Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
55


__ADS_3

Reena dan Jovita tiba di kafe, mereka duduk dan memesan koktail. Mereka duduk di dekat jendela yang menghadap ke arah luar menuju pantai terdekat. Jovita hanya diam sambil melihat sekelilingnya.


Kafe itu terlihat sangat sederhana dengan perpaduan tema musim panas dan pantai. Tempat duduk dan meja kafe terbuat dari kayu serta sebuah meja bartender yang terbuat dari kayu juga.


Reena : “Ada apa?”


Jovita : “Tidak ada, hanya melihat penataan kafe ini.”


Reena : “Menarik bukan?”


Jovita : “Hmm...”


Sambil mengangguk.


Reena : “Sebuah kafe di pulau yang indah hanya dengan desain yang sederhana seperti ini, sangat menarik bukan?”


Jovita : “Benar.”


Reena : “Oh ya, sudah berapa lama kau bersama Tuan Jeff?”


Jovita : “Baru beberapa hari.”


Reena : “Oh, kupikir kau sudah lama dengannya, sebagai simpanannya.”


Jovita : “Simpanan? Apa maksudmu?”


Reena : “Semua orang tahu jika Tuan Jeff selalu gonta ganti kekasih.”


Jovita : “Jadi semua orang sudah tahu jika Jeff selalu gonta ganti kekasih?”


Reena : “Bagi kami salah seorang wanita kontrakannya pasti sudah tahu, jika Tuan Jeff adalah CEO kaya raya yang selalu gonta ganti pasangan.”


Jovita : “Aku pikir hanya beberapa orang yang mengerti hal itu. Mmm...apa kau pernah dikontrak olehnya?”


Reena : “Tidak. Tapi temanku pernah.”


Jovita : “Oohh...”


Reena : “Sebenarnya kau berasal dari mana hingga kau tidak tahu jika Tuan Jeff CEO tukang gonta ganti kekasih?”


Jovita : “Sebuah klub malam milik madam Ella.”


Reena : “Klub malam? Madam Ella?”

__ADS_1


Jovita : “Hm...”


Sambil mengangguk.


Reena mengerutkan keningnya sambil menyeruput koktailnya. Ia berpikir klub yang di maksud Jovita. Sampai tanpa sadar ia melamunkan hal itu hingga Jovita menyadarkannya kembali.


Jovita : “Reena?”


Reena : “Hm? Ada apa ?”


Jovita : “Apa yang kau pikirkan?”


Reena : “Bukan apa-apa.”


Jovita : “Kau tahu kan klub malam milik madam Ella?”


Reena : “Mm...ya...pernah dengar aku, tapi lupa.”


Jovita : “Ohh...tapi tolong jangan beritahu siapa pun ya, soal ini.”


Reena hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Ia kembali menyeruput koktailnya, Jovita juga.


Jovita : “Reena?”


Jovita : “Kalau kau dari mana?”


Reena langsung tersedak dan ia terbatuk-batuk kecil. Jovita langsung mengambil tisu dan memberikannya kepada Reena. Reena mengusap mulutnya dengan tisu dan ia mulai kembali seperti sebelumnya.


Jovita : “Kau tidak apa-apa?”


Reena : “Ya...aku...baik-baik saja.”


Sambil mengatur napasnya.


Jovita : “Baiklah, minum dan bicaralah pelan-pelan dan tidak perlu terkejut seperti itu.”


Reena mengatur napasnya dan ia napasnya mulai teratur kembali. Ia meminum koktailnya lagi.


Jovita : “Jadi...kau dari mana?”


Reena : “Maksudmu?”


Jovita : “Apa kau seperti aku atau tidak?”

__ADS_1


Reena : “Mm...dulu, aku dulu sepertimu, tapi sekarang tidak. Aku sudah menjadi kekasih resmi tuan muda kedua dari salah satu keluarga besar yang ada di kota. Meskipun...belum direstui keluarganya.”


Jovita : “Kau beruntung sekali, ya.”


Reena tersenyum pada Jovita.


Reena : “Nanti kau pasti juga akan seperti diriku.”


Jovita : “Semoga.”


Reena dan Jovita saling tersenyum dan mereka kembali meminum koktail. Setelah koktail mereka habis, Jovita kembali ke vila untuk melihat Jeff karena hari mulai gelap.


###


Jovita kembali ke kamarnya dan Jeff. Ia melihat kamarnya masih remang-remang dan si tuannya masih terbaring di atas ranjang mereka. Jeff terlihat sangat nyenyak dalam alam mimpinya. Jovita membuka gorden dan menyalakan lampunya, seketika kamarnya terang benderang. Dan membuat Jeff menggeliat.


Jeff : “Matikan lampunya!”


Jovita : “Jeff...bangunlah, ini sudah hampir malam.”


Jeff : “Tidak mau!”


Jovita : “Huft...”


Jovita masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Lalu tak lama kemudian, ia kembali membangun Jeff.


Jovita : “Jeff ayo bangun, mandi.”


Jeff : “Nggak mau. Aku mau tidur.”


Jovita : “Ayolah Jeff, kita harus kembali ke kota nanti malam, sore ini adalah malam pesta terakhir.”


Jeff : “Kenapa kau berisik sekali!”


Jeff mendorong Jovita hingga Jovita terduduk di lantai. Ia sudah frustrasi, lalu ia mengetuk pintu kamar Ryan. Dan Ryan langsung membuka pintunya.


Ryan : “Apa ada yang perlu saya bantu nona?”


Jovita : “Bantu aku mengurus Jeff.”


Ryan : “Tentu nona.”


Jovita dan Ryan masuk ke kamar lagi dan memulai pembersihan pada Jeff.

__ADS_1


__ADS_2