
Satpam yang menyeret Jovita hanya menunduk ketakutan saat melihat resepsionis itu dipecat. Ia tidak berkutik saat Jeff melihatnya.
Jeff : “Apa kau tahu kesalahanmu?”
Satpam : “I...iya, pak.”
Jeff : “Bagus. Sekarang nasibmu ingin seperti wanita tadi? Atau kau mengundurkan diri?”
Satpam : “Sa...saya akan...mengundurkan diri saja, pak.”
Jeff : “Pilihan yang bagus, tapi gaji bulan ini tidak akan kuberi, bagaimana?”
Satpam : “Tidak apa-apa, pak. Saya akan segera mengisi surat pengunduran diri.”
Jeff : “Bukan segera, tapi sekarang. Ryan, berikan suratnya.”
Ryan memberikan surat pengunduran diri yang telah diisi kepada satpam itu. Ia hanya tinggal menandatanganinya saja. Dan ia langsung menandatangani surat itu.
Jeff : “Sudah?”
Satpam : “Su...sudah, pak.”
Jeff : “Pergi sekarang!!”
Satpam : “Baik, pak.”
Satpam itu langsung pergi dan tinggallah Jeff, Jovita, dan Ryan. Jeff memberi isyarat pada Ryan untuk pergi dan membiarkannya dan Jovita berdua saja. Ryan yang tidak paham dengan isyarat Jeff tetap diam di tempat.
Jeff : “Ryan...”
Ryan : “Ya, tuan?”
Jeff : “Ambilkan kami kopi.”
Jovita : “Tidak perlu, aku tidak ingin kopi.”
Jeff menepuk jidatnya dan ia kembali mengisyaratkan pada Ryan untuk pergi. Dan Ryan baru saja mengerti maksud dari bosnya itu.
__ADS_1
Ryan : “Ooh...baik, tuan.”
Jovita : “Tidak perlu! Aku tidak ingin kopi.”
Ryan : “Em...maaf nona. Saya hanya ingin kembali ke ruang kerja saya, tadi ada sesuatu yang saya lupakan.”
Jovita malu sendiri karena ia berteriak-teriak hanya karena kopi.
Jovita : “Oh...”
Ryan pergi dari sana dan tinggal mereka berdua. Jeff membuka makanan lalu menyodorkan sesuap pada Jovita.
Jovita : “Ngapain?”
Jeff : “Kau tidak mau?”
Jovita : “Makanlah dulu. Aku akan makan yang sendiri.”
Jeff cemberut dan memakan suapan yang ia suapkan pada Jovita ke mulutnya. Jovita yang melihat Jeff makan dengan cemberut hanya tersenyum kecil. Ia membuka makanan lalu mengambil satu suapan dan menyodorkan pada Jeff.
Jovita : “Kenapa kau senyum-senyum?”
Jeff : “Gimana aku nggak senyum-senyum, kalau kekasihku menyuapiku, hm?”
Sambil menaikkan kedua alisnya.
Jovita : “Kita hanya...”
Jeff : “Kekasih kontrak...ya aku tahu hal itu. Tapi semua wanita yang pernah aku kontrak, nggak pernah ngelakuin hal seperti kamu. Mungkin ada, tapi mereka pasti sambil menggoda-goda diriku. Dan kadang aku merasa risih dengan hal seperti itu.”
Jovita : “Memangnya aku tidak menggoda-godamu?”
Jeff : “Hahahahaha...kau sekarang sedang menggodaku?”
Jovita : “Kau tak percaya?”
Jeff : “Seperti inikah caramu menggodaku? Kau kalah dari mereka soal goda-menggoda, sayang.”
__ADS_1
Jovita : “Benarkah? Gimana kalau aku bisa menggodamu?”
Jeff : “Kita lihat, seperti apa caramu menggodaku.”
Jovita : “Oke...kita mulai Tuan Jeff.”
Jovita meletakkan makanan yang dibawanya dan Jeff. Lalu ia keluar dari ruangan dan tak lama, ia kembali dengan membawa nampan berisi secangkir kopi. Ia berjalan dengan berlenggak-lenggok dan kemejanya dibuka, sehingga menampakkan singlet serta belahan buah dadanya. Rok yang tadinya selutut, ia ubah menjadi sejengkal paha dan kemejanya turun hingga kesiku.
Jovita : “Kopimu, tuan.”
Ia meletakkan kopinya di depan Jeff dan menyibakkan rambutnya yang ia geraikan. Ia juga mengedipkan matanya pada Jeff dengan cantik. Jeff yang melihat itu hanya tersenyum saja. Bahkan ia juga dapat melihat belahan dada Jovita dengan jelas saat Jovita meletakkan kopi. Dan jakunnya naik turun saat itu juga.
Jovita berjalan dengan lenggak-lenggok ke meja kerja Jeff meletakkan nampan yang ia bawa. Kemudian ia kembali lagi dengan lenggak-lenggok juga. Lalu duduk di samping Jeff dan mengambil kopi Jeff.
Jovita mencicipi sedikit dengan anggun lalu memberikan pada Jeff. Jeff mengambil cangkir kopi dan meletakkan di meja. Jeff membelai rambut Jovita, sedangkan Jovita membelai wajah Jeff dengan satu jarinya.
Jeff : “Apa kau mau pergi ke pesta kapal pesiar bersamaku, nona?”
Jovita : “Pesta?”
Jovita menghentikan aktivitasnya lalu menatap Jeff dengan penuh tanya.
Jeff : “Ya.”
Jovita : “Kapan?”
Jeff : “Nanti malam.”
Jovita : “Untuk apa aku ikut?”
Jeff : “Biar semua orang tahu jika kau adalah kekasihku.”
Jovita : “Oh. Oke, aku akan ikut. Tunggu, tapi bagaimana dengan gaunku?”
Jeff : “Jangan khawatirkan soal itu, sayang.”
Jeff mengecup pipi Jovita dan Jovita langsung memerah dengan kecupan Jeff.
__ADS_1