
Jeff dan Jovita sampai di rumah Jeff, Jovita langsung turun dari mobil Jeff.
Jeff : “Tunggu aku sebentar lagi ya, sayang.”
Jovita : “Hm.”
Jovita langsung masuk ke rumah dan Jeff melajukan mobil menuju kantornya.
###
Jeff baru kembali 15 menit setelah jam istirahat usai. Sebenarnya Jovita sudah mengajaknya untuk kembali 5 menit sebelum jam istirahat usai. Namun, Jeff tetap bersikeras meminta Jovita untuk mengajaknya berkeliling lebih lama. Alhasil ia terlambat kembali ke kantor lebih lama.
Ryan yang diberitahu penjaga depan kantor, langsung dengan sigap mendatangi bosnya. Ryan membungkukkan badannya saat Jeff ada di depannya. Dan Jeff hanya lewat saja, lalu Ryan mengikuti Jeff di belakangnya. Mereka masuk lift menuju ruangan Jeff.
Jeff : “Ada masalah?”
Ryan : “Tidak, tuan.”
Jeff : “Ada berita?”
Ryan : “Tidak ada, tuan.”
Jeff : “Ada paparazi?”
Ryan : “Ada, tuan. Namun sudah beres.”
Jeff : “Bagus.”
Mereka keluar dari lift, langsung menuju ruangan Jeff. Jeff duduk di kursinya dan Ryan seperti biasanya berdiri di hadapannya. Jeff melihat tumpukan dokumen yang belum sempat ia lihat dan ia menghembuskan napas berat.
__ADS_1
Ryan : “Apakah ada masalah, tuan?”
Jeff : “Apa kau bisa lihat apa yang ada di mejaku?”
Ryan : “Tumpukan dokumen-dokumen yang belum Anda lihat dan sebuah dokumen tengah dilihat, serta dua dokumen telah selesai dilihat.”
Jeff : “Kau ingin kupecat?”
Ryan : “Maafkan saya, tuan. Saya masih tetap ingin bekerja di sini.”
Jeff : “Bagus, kalau begitu kembali ke ruanganmu.”
Ryan : “Baik, tuan.”
Ryan pergi dari sana dan masuk ke ruangannya sendiri. Jeff memijat kepalanya yang pening, saat melihat banyaknya dokumen yang harus ia lihat.
Jeff : “Huuft...kapan akan selesai?”
###
Sementara Jovita, sepulang dari makan siang dengan Jeff, ia langsung merebahkan tubuhnya di kasurnya. Pak Sam sudah menyambutnya saat masuk ke dalam rumah tadi dan ia hanya menjawab ingin istirahat di kamar saja.
Saat Jovita merebahkan tubuhnya, ia langsung tertidur hingga matahari tenggelam dan hari berganti malam. Ia bahkan tidak tahu jika Jeff telah pulang ke rumah. Ataupun Jeff masuk ke kamarnya dan mengelus-elus kepalanya.
Jam menunjukkan pukul 7 malam, Jovita masih terlelap di atas tempat tidurnya. Dua orang pelayan tidak berani masuk kamar Jovita atau pun membangunkannya. Jeff yang baru keluar dari ruang kerjanya dan melihat itu, langsung mengambil alih pekerjaan kedua pelayan itu.
Jeff : “Kalian kembalilah, aku akan mengurus Jovita.”
Dua pelayan : “Baik, tuan.”
__ADS_1
Dua pelayan itu kembali ke asal mereka. Jeff masuk ke kamar Jovita, ia meletakkan handuk yang dibawa kedua pelayan tadi di atas meja yang ada di kamar Jovita. Jeff mendekati Jovita yang sedang tidur dengan lelap.
Jeff : “Jovita, sayang. Ayo bangun, sudah malam ini, kau harus mandi.”
Sambil mengguncang tubuh Jovita dengan pelan.
Jovita menepis tangan Jeff, sepertinya ia ingin sekali melanjutkan tidurnya. Jeff mengguncang tubuh Jovita lagi dan memanggil namanya. Jovita menepis tangan Jeff lagi dan membalik badannya membelakangi Jeff.
Jovita : “Biarkan aku tidur...Vania.”
Jeff : “Vania? Hei, Jovita, bangun. Kau belum mandi. Mandi sana dulu lalu kau bisa lanjutin tidurmu.”
Jovita : “Emh...biarkan aku tidur...Vania.”
Jeff : “Hei, aku bukan Vania, aku Jeff. Jeff Derrick.”
Jovita : “Hmm...Jeff? Jeff Derrick?”
Jovita yang tersadar dengan perkataannya langsung terbangun. Ia membelalakkan matanya pada Jeff dan Jeff hanya kebingungan sendiri.
Jovita : “Kau! Jeff? Kenapa kau ada di sini?”
Jeff : “Aku sedang membangunkanmu. Kau harus mandi dan makan malam sudah siap. Cepat mandi sana!! Aku tidak piara wanita kotor.”
Jovita : “Pergi sana! Aku mau mandi.”
Sambil cemberut pada Jeff.
Jeff : “Baiklah, cepat mandi sana.”
__ADS_1
Jeff keluar dari kamar Jovita dan Jovita langsung berlari ke kamar mandi.