
Jovita yang diberitahu oleh March langsung menuju lift. Ia menekan tombol 1 dan Vania mengikutinya.
Vania : “Kakak, kemungkinan siapa yang mencari kakak di pintu belakang?”
Jovita : “Mungkin tuan Jeff.”
Vania : “Bagaimana kakak bisa tahu? Padahal kan jarak kantornya dan klub cukup jauh.”
Jovita : “Kau tahu dimana alamat kantornya?”
Vania : “Tahulah, kak. Vania itu bisa mendapat informasi secara cepat, tepat, dan akurat. Kakak sih nggak pernah mau tanya sama Vania tentang informasi apapun.”
Jovita : “Jadi kau pasti tahu Jeff itu seperti apa?”
Vania : “Tentulah kak, bahkan madam tahu tentang tuan Jeff saja dari aku.”
Lift terbuka, Jovita langsung keluar dan Vania mengikuti Jovita. Jovita langsung menuju ke dapur dan membuka pintu belakang. Benar saja, Jeff sudah menunggunya di pintu belakang bersama dengan Ryan. Mereka berpenampilan berbeda dari sebelumnya dan mobil yang dibawa pun juga berbeda.
Vania : “Wow!”
Jovita : “Vania.”
Sambil menyenggol lengan Vania.
Vania : “Apa kak?”
Jovita : “Sstt...”
Sambil jari telunjuknya di depan mulutnya.
__ADS_1
Jeff mendekati Jovita, ia langsung menggandeng tangan Jovita.
Jeff : “Aku sudah menunggumu cukup lama, ayo cepat pergi dari sini.”
Jovita : “Tapi tunggu, kenapa kau berpenampilan seperti ini?”
Jeff : “Sudahlah jangan banyak bertanya, ayo kita pulang ke rumah.”
Jeff : “Hai gadis cantik, aku bawa kakakmu ke rumahku dulu, ya. Nanti pasti aku kembalikan.”
Jeff mengatakan hal itu pada Vania, Vania hanya dapat menganga sambil mengangguk mengiyakan. Jeff langsung membawa Jovita masuk ke dalam mobil. Ryan menutup pintu mobil, lalu ia duduk di belakang kemudi.
Vania masih betah dengan mulutnya yang ternganga hingga mobil meninggalkan klub. Vania yang melihat mobil sudah menjauh, ia langsung melambaikan tangannya. Setelah mobil hilang, Vania baru tersadar. Ia menggeleng kepalanya dan kembali masuk klub.
###
Jeff dan Jovita tiba di rumah, Jeff langsung turun dan masuk ke dalam rumah. Tentu saja, Pak Sam dan para pelayan rumah sudah berjajar rapi di pintu masuk sambil mengucapkan salam selamat datang pada Jeff. Jovita turun setelah Jeff masuk ke dalam rumah diikuti dengan Ryan.
Ryan : “Agar tidak dikenali orang, nona.”
Jovita : “Tidak dikenali orang? Dengan celana jeans, kaos hitam polos, jaket kulit, dan sepatu kasual serta topi baseball. Kalian merasa tidak akan dikenali orang?”
Ryan : “Benar, nona. Apakah nona masih dapat mengenali kami?”
Jovita : “Yah, jika aku masih mengenali kalian. Tapi mungkin tidak orang lain, namun gaya kalian itu sangat mencolok jika lewat di daerah klub. Apalagi kalian mengendarai mobil sport keluaran terbaru, sepertinya.”
Ryan : “Apakah benar-benar terlalu mencolok, nona?”
Jovita : “Hm. Eh tunggu, tadi sepertinya Jeff sangat terburu-buru, memangnya ada hal yang mendesak di kantor?”
__ADS_1
Ryan : “Oh, di kantor? Tuan ada rapat dengan direksi.”
Jovita : “Bukankah rapat itu agak lama, ya?”
Ryan : “Seharusnya seperti itu, namun tiba-tiba tuan menghentikan rapat. Dan sebelum itu tuan sudah marah-marah karena ada beberapa direksi yang terlambat masuk ke ruangan.”
Jovita : “Yang benar? Jeff marah dengan hal itu?”
Ryan : “Benar, nona. Bahkan rapat masih berjalan sekitar 30 menit dan tuan sudah menghentikannya.”
Jovita : “Waw, luar biasa. Pantas saja aku merasa baru sebentar aku di tempat madam, tapi udah mau dijemput aja.”
Ryan : “Mohon nona untuk memaklumi hal tersebut.”
Jovita : “Oh ya Ryan, darimana Jeff mendapat nomor ponselku. Oh astaga!”
Jovita menepuk jidatnya, ia langsung mencari sesuatu di dalam tasnya. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengotak-atiknya. Ryan hanya kebingungan dan melihat apa yang dilakukan Jovita. Ternyata Jovita sedang menyimpan nomor ponsel Jeff, ia menamai Jeff dengan sebutan ‘Bos Besar’ di ponselnya.
Jovita : “Hampir saja aku lupa.”
Bisiknya.
Ryan : “Kenapa nona memberi nama ‘Bos Besar’?
Jovita : “Jika ada orang yang tahu ini nomor Jeff apa yang akan mereka lakukan padaku? Aku kan nggak tahu.”
Ryan : “Siapa sebenarnya mereka itu?”
Jovita : “Yah...jika Jeff memiliki fans gila bahkan tergila-gila sampai tak bisa dikatakan gila, lebih-lebih gila. Siapa yang akan tahu, ya kan?”
__ADS_1
Jovita berjalan masuk ke dalam rumah dan para pelayan masih tetap ada di tempat mereka. Mereka menyambut Jovita, lalu bubar setelah Jovita masuk ke kamarnya.