Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
43


__ADS_3

Jeff mengecup pipi Jovita dan Jovita langsung memerah dengan kecupan Jeff.


Jovita : “Apa...apa yang kau lakukan??”


Jeff : “Apa?”


Jovita menghadap pada Jeff dan wajahnya mewek. Jeff melihat wajah Jovita yang lucu, langsung mengewer-ewer pipi Jovita.


Jovita : “Aaaa...”


Jovita memegang tangan Jeff dan terus memeganginya agar tidak membuat pipinya lebih lebar. Tapi Jeff tidak mau mengalah. Mereka bergelut selama beberapa menit. Dan akhirnya Jovita mengalah.


Jovita : “Cukup Jeff, aku lelah.”


Tangan Jeff akan kembali mengewer-ewer pipi Jovita. Namun, Jovita langsung menangkupkan tangannya di pipinya.


Jovita : “Tidak, Jeff. Tidak lagi.”


Jeff merangkul pundak Jovita dan membuat kepala Jovita bersandar di dadanya.


Jeff : “Huft...baiklah.”


Sambil mengelus kepala Jovita.


Jovita hanya diam dan kembali mengancingkan kemejanya. Selama sesaat, mereka hanya diam sambil melihat makanan yang belum habis di atas meja.


Jovita : “Jeff.”


Jeff : “Hm?”


Jovita : “Kau tidak bekerja kembali?”


Jeff : “Nanti.”


Jovita : “Jika...nanti...kau nanti malam lembur...”


Jeff : “Kenapa? Apa kau tidak suka jika aku lembur?”


Jovita : “Aku tidak terlalu khawatir, jika kau lembur. Tapi bagaimana kau akan membayarku, jika kau lembur selalu dan lama-lama kau akan sakit. Bagaimana? Bagaimana?”


Jeff : “Ternyata...hahaha...”


Jovita menatap ke arah Jeff.


Jovita : “Kenapa?”


Jeff : “Tak apa...oke, aku akan bekerja. Tapi nanti malam kau harus ikut dan harus sudah siap sedia.”

__ADS_1


Jeff berdiri dari duduknya.


Jovita : “Oke, bos. Hei...tunggu dulu, habiskan makananmu.”


Jeff : “Aku sudah kenyang, sayang.”


Jovita : “Habiskan makananmu, Jeff.”


Jeff : “Baiklah-baiklah, nona.”


Jeff duduk kembali dan menghabiskan makanannya bersama Jovita.


###


Jovita kembali ke rumah Jeff. Ia langsung pergi ke kamarnya. Dan saat membuka pintu kamarnya, Jovita terkejut melihat deretan gaun pesta yang ada di depan matanya. Dibalik itu, ada seorang wanita yang berpakaian rapi, sepertinya bukan pelayan dari Jeff.


Wanita : “Halo, nona.”


Jovita : “Hai...”


Wanita : “Perkenalkan, saya adalah desainer yang diminta Tuan Jeff untuk memilihkan gaun nona ke pesta nanti malam.”


Jovita : “Oh, oke. Em...nama?”


Wanita : “Anda hanya perlu memanggil saya Wylie.”


Wylie : “Silakan untuk memilih nona. Jika semua gaun rekomendasi saya kurang disukai nona, saya akan meminta asisten saya untuk membawakan beberapa gaun lagi kemari.”


Jovita : “Iya.”


Jovita memilih gaun yang cocok dan pas dengannya, serta mencobanya.


###


Jeff pulang dari kantor, ia menuju kamarnya dan melonggarkan dasi, serta melempar jasnya ke atas kasur. Ia merebahkan tubuhnya, sebab ia cukup lelah. Jovita mengetuk pintu kamar Jeff.


Jovita : “Jeff?”


Jeff : “Hm?”


Jovita : “Kau lelah?”


Jeff : “Tidak, ada apa?”


Sambil bangkit dan duduk.


Jeff : “Kemarilah.”

__ADS_1


Menepuk kasur di sampingnya.


Jovita duduk di samping Jeff.


Jeff : “Oh! Kau sudah memilih baju?”


Jovita : “Sudah, ada beberapa yang aku pilih dan sekarang aku bingung harus memakai yang mana?”


Jeff : “Bawa kemari dan pakailah. Aku akan menilai yang mana yang lebih cocok.”


Jovita mengangguk dan keluar dari kamar Jeff. Lalu kembali lagi dengan gaun-gaun pilihannya.


Jovita : “Ini.”


Jeff : “Kau memilih semuanya dengan model rok selutut?”


Jovita : “Iya, aku suka dengan gaun yang selutut.”


Jeff : “Oke. Sekarang cobalah.”


Jovita membawa salah satu gaun dan masuk ke kamar mandi Jeff. Lalu keluar dengan balutan gaun motif bunga lengan panjang, warna hitam dan bunganya putih.


Jovita : “Bagaimana?”


Jeff : “Kurang suka. Lihatlah dirimu, seperti orang yang sudah tua. Ganti!”


Jovita masuk lagi dan keluar lagi dengan gaun merah polos dan model boat neck.


Jeff : “Tidak! Terlalu mengekspos bahumu, aku tidak suka. Ganti!”


Jovita masuk lagi dan keluar dengan gaun brokat lengan panjang warna hitam dan rok motif bunga-bunga perpaduan hitam merah. Ditambah pita merah yang melingkar di pinggangnya.


Jeff : “Tidak! Terlalu kekanakan. Ganti!”


Jovita masuk lagi, kali ini ia masuk dengan ekspresi cemberut. Ia keluar lagi dengan gaun brokat warna biru dongker dan model V-neck.


Jeff : “Ganti! Lehermu terlalu terekspos.”


Jovita : “Apakah ada yang satu saja cocok denganmu?”


Jeff : “Aku tidak suka, jadi gantilah. Cepat.”


Jovita kembali lagi mengganti gaunnya. Ia keluar dan memperlihatkan dirinya pada Jeff.


Jeff : “Hm...oke...bagus, pakai ini saja. Kau kelihatan cantik dengan gaun itu.”


Jovita tersenyum setelah Jeff mengatakan itu.

__ADS_1


__ADS_2