Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
28


__ADS_3

Jovita menutupi tubuhnya bagian atas dan Jeff tersenyum. Jeff berjalan mendekati Jovita.


Jeff : “Kau sepertinya sangat menikmatinya, sayang.”


Jovita hanya diam sambil menatap tajam Jeff.


Jeff : “Rasanya aku ingin ikut berenang bersamamu.”


Jovita : “Berenanglah, aku akan keluar.”


Jeff : “Kenapa kau keluar? Bukankah kau sangat senang?”


Jovita : “Sudah dari tadi aku berenang, aku ingin keluar.”


Jeff : “Sepertinya kau kedinginan. Aku akan masuk dan menghangatkanmu, sayang.”


Jovita : “Tidak. Aku ingin keluar saja.”


Jeff berjalan dan duduk di kursi santai.


Jeff : “Tenanglah, aku tidak akan berenang. Nikmati saja berenangmu.”


Jovita hanya diam dan memperhatikan Jeff yang tengah bersantai di kursi. Jovita melihat jika Jeff menutup matanya, lalu ia kembali berenang.


Saat berenang, Jovita merasa jika kakinya terasa kaku dan tidak bisa di gerakkan. Jovita membuat kecipak air dan berteriak-teriak, hingga membuat Jeff terbangun. Jeff yang melihat Jovita hampir tenggelam, langsung menceburkan diri ke kolam renang.

__ADS_1


Jeff langsung meraih tangan Jovita dan menggendongnya. Jovita yang merasa dirinya digendong, tangannya langsung melingkar di pundak Jeff. Jeff meletakkan Jovita di pinggir kolam dan ia baru naik.


Jeff: “Ada apa? Kenapa tiba-tiba kau hampir tenggelam?”


Jovita : “Kakiku kaku.”


Jeff : “Ha? Huft...yang sebelah mana?”


Jovita : “Kanan.”


Jeff memijit kaki Jovita.


Jeff : “Yang ini?”


Jovita : “Ini.”


Jeff memijat bagian kaki yang ditunjuk Jovita. Jovita yang kakinya dipijat langsung teriak karena saking sakitnya. Jeff memijat kaki Jovita cukup lama.


Jeff : “Sudah?”


Jovita : “Iya, lebih baik sekarang.”


Jeff melihat ada handuk di meja dekat kursi santai. Ia mengambil handuk itu dan melingkarkannya di tubuh Jovita. Jovita mencoba berdiri, namun Jeff langsung mengangkat tubuh Jovita.


Jovita : “Apa yang kau lakukan?”

__ADS_1


Jeff : “Apa kau bisa berjalan sendiri dengan kakimu seperti itu?”


Jovita : “Bisa.”


Jeff : “Jangan memaksa.”


Jeff tidak menurunkan Jovita, ia membawa Jovita masuk ke kamar Jovita. Pak Sam yang melihat Jeff basah kuyup, langsung menghampiri tuannya.


Pak Sam : “Ada apa tuan? Bagaimana tuan bisa basah kuyup?”


Jeff : “Kakinya kram, dia hampir tenggelam. Bawakan kompres air ke kamar Jovita dan dua pelayan untuk membantunya mandi.”


Pak Sam : “Baik, tuan.”


Jeff membawa Jovita ke kamar Jovita, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar. Ia mendudukkan Jovita di dalam bathtub. Lalu Jeff keluar dari sana dan dua pelayan yang diminta Jeff langsung masuk.


Jeff keluar dari kamar Jovita dan masuk ke kamarnya. Pak Sam sudah menyiapkan air untuk Jeff mandi dan pakaiannya. Jeff langsung masuk ke kamar mandi dan sebelum itu, ia juga meminta Pak Sam untuk mengantarkan makanan untuk ia dan Jovita. Pak Sam hanya mengangguk dan keluar dari kamar Jeff.


###


Setelah mandi, Jovita dibantu berjalan dan duduk di kasurnya. Seorang pelayan mengetuk pintu, ia membawa kompres air untuk mengompres kaki Jovita. Jovita mengizinkannya masuk, ia masuk dan langsung meminta Jovita untuk berbaring.


Pelayan itu memijat dan mengurut kaki Jovita, ia juga mengompres kaki Jovita. Jovita merasa jika kakinya sudah lebih baik dan ia meminta pelayan itu untuk membiarkannya mengompres kakinya sendiri. Akhirnya, pelayan itu pergi dari kamar Jovita.


Saat jam makan malam, tidak ada tuan dari rumah yang menyantap makan malam di ruang makan. Sehingga Pak Sam mengantarkan makanan pada Jeff dan Jovita. Saat jam makan malam, Jeff berada di ruang kerjanya, sedangkan Jovita masih di kamarnya sedang mengompres kakinya.

__ADS_1


Saat makanannya tiba, Jovita langsung menyantapnya. Ia merasa sangat kelaparan karena dari siang ia belum makan. Jeff yang makanannya sudah diletakkan di meja, ia tidak menyentuh makanan itu sama sekali. Ia masih sibuk dengan dokumen-dokumen yang ia bawa pulang tadi.


Jovita yang sudah menghabiskan makan malamnya, langsung beranjak tidur. Ia merasa sangat lelah hingga ia terlelap dengan cepat. Jeff masih berkutat dengan dokumen-dokumennya, ia terlihat tidak ada niatan untuk menyentuh makanannya sama sekali. Ia melihat dokumen itu hingga larut malam.


__ADS_2