
Ryan dan Jovita masuk ke restoran. Jeff sudah ada di sana duduk dengan memegang segelas wine. Jovita langsung duduk di hadapan Jeff.
Jovita : “Siang-siang sudah minum wine.”
Jeff : “Selamat datang, sayang. Apakah salah?”
Jovita : “Tidak, hanya saja siang-siang tidak baik minum wine.”
Jeff : “Lalu kapan waktu yang pas untuk minum wine?”
Jovita : “Tengah malam...”
Jeff : “Ditemani rembulan terang dan kaki yang kedinginan di dalam kolam, bersama dengan seorang wanita cantik.”
Jeff mendahului perkataan Jovita, ia juga mengangkat satu alisnya.
Jovita : “Hm..”
Jeff : “Hari ini kau menurut sekali, ada apa?”
Jovita : “Tidak ada.”
Jeff : “Benarkah? Aku tidak yakin.”
Jovita : “Terserah kau. Yang terpenting aku tidak ada niatan apapun.”
Jeff : “Baguslah jika begitu, pertahankan itu.”
Jovita hanya mengangguk dan meminum air putih yang sudah tersaji di depannya. Tak lama kemudian, dua orang pelayan mengantarkan makanan mereka. Jeff dan Jovita langsung menyantapnya.
Selama makan, tidak ada percakapan ataupun kata yang keluar dari mulut mereka. Hanya ada suara dentingan sendok yang mengisi kesunyian makan siang mereka. Kemudian setelah habis, datang makanan penutup, dua buah es krim. Satu es krim coklat dan satunya lagi vanila dan stroberi.
Jovita : “Tumben kau suka yang manis-manis.”
Jeff : “Aku butuh yang manis-manis di saat seperti ini.”
Jovita : “Kukira aku akan mendapat dua es krim...”
__ADS_1
Gumam Jovita.
Jeff : “Aku mendengarkanmu, sayang.”
Jovita : “Baguslah.”
Jeff : “Kau masih ingin es krim?”
Jovita : “Emm...entahlah.”
Jeff : “Pelayan!!!”
Seorang pelayan restoran datang mendekati meja mereka.
Pelayan : “Ada yang bisa saya bantu, pak?”
Jeff : “Katakan, kau ingin apa?”
Jovita : “Aku?”
Jovita : “Aku ingin es krim karamel dengan kacang.”
Pelayan : “Segera disajikan, nona.”
Pelayan itu pergi dan tak lama muncul kembali dengan sebuah es krim pesanan Jovita. Es krim langsung di sajikan di depan Jovita. Jovita yang sudah menghabiskan es krim pertamanya, lanjut dengan es krim keduanya.
Jeff sudah menghabiskan es krim miliknya dan ia tangannya menyangga rahangnya sambil melihat Jovita. Kau beda dengan yang lain, sayang. Jeff hanya membatin, ia tetap diam sambil melihat Jovita.
Jovita yang merasa sedang ditatap, menatap orang yang menatapnya. Jeff yang ditatap Jovita, tetap menatap Jovita bahkan ia menaikkan alisnya. Jovita yang sedang ditatap, menutup mata Jeff, ia merasa risih dengan tatapan Jeff.
Jeff : “Ada apa? Kenapa kau menutup mataku, sayang?”
Jovita : “Kenapa kau menatapku?”
Jeff : “Kenapa? Apa kau menjadi udang rebus?”
Jovita : “Udang rebus? Apanya udang rebus?”
__ADS_1
Seketika pipi Jovita memerah seperti udang rebus.
Jeff : “Wajahmu.”
Jovita : “Ti..dak, siapa yang seperti udang rebus?”
Jeff : “Sudahlah...”
Sambil melepas tangan Jovita dari wajahnya.
Jeff : “Kau terlihat cantik dengan gaya rambut seperti ini.”
Sambil merapikan anak rambut di dahi Jovita.
Jovita : “Sudahlah, Jeff. Aku ingin ke toilet dulu.”
Sambil menepis tangan Jeff.
Jovita berdiri dan berjalan menuju toilet. Jeff menatap kepergian Jovita sampai punggung Jovita menghilang di belokan.
Jeff : “Dia memang cantik, dan berbeda dengan wanita yang pernah ku kontrak dulunya.”
###
Sementara Jovita di dalam toilet, kebingungan sendiri. Karena wajahnya memang benar-benar memerah. Jantungnya juga masih berdegup kencang, padahal ia sudah tidak bersama dengan Jeff. Jovita menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya, ia mencoba menenangkan diri.
Jovita : “Huh...tenang...tenang...rileks...”
Sambil mengelus-elus dadanya.
Jovita : “Tenangkan dirimu. Dan ingat, kau hanya wanita kontrak, hanya wanita kontrak, bukan lebih. Ingat itu Jovita, ingat!!!.”
Jovita mengatai dirinya sendiri sambil menunjuk-nunjuk dirinya di cermin. Ada seseorang yang masuk dan sempat melihat Jovita, namun orang itu tidak jadi masuk karena Jovita. Bahkan ada seseorang yang masuk sebelum Jovita dan keluar dari toilet langsung melihat Jovita terheran-heran. Orang itu langsung pergi dari sana.
Jovita : “Oke...ayo kita kembali. Dan ingat Jovita, kau adalah wanita kontrak, wanita kontrak. Ingat itu!”
Jovita berjalan keluar dari toilet dan kembali ke mejanya tadi.
__ADS_1