
Jovita terkejut melihat orang yang duduk dan minum teh bersama dengan madam. Jovita masih termenung di pintu dan Vania yang ada di belakangnya menepuk bahu Jovita.
Vania : “Kak Vita.”
Jovita : “Ha? Ada apa?”
Vania : “Ayo masuk.”
Madam Ella : “Vita, kemari. Dan Vania kembalilah ke kamarmu.”
Vania : “Baik, madam.”
Vania berjalan kembali ke kamarnya. Jovita melangkah masuk dan duduk di sofa.
Jovita : “Ada keperluan apa Anda kemari, Tuan Jeff?”
Jeff : “Bukankah hal biasa? Dan ya, aku kemari ingin menjemputmu, sayang.”
Jovita : “Bukankah pestanya digelar malam hari? Mengapa Anda sudah kemari di pagi-pagi seperti ini?”
Jeff : “Pagi? Ini sudah hampir siang, sayang. Dan aku kemari untuk menjemput kekasihku, bukankah wajar, ya kan madam?”
Madam Ella hanya mengangguk diam sambil meminum tehnya.
Jovita : “Kita hanya kekasih kontrak, bukan kekasih real.”
Jeff : “Hei dengarlah, aku tidak ingin reputasiku hancur hanya karena aku menjalin hubungan dengan seorang wanita yang bekerja di klub malam.”
Jovita : “Aku memang bekerja di sini. Tapi aku bukan sebagai wanita murahan, aku wanita termahal di klub ini.”
Jeff : “Hanya termahal di klub ini, bukan di dunia ini.”
Sambil menyeringai.
__ADS_1
Jovita : “Sial.”
Bisiknya.
Jeff : “Aku mendengarnya.”
Jovita : “Baiklah, apa maumu?”
Jeff : “Ayo ikut denganku dan mulai sekarang kau harus tinggal di rumahku.”
Jovita : “Tinggal di rumahmu? Bukankah di dalam kontrak....”
Jeff : “Hei..kau lupa dengan apa yang kau tulis semalam. Aku ingatkan ya, kau tidak menuliskan tentang hal itu, kau hanya menuliskan tentang tidak menyentuh tubuhmu kecuali bergandengan tangan. Dan ya, kau juga menuliskan bahwa kau harus mengikuti semua instruksi agar kau dan madammu bisa meminta apapun dariku.”
Jovita : “Kau!!”
Jeff : “Kau sendiri yang menulisnya, sayang.”
Madam Ella : “Vita, lebih baik kau ikut dengannya, yang terpenting kau bisa menjaga dirimu sendiri.”
Jeff : “Ambil ponsel dan dompetmu segera.”
Jovita : “Aku tidak membawa baju?”
Jeff : “Tidak perlu, sudah ada baju di rumahku.”
Jovita : “Apakah baju bekas wanita-wanitamu dulu?”
Jeff : “Apa kau keberatan? Apa aku harus membelikanmu baju baru?”
Jovita : “Hei dengar ya, Tuan Jeff. Seorang wanita yang kau bayar paling murah pun tak akan mau memakai pakaian bekas wanita lain.”
Jeff : “Oh benarkah? Tapi aku pikir tidak seperti itu.”
__ADS_1
Jovita : “Lebih baik aku membawa pakaianku sendiri dari pada harus menggunakan pakaian bekas wanita-wanitamu dulu.”
Jeff : “Kau tidak boleh membawa apapun kecuali ponsel dan dompetmu saja. Jika kau membawa baju-bajumu maka aku akan membakar bajumu itu. Dan untuk masalah pakaian, kau jangan khawatir semua adalah pakaian baru.”
Jovita : “Tunggu beberapa menit.”
Jovita berdiri dan keluar dari ruangan madam, ia berjalan menuju kamarnya dan mengambil ponsel dan juga dompetnya. Ia juga mengambil coatnya dan memakainya. Ia segera keluar, tapi ia kembali lagi dan masuk ke salah satu pintu kamar dekat dengan pintu kamarnya. Ia langsung membuka pintu dan terlihat seorang gadis sedang bermain ponselnya sambil tengkurap di atas tempat tidur.
Vania : “Kakak?”
Jovita : “Vania, aku akan tinggal di rumah Tuan Jeff. Jadi selama aku tinggal di sana, kau harus selalu mengingatkan madam untuk meminum obatnya dan juga jika terjadi sesuatu pada madam segera telpon aku. Hmm...kalo bisa tiap hari kamu kabarin aku keadaan madam. Mengerti?”
Vania : “Baik, kak.”
Jovita : “Dan jika terjadi sesuatu padamu juga, telpon aku juga. Oke?”
Vania : “Oke, kak.”
Tangannya sambil bergaya ok👌
Jovita langsung pergi dari kamar Vania, ia langsung berjalan kembali ke ruangan madam. Ia membuka pintu dan Jeff masih ada di sana.
Jeff : “Sudah selesai melakukan salam perpisahannya? Kau tidak akan pergi jauh, kau masih bisa kembali kemari.”
Jovita : “Aku tidak melakukan salam perpisahan.”
Jeff : “Baiklah, ayo kita harus segera berangkat sebelum paparazi ada di mana-mana.”
Jovita : “Madam, aku pergi dulu, jaga diri baik-baik ya.”
Madam Ella : “Iya, Vita.”
Sambil tersenyum pada Jovita.
__ADS_1
Jeff berjalan lebih dulu dan Jovita menyusulnya. Mereka masuk ke lift, selama di lift tidak ada percakapan apapun di antara mereka. Mereka sudah tiba di lantai pertama, Jeff masih ada di depan Jovita. Saat Jeff membuka pintu depan, sudah ada sebuah mobil yang terparkir di depan pintu. Jeff langsung masuk ke mobil dan Jovita masuk setelah Jeff. Jovita terkejut saat melihat sekretaris Jeff yang menyetir mobil Jeff. Jeff langsung menyuruh Ryan untuk menjalankan mobilnya. Dan Ryan langsung mengemudikan mobil, mobil melaju menuju rumah Jeff.