
Jovita langsung memasuki klub lewat pintu belakang. Saat ia masuk, ada seseorang yang hampir memukulnya dengan sapu.
Luisa : “Kak Vita?”
Jovita sedikit kaget saat melihat Luisa menyambutnya sambil mengacungkan sapu.
Jovita : “Luisa? Apa yang kau lakukan dengan sapu itu?”
Luisa : “Kakak itu yang membuatku terkejut, kupikir kakak itu maling.”
Jovita : “Maling?”
Luisa : “Iya, kakak sih, datang lewat pintu belakang, bukannya lewat pintu depan.”
Jovita : “Iya-iya, maaf. Kakak datang harus dengan sembunyi-sembunyi.”
Luisa : “Kenapa?”
Jovita : “Sudahlah, jangan dibahas. Oh ya, ngapain kamu di sini? Padahal biasanya kamu tidak pernah ke dapur.”
Luisa : “Aku ingin ambil camilanku, tapi saat pintu akan terbuka, aku langsung ambil sapu.”
Jovita : “Memang tidak ada yang masuk atau keluar lewat pintu belakang, ya?”
Luisa : “Yang selalu masuk atau keluar lewat pintu belakang hanyalah March. Dan sekarang, March baru saja berangkat belanja, terus kok ada orang yang mau masuk lewat pintu belakang.”
Jovita : “Oh gitu. Ya udah, aku mau ke ruangan madam.”
__ADS_1
Luisa : “Yuk, kak.”
Luisa dan Jovita pergi ke lantai teratas dari bangunan. Setibanya di lantai 5, mereka berpisah. Jovita berjalan menuju ruangan madam. Ia mengetuk pintu ruangan madam Ella. Dari dalam terdengar suara madam Ella memperbolehkan masuk tamunya. Jovita langsung membuka pintu dan masuk.
Madam Ella : “Vita?”
Jovita : “Madam..”
Jovita berjalan mendekati madam Ella dan langsung memeluknya.
Jovita : “Vita kangen sama madam.”
Madam Ella : “Masih beberapa hari udah kangen, gimana sih.”
Jovita : “Bagaimana keadaan madam?”
Madam Ella : “Baik, sayang.”
Jovita : “Apa Vania selalu mengingatkan madam untuk minum obat?”
Madam Ella : “Bukan hanya selalu mengingatkanku untuk minum obat. Ia juga menanyakan keadaanku setiap satu atau dua jam sekali dan tidak akan pernah terlewatkan.”
Jovita : “Benarkah? Hahaha...”
Madam Ella : “Aku sampai sebal dan bosan mendengar pertanyaannya. Dan aku pun harus menjawabnya, jika tidak dia akan memanggil dokter. Lama-lama aku bisa gila sendiri karena dia.”
Jovita : “Janganlah begitu madam, dia itu khawatir dengan keadaan madam. Dan aku yang berpesan kepadanya untuk selalu mengingatkan madam minum obat dan mengabariku keadaan madam.”
__ADS_1
Madam Ella : “Hanya minum obatkan, bukannya menanyakan keadaanku setiap jam.”
Jovita : “Janganlah terlalu sebal dengannya, madam. Sekarang aku di sini, jadi hari ini madam akan aku awasi.”
Madam Ella : “Kau pasti tidak bisa lama di sini, kalau begitu bantu madam menghitung buku keuangan.”
Jovita : “Madam..”
Jovita hanya dapat memasang wajah cemberut, namun ia tetap melakukan apa yang diminta madam Ella. Dengan sesekali Jovita bercerita tentang rumah Jeff, madan Ella hanya menyahuti dengan anggukan saja.
###
Ryan kembali ke kantor Jeff, setibanya di kantor ia langsung pergi ke ruangan Jeff.
Ryan : “Tuan, saya sudah mengantar nona Jovita ke tempat madam Ella. Saya mengantarnya lewat pintu belakang klub.”
Jeff : “Apa kau tidak merasa aneh?”
Ryan : “Aneh? Tidak tuan.”
Jeff : “Apa kau tidak merasa jika ada orang yang mengikutimu?”
Ryan : “Em...tidak tuan.”
Jeff : “Oke, kita tunggu saja besok.”
Ryan : “Kita menunggu apa tuan?”
__ADS_1
Jeff : “Besok kau pasti tahu dan kau juga harus tahu tugasmu saat itu juga.”
Ryan hanya kebingungan sendiri, ia tidak mengerti maksud dari perkataan Jeff. Jeff menyuruh Ryan untuk segera kembali ke ruangannya sendiri. Ryan segera pergi dari ruangan Jeff dan masuk ke ruangannya sendiri.