
Jeff datang bersama dengan Ryan. Ia langsung masuk ke dalam rumahnya. Ia datang dan mendengar Jovita mengatakan ‘atas hak apa aku harus ijin dengannya.’
Jovita : “Jeff?”
Jeff duduk di samping Jovita.
Jeff : “ Ada apa sayang? Kenapa kau marah-marah?”
Jovita : “Jeff, aku ingin pergi ke tempat madam. Boleh ya?”
Jeff : “Tidak.”
Jovita : “Jeff...aku ingin mengunjungi madam. Kumohon...aku ingin mengunjunginya. Aku khawatir dengannya.”
Jeff : “Tidak bisa sayang. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.”
Jovita : “Kemana? Tapi setelah itu aku boleh ya ke tempat madam?”
Jeff : “Ikut saja.”
Jovita : “Tapi setelah itu boleh ke tempat madam kan?”
Jeff : “Sudahlah, ikut saja.”
Jovita : “Tapi janji dulu, aku boleh ke tempat madam setelah itu.”
Jeff : “Ikut dulu, sayang.”
Jovita : “Janji dulu, Jeff.”
Jeff : “Sayang, bukannya aku nggak ngijinin kamu ke tempat madammu. Tapi jika kau ke tempat madammu, lalu ada seseorang yang tahu, jika kau adalah seorang wanita malam, apa yang akan dipikiran mereka nantinya?”
Jovita : “Aku khawatir dengan madam, masak sih, aku nggak boleh ke tempat madam?”
__ADS_1
Jeff : “Jovita, aku sudah menjelaskannya padamu. Jika kau ingin bertemu dengan madammu, dia akan kubawa kemari.”
Jovita : “Jika madam tidak mau?”
Jeff : “Ya...kau tidak bisa bertemu dengannya.”
Jovita : “Kalau begitu, aku akan ke tempat madam.”
Jeff : “Tidak bisa, sayang.”
Jovita : “Kenapa tidak bisa? Aku ingin bertemu madam. Begini saja, aku akan berjanji tidak akan membuat masalah untukmu, bagaimana?”
Jeff : “Aku sudah menjelaskan padamu, Jovita. Harusnya kau paham.”
Jovita : “Sudahlah, aku akan pergi sendiri.”
Jovita beranjak dari duduknya, ia berjalan menuju pintu depan. Saat ia tiba di pintu depan, dua orang pengawal dengan jas hitam menghadangnya.
Jovita : “Menyingkir kalian!”
Jovita : “Atas hak apa kalian tidak memperbolehkanku keluar.”
Pengawal : “Ini atas perintah tuan.”
Jovita : “Menyingkirlah kalian!”
Pengawal : “Maaf nona.”
Kedua pengawal itu memegang tangan Jovita dan Jovita meronta-ronta.
Jovita : “Lepaskan aku!”
Jeff : “Bawa dia ke kamarnya!”
__ADS_1
Pengawal : “Baik, tuan.”
Jovita terus saja meronta, sedangkan kedua pengawal membawanya ke kamarnya.
Jeff : “Sam!!”
Pak Sam : “Ada perintah apa tuan?”
Jeff : “Bawa dua orang pelayan untuk merias Jovita, segera!”
Pak Sam : “Baik, tuan.”
Pak Sam memanggil dua pelayan, ia pergi ke kamar Jovita bersama mereka. Dua pengawal yang membawa Jovita tadi telah kembali ke hadapan Jeff. Setelah itu mereka memberi hormat pada Jeff, lalu mereka pergi entah kemana.
Dua pelayan sudah masuk ke kamar Jovita, namun teriakan dan suara Jovita masih terdengar. Dan tak lama kemudian suara Jovita mulai menghilang.
Jeff : “Heh...dia cukup keras kepala juga.”
Sambil tersenyum sinis.
Jeff menunggu Jovita yang sedang dirias sambil meminum kopi. Ia menunggu kurang lebih 20 menit. Dan akhirnya Jovita turun dari lantai dua dengan pakaian yang cocok dengannya.
Jovita menggunakan blouse biru lengan panjang motif floral dan rok plisket putih. Ditambah dengan make up natural dan rambut yang tergerai. Ia terlihat cantik, elegan, dan santai. Namun, ekspresinya masih tetap sama.
Jovita : “Kau ingin mengajakku kemana?”
Jeff : “Ayo kita makan siang bersama.”
Jeff beranjak dari duduknya, ia menggandeng tangan Jovita. Jovita hanya menurut saja, ia sudah tidak memberontak seperti sebelumnya. Mereka naik ke mobil Jeff dan Ryan yang selalu menyetir mobil Jeff.
Jeff : “Ryan, bawa kita ke restoran seperti biasanya.”
Ryan : “Baik, tuan.
__ADS_1
Mobil melaju menuju restoran yang terkenal di kota itu.