
Jovita dan Jeff terkejut saat David menanyakan alamat klub pada Jovita. Jovita mulai memutar otaknya agar David tidak mengetahui lebih jauh tentang dirinya. Ia juga berpikir siapa yang telah memberitahunya jika dia berasal dari sebuah klub.
Jovita : “Klub? Alamat klubku?”
David : “Ya, dimana alamat klubmu? Aku berencana mengontrakmu.”
Jeff : “Dia wanitaku, kau tak berhak mengontraknya.”
David : “Sekarang dia wanitamu sampai kontrak habis. Tapi setelah itu, dia bukan wanitamu, ya kan?”
Jovita : “Aku tidak mengerti maksudmu, tuan cerewet. Kontrak? Kontrak apa?”
David : “Kau jangan menutup-nutupi jika kau adalah wanita kontrakkan Jeff. Jadi dimana alamat klubmu itu?”
Jovita : “Perlu kau ketahui tuan cerewet, aku bukan wanita kontrakan Jeff, aku adalah kekasih Jeff. Dan aku tidak mengerti apa yang kau tanyakan padaku tentang alamat klubku itu.”
David : “Cih, dasar wanita tak tahu diri. Kau ternyata memiliki muka tebal juga, mengaku-ngaku sebagai kekasih Jeff.”
Jovita : “Kenyataannya memang aku adalah kekasih Jeff, lalu kenapa aku harus malu?”
David : “Kau mungkin tak tahu berapa banyak wanita yang menjadi kekasih ataupun yang tidur dengannya.”
Jovita : “Untuk apa aku mengetahui mantan kekasihnya? Yang perlu kuketahui adalah bagaimana cara membuatnya lebih bahagia denganku daripada dengan mantan-mantan kekasihnya itu. Agar aku tidak akan bernasib sama dengan mantan-mantannya.”
David : “Sungguh tangguh sekali kau. Nantinya kau pasti akan menyesal telah menghabiskan waktumu dengannya, karena dia akan mencampakkanmu dan kau harus kembali ke klub malammu itu.”
Jovita : “Kupastikan kata-katamu itu tidak akan menjadi kenyataan. Ayo sayang, kita pergi dari sini. Daripada bicara dengan anjing yang menggonggong.”
Jovita menggenggam tangan Jeff untuk mengajaknya pergi. Sebelum ada pertarungan di antara mereka berdua hingga mengundang perhatian banyak orang.
David : “Akan kupastikan kau disakiti bahkan dicampakkan oleh si bedebah Jeff. Dan kau akan kembali ke klubmu.”
David mengumpat dengan teriak-teriak kepada Jeff dan Jovita yang telah pergi meninggalkannya. Ia juga mengatakan jika Jovita akan menjadi wanitanya secepatnya dengan suara pelan.
###
__ADS_1
Jeff : “Aku takjub dengan kata-katamu tadi, sayang.”
Jovita : “Aku harus menutupi harga diriku, makanya aku harus berbohong seperti itu.”
Dengan berbisik-bisik pada Jeff.
Jeff : “Seberharga itukah harga dirimu?”
Jovita : “Seorang wanita harus bisa menjaga harga dirinya dan tubuhnya, agar tidak akan dipandang rendah.”
Jeff : “Kau seorang wanita malam, tapi berani berkata seperti itu.”
Jovita : “Ssstt...jangan keras-keras. Sudahlah, kita harus segera mengambil koper-koper kita. Acara hampir selesai.”
Jeff hanya tersenyum, ia mulai mengikuti Jovita pergi. Mereka kembali ke vila bersama dan berjumpa dengan Ryan yang berada di pintu depan vila.
Jovita : “Ryan, kau tidak pergi ke pesta penutupan?”
Ryan : “Saya hanya pergi sebentar nona, lalu saya kembali lagi ke vila.”
Ryan : “Baik, nona.”
Mereka bertiga masuk ke kamar vila masing-masing untuk mengambil koper mereka. Ada beberapa tamu juga yang sudah mengambil koper mereka dan melakukan check out di resepsionis. Jeff dan Ryan juga melakukan check out, setelah itu berjalan menuju sebuah mobil yang disediakan untuk menuju pelabuhan.
Ryan sebagai sopirnya dan ia langsung melajukan mobil menuju pelabuhan. Sesampainya di pelabuhan, kapal pesiar telah menunggu para tamu undangan. Tak selang beberapa lama, semua tamu undangan telah masuk ke kapal dan kapal pun mulai meninggalkan pelabuhan.
Selama semalaman di kapal, para tamu diperbolehkan makan sepuasnya atau bisa beristirahat di masing-masing bilik yang ada. Karena acara sudah ditutup saat petang tadi, sehingga kapal dapat melaju lebih cepat dari sebelumnya.
Jeff dan Jovita tengah menyantap makanan di meja mereka. Sementara Ryan tengah merebahkan tubuhnya dengan nyaman di bilik.
Jeff : “Apa makanannya enak?”
Jovita : “Hmm...lumayan.”
Jeff : “Tapi entah kenapa aku tidak terlalu suka.”
__ADS_1
Jovita : “Kenapa?”
Jeff : “Entahlah.”
Jovita : “Makan sajalah daripada perutmu kosong.”
Jeff : “Huft...”
Tiba-tiba seseorang menghampiri Jeff dan menepuk pundaknya.
Orang asing : “Halo!! Tuan Jeff!!”
Jeff : “Hm? Anda...oohh...Tuan Jacklyn.”
Tuan Jacklyn adalah salah satu klien Jeff di perusahaan.
Tuan Jacklyn : “Hahaha...lama tak jumpa.”
Jeff : “Anda juga ada di acara ini? Kenapa saya tidak bertemu dengan Anda?”
Tuan Jacklyn : “Hahaha...mungkin kau terlalu fokus dengan wanita cantik itu.”
Jeff : “Hahaha...”
Tuan Jacklyn : “Bagaimanan kalau kita berbicara di sana saja?”
Jeff : “Tentu. Sayang kau pergi ke biliklah istirahat. Aku akan berbincang sebentar dengan Tuan Jacklyn.”
Jovita : “Ok.”
Sambil mengunyah makanannya yang ada di mulut.
Jeff dan Tuan Jacklyn pergi ke tempat yang ditunjuk Tuan Jacklyn. Mereka berbincang seperti tidak akan habis topik yang akan mereka bicarakan. Sementara Jovita masih asik menghabiskan makanannya. Dan seorang pelayan mengantarkan minuman untuk Jovita.
Jovita : “Terima kasih.”
__ADS_1
Pelayan itu pergi meninggalkan Jovita dan mengantarkan makanan ke meja yang lainnya juga. Setelah makanan habis, Jovita meminum minumannya dan beranjak pergi ke bilik.