Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
3


__ADS_3

Jeff melangkah keluar ruangan bersama dengan Ryan. Jovita duduk di sofa, madam Ella mendekati Jovita dan duduk di sampingnya.


Madam Ella : “Apa kau tidak tahu siapa dia?”


Jovita : “Madam, dia hanyalah seorang pencari kekasih kontrakan. Dia tidak akan macam-macam, jadi madam tenang saja. Dan sepertinya dia sangat memegang setiap perkataannya.”


Sambil menuangkan teh yang ada di depannya dan langsung meminumnya.


Madam Ella : “Kau benar-benar tidak tahu siapa dia? Dia itu adalah seorang CEO terkaya di Asia dan perusahaannya terkenal hampir di seluruh negara.”


Jovita tersedak dan terbatuk-batuk saat mendengar pernyataan dari madamnya itu. Ia ternganga setelah mendengar kata-kata dari madamnya. Ia masih belum percaya dengan hal itu dan madam Ella pun mengangguk untuk meyakinkan Jovita.


Jovita : “Madam, sepertinya aku kurang minta bayaran padanya.”


Madam Ella : “Bukan masalah bayaran, Vita. Tapi kau benar-benar tidak tahu tentang dia?”


Jovita : “Madam kan tahu aku tidak pernah peduli latar belakang orang yang akan mengontrakku ataupun yang mengajakku menemani minum.”


Madam Ella : “Dia itu adalah Jeff Derrick, seorang playboy tapi kaya. Dia itu dalam sebulan bisa memiliki kekasih lebih dari 10 wanita.”


Jovita : “Tapi dalam kontrak, aku sudah menuliskan tentang hal itu, jadi mungkin dia tidak akan melanggar kontrak itu.”


Madam Ella : “Dia biasa membuat ribuan kontrak dan dia juga biasa memutuskan kontrak secara sepihak.”

__ADS_1


Jovita : “Aku tidak peduli jika dia memutuskan kontrak sebelum kontrak berakhir. Tapi yang perlu aku perhatikan, aku harus melakukan yang terbaik agar kita bisa meminta apapun yang kita inginkan madam.”


Madam Ella : “Jika dia memutuskan kontrak sepihak, maka kau mungkin tidak melakukan yang terbaik untuknya.”


Jovita : “Jika memang begitu, setidaknya aku sudah mendapatkan uang dan mobil.”


Madam Ella : “Terserah kau, madam sudah kasih tahu kamu. Nanti kalau dia melewati batasnya, madam tidak bisa membantu. Sudah cepat kembali ke kamarmu sana!”


Jovita : “Iya, madam.”


Jovita pergi dari sana dan meninggalkan madamnya sendirian. Ia berjalan melewati lorong kamar-kamar yang cukup panjang. Ia sampai di dua pintu dengan gaya biasa, ia membuka pintu itu. Saat pintu terbuka dengan lebar, terlihat sebuah kamar dengan desain sangat feminim.


Itu adalah kamar Jovita sendiri. Di kamarnya terdiri dari sebuah tempat tidur dengan seprei warna pink, ungu, dan putih motif bunga-bunga. Dinding kamar berwarna pink juga namun dengan paduan biru langit dan terdapat beberapa stiker di salah satu bagian dinding. Ada sebuah lemari lebar dengan dua pintu berwarna putih, sebuah meja rias berwarna putih juga. Serta ada sebuah pintu yang berwarna putih, pintu itu adalah pintu kamar mandi. Kamarnya sangat sederhana dan feminim.


###


Di pagi hari yang cerah, seseorang mengetuk pintu kamar Jovita. Suaranya seperti seorang wanita.


Wanita : “Kak, Kak Vita...Kak Vita...”


Dia terus memanggil Jovita, hingga Jovita merasa terganggu dengan suara nyaringnya itu. Ia membuka matanya dan segera bangun dari tempat tidurnya. Ia membuka pintu kamarnya dengan malas dan rambut yang masih berantakan.


Jovita : “Ada apa, sih?”

__ADS_1


Wanita : “Kak Vita...ini sudah pukul 10 pagi. Dan kak Vita masih tidur saja.”


Wanita yang membangunkan Jovita langsung masuk begitu saja ke kamar Jovita. Wanita itu langsung duduk di tempat tidur Jovita. Jovita menutup pintu kamarnya dan kembali merebahkan tubuhnya di kasurnya. Dan wanita itu mengguncang tubuh Jovita dan berteriak-teriak membangunkan Jovita. Jovita yang merasa terganggu pun marah.


Jovita : “Ada apa sih, Vania? Membuatku kesal saja kau ini.”


Vania, nama wanita itu, tapi dia tidak terlihat seperti seorang wanita penghibur yang ada di klub itu. Dia terlihat seperti seorang gadis lugu dan polos yang nyasar ke klub malam.


Vania : “Kak Vita, ayo bangun dong. Tadi madam minta aku untuk bangunin kakak. Madam ingin kakak menemui madam sekarang juga.”


Jovita : “Madam bilang gitu ke kamu?”


Vania : “Iya, kak. Nggak bohong aku, jadi cepat kakakku tersayang...mandi dan berpakaian rapi, lalu menghadap madam.”


Sambil memegang pipi Jovita.


Jovita segera bangkit dan lari ke kamar mandi. Setelah Jovita masuk, terdengar suara air dari kamar mandi dan tak butuh waktu lama, Jovita sudah keluar dari kamar mandi. Ia keluar kamar mandi hanya dengan berbalut handuk yang melilit di tubuhnya. Ia segera mencari baju di lemarinya dan segera memakai bajunya.


Jovita : “Ayo, aku sudah siap.”


Vania : “Hayuk.”


Mereka berdua segera keluar dari kamar Jovita dan menuju ke pintu ruangan madam Ella. Saat Jovita membuka pintu ruangan madam, ada seseorang yang sudah duduk di sana dengan menyeruput teh bersama madam Ella.

__ADS_1


__ADS_2