Wanita Malam Dan CEO Kaya

Wanita Malam Dan CEO Kaya
27


__ADS_3

Disisi lain, Jovita tengah asyik bermain dengan ponselnya. Ia sedang chattingan dengan Vania. Ia seperti keasyikan sendiri, dan sesekali ia tertawa sendiri. Saking asyiknya, bahkan ia tidak mendengar pintu yang diketuk.


Pelayan : “Nona, Nona Jovita.”


Sambil mengetuk pintu dengan keras.


Jovita masih betah dengan ponselnya. Hingga ia tersadar, saat pelayan itu berteriak sambil menggedor-gedor pintu. Jovita bangkit dari rebahannya dan membuka pintu.


Di depan pintu ada seorang pelayan yang membawa nampan berisi makanan. Jovita hanya diam sambil mengedipkan matanya. Pelayan itu langsung membungkuk dan meminta maaf karena telah menggedor pintu dengan keras.


Jovita : “Oh, maaf. Aku tadi tidak mendengar suara ketukan pintu. Karena tvku menyala cukup keras.”


Pelayan : “Ini makan siang Anda, nona.”


Jovita : “Oke. Terima kasih.”


Jovita meminta nampan itu dan membawanya masuk ke kamarnya. Ia meletakkan nampan di atas meja. Lalu ia kembali rebahan sambil bermain ponselnya dan ia juga mematikan tvnya.


###


Saat hari menjelang sore, seorang pelayan kembali mengetuk pintu kamar Jovita, sambil memanggil Jovita. Orang yang dipanggil namanya, tengah menikmati mimpinya di siang bolong. Sepertinya ia tertidur, sebab makan siangnya masih utuh, ponselnya tergeletak di sampingnya, dan pola tidurnya tidak karuan.


Pelayan yang mengetuk pintu masih tetap mengetuk pintu. Hingga Jovita terbangun dari tidur siangnya dan membuka pintu. Saat membuka pintu, mata Jovita masih terpejam.


Jovita : “Hoaamm...ada apa?”


Pelayan : “Nona, tadi nona ingin berenang, bukan? Sekarang sudah sore, nona bisa berenang sekarang.”

__ADS_1


Jovita yang mendengar kata berenang, matanya langsung membuka lebar. Ia terlihat semangat, pelayan itu memberikan paperbag kepada Jovita.


Jovita : “Ini apa?”


Pelayan : “Baju renang, nona.”


Jovita : “Baiklah, aku akan ganti bajuku.”


Pelayan : “Baik, nona. Saya undur diri dulu.”


Jovita : “Tunggu. Kau tunggu sebentar, aku akan ganti baju. Lalu antarkan aku ke kolam renang.”


Pelayan : “Baik, nona.”


Jovita masuk ke kamarnya, ia langsung mengganti pakaiannya dengan baju renang yang diberikan. Setelah itu, ia menambahkan blazer panjang yang ada di lemarinya, karena baju renang itu cukup banyak mengekspos beberapa bagian tubuhnya.


Jovita keluar dari kamarnya dan berjalan lebih dulu. Pelayan itu mengikuti Jovita dari belakang. Saat berada di anak tangga terakhir, Jovita berhenti.


Pelayan : “Bagaimana bisa saya berjalan di depan nona?”


Jovita : “Sudahlah, jalanlah lebih dulu. Aku tadi kan udah ngomong kalau kamu harus ngantarin aku ke kolam renang. Jadi kamu yang jalan dulu.”


Pelayan itu hanya menunduk dan berjalan di depan Jovita. Ia tetap menunduk sambil berjalan sedikit miring.


Jovita : “Jangan terlalu kaku, aku tidak akan menghukummu. Berjalanlah seperti biasanya.”


Pelayan itu berjalan seperti biasa dan mengantar Jovita ke kolam renang. Saat tiba di kolam renang, Jovita langsung terkagum-kagum, karena pemandangannya cukup indah dan udaranya cukup hangat. Ia langsung melepas blazernya dan meletakkannya di kursi santai yang ada di pinggir kolam.

__ADS_1


Tak perlu menunggu lama, Jovita langsung menceburkan diri ke dalam kolam renang. Lalu ia muncul sambil menyibakkan rambutnya. Pelayan yang masih ada di dekat kolam renang terpesona dengan kecantikan Jovita.


Jovita : “Waahhh...segar sekali.”


Jovita kembali berenang dan ia menikmati sorenya dengan berenang. Pelayan itu kembali ke dalam rumah, sebelum kembali ia berpamitan dengan Jovita. Jovita hanya mengangguk dan melihat pelayan itu meninggalkannya sendirian.


###


Jeff dan Ryan berada di dalam lift, mereka hanya diam sambil menunggu lift tiba di lantai dasar. Pintu lift terbuka, Jeff melangkah keluar dan langsung masuk ke mobilnya yang pintunya sudah terbuka. Ryan langsung duduk di kursi kemudi, tanpa aba-aba ia melajukan mobil ke rumah Jeff.


Selama perjalanan, Jeff hanya berkutik dengan tabletnya. Ia tidak memperhatikan jalan atau apa pun. Setibanya di rumah, Jeff langsung di sambut seperti biasanya dan Ryan mengikutinya dari belakang.


Jeff : “Sam, dimana Jovita?”


Pak Sam : “Tuan, nona ada di kolam renang.”


Jeff : “Kolam renang?”


Pak Sam : “Benar, tuan.”


Jeff melepas jas dan dasinya, menyisakan kemeja yang dibuka kancing atasnya.


Jeff : “Ryan, letakkan dokumen itu di ruang kerjaku dan kau bisa langsung pulang.”


Ryan : “Baik, tuan.”


Jeff berjalan menuju kolam renang, sedangkan Ryan naik menuju ruang kerja Jeff. Saat Jeff mendekati pintu keluar yang menuju kolam renang, Jeff mendengar suara kecipak air. Dan saat ia tiba di kolam renang, Jeff melihat Jovita tengah berenang. Jovita muncul dan menoleh ke arah Jeff.

__ADS_1


Jovita : “Aarrgghhh...sedang apa kau di situ?”


Sambil menutupi tubuhnya bagian atas.


__ADS_2