itu, ia memakan makanannya sambil mengutak-atik ponselnya. Hanya kesunyian dan dinginnya malam yang menemani Ryan untuk makan malam. Padahal setiap hari ia selalu di temani keduanya, namun kali ini ia merasa sangat kesepian dan kelelahan.
###
Matahari sudah menembus jendela kamar Ryan, namun Ryan masih betah dengan tidurnya. Semalam, setelah ia selesai makan, ia langsung kembali tidur. Padahal ia ingin bangun sebelum matahari terbit, namun sepertinya matahari lebih mendahuluinya.
Ryan menggeliat dan segera bangun dari tidurnya. Ia masuk ke kamar mandi dan keluar langsung terlihat segar. Ryan langsung memakai baju kerjanya. Tiba-tiba bel pintu berbunyi, ia membukakan pintu. Dan paket yang ia pesan sudah datang. Ia langsung membuka dan menyalakan tablet pesanannya.
Masih ada waktu sekitar 1 jam sebelum jam masuk kerja. Ryan menghabiskan waktunya untuk memblokir berita yang semalam dikirimkan. Jika ia tidak segera memblokir berita, bisa-bisa Ryan harus segera mengemasi barang-barangnya dari kantor Jeff.
Jam menunjukkan pukul setengah delapan pagi, Ryan sudah memblokir tentang berita itu sebelum berita itu tersebar lebih luas. Ia mengambil tas kerjanya yang dari kemarin masih ada di atas sofa, lalu ia berangkat ke kantor Jeff.
__ADS_1