
Jeff, Ryan, dan Tuan Nixon (salah satu klien Jeff) tengah membicarakan kerja sama mereka. Mereka terlihat serius dan sesekali ada suara tawa kecil yang mengiringinya. Tepat pukul 5 petang, pertemuan itu telah selesai dan diakhiri dengan sebuah jabatan tangan antara Jeff dan Tn. Nixon.
Tn. Nixon : “Semoga kita selalu bisa bekerja sama Tn. Jeff.”
Jeff : “Tentu.”
Tn. Nixon : “Saya pamit terlebih dulu.”
Jeff : “Tentu, silakan.”
Tn. Nixon berjalan menuju pintu keluar. Sementara Jeff kembali duduk di tempatnya. Ia mengeluh sambil menutupi matanya dengan lengan kirinya.
Ryan : “Tuan...”
Jeff : “Biarkan aku begini sebentar.”
Ryan kembali duduk di tempatnya sambil melihat tabletnya. Selama satu jam mereka tetap berada posisi mereka tanpa berpindah ataupun bergerak satu inci pun.
Jeff : “Ryan...”
Ryan : “Iya, tuan?”
Jeff : “Apakah aku terlalu kasar?”
Ryan : “Kasar?”
Jeff : “Tadi...saat aku menyeret Jovita.”
Ryan : “Mmm.....”
__ADS_1
Jeff : “Sudahlah. Ayo!”
Jeff bangkit dari duduknya dan memimpin berjalan keluar restoran menuju parkiran mobilnya. Ia masuk mobil, duduk di kursi penumpang. Sementara Ryan duduk di belakang kemudi. Ryan yang biasanya langsung menyalakan mesin mobil, namun kali ini ia tidak menyalakan mesin mobilnya.
Jeff : “Kenapa kau tidak menyalakan mobilnya?”
Ryan : “Kita akan pergi kemana, tuan?”
Jeff : “Ke bar.”
Ryan : “Baik, tuan.”
Ryan mulai menyalakan mobil dan melajukan mobil menuju ke sebuah bar yang sering Jeff kunjungi, sepertinya. Tak butuh waktu lama mobil Jeff telah berhenti di sebuah parkiran sebuah bar. Jeff turun dari mobil diikuti oleh Ryan.
Mereka masuk ke bar itu dan Jeff langsung disambut oleh seorang wanita cantik berambut pirang dengan bola mata biru. Ia berjalan berlenggak-lenggok mendekati Jeff saat ia melihat bayangan tubuh Jeff dari pintu masuk.
Arabella : “Halo Jeff...”
Sambil menyibakkan rambutnya.
Jeff : “Ambilkan aku sebotol bir.”
Arabella : “Kenapa kau ingin aku ambilkan sebotol bir?”
Ia mencoba merayu Jeff dengan melingkarkan tangganya di tangan Jeff, sambil mengelus lengan atas Jeff. Namun Jeff tidak berkutik, ia hanya diam sambil melihat meja bar yang kosong.
Jeff : “Cepat ambilkan.”
Arabella : “Kenapa? Kenapa kau ingin cepat-cepat aku ambilkan bir? Bukankah kau lama tidak kemari? Ayo kita bersenang-senang terlebih dulu.”
__ADS_1
Jeff : “Jangan memancingku Bella.”
Arabella : “Siapa yang memancingmu... aku hanya ingin lebih dekat denganmu.”
Arabella tetap saja menggoda Jeff. Dan Jeff mendorong tubuh Arabella hingga ia hampir terjatuh. Tanpa perasaan bersalahnya, Jeff pergi meninggalkan Arabella.
Ryan : “Jangan membuat masalah. Cepat ambilkan saja.”
Arabella : “Kenapa? Apa aku telah melakukan kesalahan?”
Ryan : “Moodnya sedang buruk. Cepatlah.”
Arabella : “Okey.”
Arabella pergi mengambil bir dan Ryan menyusul Jeff yang sudah duduk di kursi bar. Arabella kembali dengan dua botol bir dan ia menyajikan di depan Jeff bersama dengan dua gelas bir.
Arabella : “Silakan...”
Jeff : “Aku hanya pesan satu."
Arabella : “Aku tahu. Yang satu aku yang bayar.”
Sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Jeff.
Jeff mulai menuangkan bir ke gelasnya, ia mengisinya hingga penuh dan meneguknya tanpa adanya jeda. Ia meminum dan menuang birnya hingga sebotol bir kandas ditangannya sendiri.
Jeff meraih botol keduanya, namun seseorang telah meraihnya lebih dulu. Siapa lagi jika bukan Arabella, ia meraih botol kedua Jeff lalu menuangnya ke gelas Jeff dan Ryan. Hingga botol kedua pun kandas dengan gelas Jeff seorang diri.
__ADS_1