Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
60


__ADS_3

Jeff : “Oke, tapi dengan satu syarat.”


Jovita : “Apa?”


Jeff : “Berikan aku satu ciuman manis hari ini.”


Jovita : “Hahaha...apa kau bercanda?”


Jeff : “Tidak.”


Jovita : “Hahaha...kenapa ekspresimu seperti itu. Hahaha...”


Jeff yang diledek Jovita mulai merajuk dengan melipat kedua tangannya di dada sambil mengerucutkan mulutnya. Jovita yang selesai tertawa kembali menyuapkan makanan pada Jeff. Dan Jeff tidak menggubris suapan dari Jovita.


Jovita : “Ayolah Jeff...makananmu tinggal sedikit ini.”


Jeff : “Sudah! Aku tidak mau makan lagi.”


Jeff mulai membereskan berkas-berkas yang ia sebarkan dalam satu meja di depannya. Ia memasukkan berkasnya ke dalam tas dan beranjak berdiri. Lalu Jeff berjalan menuju pintu tanpa menghiraukan Jovita.


Jovita yang ditinggalkan Jeff berpikir dengan cepat. Ia tak ingin kehilangan kesempatannya. Ia beranjak berdiri lalu menarik tangan Jeff dan mencium pipi Jeff. Seketika Jeff membulatkan matanya setelah mendapatkan satu ciuman di pipinya.


Jeff : “Kau...kau curang.”


Sambil meletakkan tangannya di pipinya yang dicium Jovita.


Jovita : “Boleh, ya?”


Sambil memelas pada Jeff.


Jeff hanya diam dan memalingkan wajahnya. Jovita menunggu jawaban dari Jeff selama beberapa menit tanpa melepaskan tangannya yang memegang tangan Jeff.


Jovita : “Jeff?”


Jeff : “Hm?”


Jovita : “Boleh, ya?”


Jeff : “Mm...”


Jovita : “Iya, gitu dong.”


Jeff : “Mm...nggak boleh.”


Jovita : “Loh...kenapa? Aku kan udah menciummu, kurang apalagi?”


Jeff : “Kurang manis.”

__ADS_1


Jovita : “Kurang manis dari mana? Padahal kenyataannya kamu setelah kucium wajahmu langsung memerah, kok bisa kamu bilang kurang manis?”


Jeff : “Ho...benarkah? Aku rasa tidak begitu.”


Jovita : “Ho...benarkah? Aku rasa tidak begitu.”


Sambil menirukan gaya Jeff.


Jeff : “Ho...kau sudah mulai berani mengejekku, ya?”


Jeff menjatuhkan tas yang ia bawa, lalu menggenggam kedua tangan Jovita. Ia mendorong tubuh Jovita ke sofa yang ada di belakangnya. Seketika Jovita kaget dan tubuhnya terduduk di sofa dalam kungkungan Jeff. Saat itu juga jantung Jovita berdegup dengan kencang saat Jeff mengungkungnya.


Jovita : “Apa? Apa yang kau lakukan?”


Jeff : “Meminta ciuman manis.”


Jovita : “Hei! Aku sudah menciummu tadi!”


Jeff : “Aku merasa kurang manis.”


Jovita : “Jangan memaksaku Jeff...apa...apa kau lupa dengan kontrak kita?”


Jeff : “Kalau begitu aku tidak akan mengizinkanmu keluar.”


Jeff melepaskan genggaman tangannya dan ia melepaskan Jovita dari kungkungannya. Ia berdiri tegap lalu mengambil tasnya.


Jovita hanya membulatkan matanya, ia merasa gagal untuk membujuk Jeff. Jeff berjalan meninggalkan Jovita yang masih duduk di sofa. Jovita mulai tersadar saat punggung Jeff sudah menghilang dari pandangannya. Jovita langsung berlari mengejarnya.


Jovita : “Jeff!!!”


Jovita berlari menuruni anak tangga dengan cepat, karena Jeff sudah berjalan menuju pintu keluar bersama dengan Ryan. Ia berlari dan berteriak-teriak memanggil nama Jeff, namun Jeff tetap tidak menggubris panggilan Jovita.


Jovita tetap berlari mencoba menyusul Jeff. Saat Jeff sudah di ambang pintu depan tangan Jovita meraih tangan Jeff. Dan ia menarik Jeff lalu mencium kedua pipi Jeff serta memeluknya.


Jovita : “Kumohon...ijinkan aku keluar hari ini, hanya sebentar...saja.”


Jeff hanya diam karena jantungnya berdegup sedikit lebih cepat dari biasanya. Selang beberapa menit, ia tetap diam dan masih menikmati pelukan dari Jovita.


Jovita : “Jeff?”


Jeff : “Hm?”


Sambil melirik ke wajah Jovita.


Jovita : “Ijinkan aku keluar, ya? Hari ini...saja, nggak akan lama kok.”


Jeff : “Mm...oke, aku ijinkan. Tapi hanya satu jam. Tidak boleh lebih.”

__ADS_1


Jovita : “Tentu. Makasih.”


Jovita langsung melepas pelukannya dan berlari menuju kamarnya tanpa menengok kepada Jeff sedikit pun. Sementara Jeff hanya diam keheranan sendiri dengan tingkah laku Jovita.


Jeff : “Dasar aneh. Ayo kita berangkat.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Jeff dan Ryan berangkat menuju ke kantor.


###


Jovita masuk ke dalam kamarnya dan ia mempersiapkan dirinya. Padahal waktu masih menunjukkan pukul 8 pagi, namun ia sudah bersiap-siap. Setelah setengah jam berkutat dengan persiapannya, Jovita mendengar suara ketukan pintu kamarnya.


Tok...tok...tok...


Jovita : “Sebentar...”


Jovita berjalan mendekati pintu lalu membukanya. Di depan pintu berdirilah Pak Sam yang membawa nampan berisi sarapan untuk Jovita.


Pak Sam : “Nona, sarapan Anda.”


Jovita : “Oh...ya, Pak Sam. Aku lupa jika belum sarapan. Hehehe...”


Jovita menerima nampan itu, ia akan menutup pintu. Namun Pak Sam menghentikan Jovita yang akan menutup pintu.


Jovita : “Ada yang bisa aku bantu, Pak?”


Pak Sam : “Tuan berpesan kepada saya agar nona diantarkan pergi keluar.”


Jovita : “Mm...apa tidak bisa aku pergi sendiri?”


Pak Sam : “Maaf nona, ini perintah tuan.”


Jovita : “Baiklah, antar aku dengan sopir nanti jam 10 kurang seperempat.”


Pak Sam : “Baik, nona.”


Pak Sam pergi dari kamar Jovita dan Jovita menutup pintu kamarnya. Ia meletakkan nampan berisi sarapannya di meja, tanpa menunggu lama ia langsung menyantap sarapannya.


Jam menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi. Dan Jovita mulai menyiapkan dirinya dengan memoles make up tipis di wajahnya. Setelah itu, ia memakai masker agar tidak banyak orang yang mengenalnya.


Tepat pukul 10 kurang seperempat, Jovita turun dari lantai atas. Mobil yang akan mengantar Jovita sudah siap beserta sopirnya. Ia masuk ke dalam mobil, lalu mobil berjalan meninggalkan halaman rumah Jeff.


Jovita : “Kita pergi ke kafe hungry mom.”


Sopir : “Baik, nona.”

__ADS_1


Mobil yang dinaiki Jovita melanjutkan perjalanan menuju tempat yang dituju Jovita.


__ADS_2