
Vania dan Jovita masih teleponan, Vania benar-benar memberikan pengajaran tentang menjadi kekasih yang baik pada Jovita. Jovita hanya mendengarkan semua saran dari Vania dan tanpa ada bantahan sama sekali.
*mode telepon*
Vania : “Yang...ke berapa, ya? Entahlah, selanjutnya kakak berikan kopi sekarang juga pada Kak Jeff. Dan nanti malam tidur di kamarnya.”
Jovita : “Memberi kopi? Sekarang? Dan...tidur bersama?”
Vania : “Yaps, jangan membantah. Cepat minta pelayan rumah untuk membuatkan kopi lalu antar ke ruang kerja Kak Jeff. Dan jangan lupa sedikit berdandan, oke?”
Jovita : “Em...baiklah, tapi beneran harus sekarang?”
Vania : “IYA!! SEKARANG!! HARUS!!”
Jovita : “Baiklah...”
Vania : “Jangan lupa malam ini tidur sama Kak Jeff.”
Jovita : “Ha...”
Vania : “Harus kaakkk...Pokoknya HARUS!!!”
Vania memotong perkataan Jovita.
Jovita : “Oke, aku tutup ya.”
Vania : “Bye.”
Vania langsung menekan tombol merah tanpa menunggu jawaban atau pertanyaan dari Jovita. Ia keluar dari kamar Jovita dan kembali ke tempatnya semula. Sedangkan Jovita melihat layar ponselnya, ia sedikit bimbang antara melakukan semua saran Vania atau tidak.
__ADS_1
Jovita : “Baiklah, aku harus bekerja dengan baik, dia sudah membayarmu Jovita. Jika dia melakukan hal buruk, setidaknya kau mendapat uang dan mobil. Oke, semangat Jovita.”
Jovita menyemangati dirinya sendiri, terlihat sekali jika tidak ada yang menyemangati dirinya. Ia mulai keluar kamarnya dan pergi mencari Pak Sam. Dan tak lama ia sudah menemukan Pak Sam, sepertinya Pak Sam terasa jika ada orang yang sedang mencarinya. Sehingga ia sudah ada di tempat yang mudah untuk menemukannya.
Jovita : “Pak Sam, tolong buatkan kopi untuk Jeff, ya.”
Pak Sam : “Kopi? Untuk tuan?”
Jovita : “Iya...aku akan mengantarkannya.”
Pak Sam : “Baiklah, nona.”
Sambil tersenyum senang.
Tak lama Pak Sam kembali dengan membawa nampan berisi secangkir kopi. Lalu memberikannya pada Jovita. Jovita menerimanya dan membawanya ke ruangan Jeff.
Saat ia akan mengetuk pintu, ia mengurungkan niatnya dan masuk ke kamarnya. Lalu Jovita mengoleskan lipstik tipis di bibirnya dan merapikan rambutnya yang tergerai bebas. Namun, saat ia akan mengambil nampan, ia mengaca lagi. Lalu mengambil ikat rambut kecil dan mengikat setengah dari rambutnya. Ia tersenyum senang dengan tampilannya yang sederhana.
Jeff : “Halo, sayang.”
Jovita hanya diam dan meletakkan kopi yang dibawanya di depan Jeff.
Jovita : “Aku bawakan kopi untukmu, minumlah.”
Jeff tersenyum dan mulai menyeruput kopinya.
Jeff : “Sepertinya kau mulai memperbaiki sikapmu, sayang.”
Jovita : “Aku hanya ingin bekerja dengan baik.”
__ADS_1
Jeff : “Benarkah? Baguslah, jadi tidak sia-sia aku mengeluarkan uangku.”
Jovita : “Baiklah, aku akan pergi.”
Jeff : “Tunggu.”
Sambil menahan tangan Jovita.
Jovita berbalik dan mencoba melepaskan tangannya yang dipegang Jeff. Jeff yang merasa ada penolakan dari Jovita malah ingin menggoda Jovita. Jeff menarik tangan Jovita, sehingga Jovita duduk di pangkuan Jeff. Jeff mengambil nampan yang dibawa Jovita dan meletakkannya di atas mejanya.
Jeff : “Kau menggunakan lipstik?”
Jovita : “Hm? Mmm...sedikit.”
Jeff : “Kau cantik sekali jika begini.”
Jeff tersenyum pada Jovita dan merapikan anak rambut yang ada di dahi Jovita. Bahkan ia sudah merangkul pinggang Jovita, sementara Jovita tidak menyadari itu. Wajah Jovita memerah karena perkataan Jeff dan ia menutupi wajahnya yang memerah dengan menunduk.
Jeff : “Kenapa kau menundukkan kepalamu, sayang.”
Jovita hanya diam, ia tidak ingin Jeff tahu jika wajahnya memerah. Jeff menarik dagu Jovita dan ingin melihat wajah Jovita. Jovita menghindar, tapi Jeff tetap bersikeras ingin melihat wajahnya.
Jeff : “Kenapa sayang? Ada apa? Kenapa wajahmu seperti udang rebus?”
Jovita : “Mm...tidak, siapa bilang wajahku seperti udang rebus?”
Jeff : “Lihatlah, kau tidak mau mengakuinya.”
Jovita : “Si...siapa yang tidak mau mengakui?”
__ADS_1
Jeff mengusap bibir Jovita dengan lembut. Jovita hanya diam, ia memejamkan matanya dan Jeff tersenyum kecil, lalu wajahnya mulai mendekati wajah Jovita. Mereka mulai dekat dan jantung Jovita berdegup kencang. Ia meremas rok yang ia pakai, Jeff benar-benar sudah ada di depan wajah Jovita.