
Jeff telah menghabiskan dua botol bir seorang diri. Ia belum juga merasa mabuk, namun ia sudah merasa sedikit pusing. Kedua orang yang bersama dengan Jeff hanya saling pandang melihat Jeff memijat kepalanya.
Jeff : “Bel...”
Arabella : “Ada apa?”
Jeff : “Ambilkan dua botol lagi.”
Arabella : “Dua botol? Bukankah kau sudah pusing?”
Jeff : “Ambilkan saja. Cepat!”
Arabella : “Ok, baiklah.”
Arabella pergi meninggalkan kedua pria dewasa itu. Dan tak lama kemudian, ia kembali dengan dua botol bir yang sana seperti milik Jeff tadi. Arabella membuka tutupnya, lalu menuangkannya ke gelas Jeff.
Jeff terus meneguk bir yang ada di gelasnya hingga dua botol bir kandas dalam hitungan beberapa menit saja. Dan tidak tersisa setetes pun untuk Ryan.
Arabella : “Apakah bosmu baik-baik saja?”
Sambil berbisik pada Ryan.
Ryan : “Mungkin.”
Jeff : “Aaahh...huft...Bel...ambilkan dua botol lagi.”
Arabella : “Jeff, kau sudah habis dua botol. Apakah kau baik-baik saja?”
Jeff : “Hm...”
Sambil mengangguk dan geleng-geleng kepala seperti orang mabuk kepalang.
Arabella : “Kau yakin?”
__ADS_1
Jeff : “Hm...”
Arabella : “Kau...”
Jeff : “Sudahlah! Cepat ambilkan aku dua botol lagi.”
Arabella : “Tapi Jeff, kau tidak pernah seperti ini sebelumnya. Apa ada yang mengganggumu?”
Jeff : “Tidak! Cepat ambilkan!”
Arabella ragu dan ia melirik ke arah Ryan yang sedang memperhatikan bosnya mabuk kepalang. Ryan yang dilirik hanya bisa mengangguk. Akhirnya Arabella pun mengambilkan dua botol bir lagi.
Arabella kembali lagi dengan dua botol bir dan kembali menuangkannya ke gelas Jeff. Kegiatan itu terus berulang hingga botol habis dan Arabella akan mengambil lagi dua botol, hingga Jeff menghabiskan sepuluh botol bir.
Arabella : “Ryan, cepat hentikan dia.”
Ryan : “Sudahlah, biarkan saja.”
Arabella : “Bagaimana bisa kau seperti itu? Dia itu bosmu.”
Arabella : “Kau memanfaatkan kejadian ini?”
Ryan : “Bukan memanfaatkan, tapi mendapatkan keuntungan.”
Arabella : “Cih.”
Jeff meneguk bir terakhir, terlihat jelas bahwa ia mabuk parah hingga tak sadarkan diri setelah menghabiskan bir terakhirnya. Arabella dan Ryan yang melihat Jeff pingsan hanya dapat geleng-geleng kepala.
Ryan : “Oke, waktunya pulang.”
Arabella : “Apa kau tidak melupakan sesuatu?”
Ryan : “Apa?”
__ADS_1
Sambil menarik tubuh Jeff dan mulai membopong tubuhnya.
Arabella hanya menunjuk botol-botol bir yang kosong.
Ryan : “Oh.”
Arabella : “Oh? Apa kau tidak akan membayarnya?”
Ryan : “Kirim saja tagihannya ke emailku. Besok pagi kau akan mendapatkan uangnya.”
Arabella : “Besok pagi? Aku maunya sekarang.”
Ryan : “Apa kau tidak melihat aku sedang membopong tubuhnya yang berat ini?”
Ryan mulai menyeret tubuh Jeff dan membawanya ke mobil.
Arabella : “Hei! Bayar tagihanmu!”
Ryan : “Kirim saja tagihannya. Aku pasti akan membayarnya!”
Jeff dan Ryan sudah mulai menghilang dari pandangan Arabella. Dan Arabella hanya bisa berdecih sambil mengumpati Ryan. Ia mulai meraih ponselnya dan mengirimkan tagihan ke email Ryan sambil ia marah-marah sendiri.
Arabella : “Awas saja jika tidak kau kirim besok pagi. Akanku jemput uangku ke kantormu besok.”
###
Ryan membopong tubuh Jeff ke mobil. Ia terlihat cukup kesusahan karena tubuh Jeff yang sangat lemas dan berat. Ia mendorong tubuh Jeff masuk di kursi penumpang bagian belakang. Ia tidak ingin mengambil risiko tubuhnya berbau alkohol pekat.
Ryan : “Huft...padahal biasanya dia tidak pernah seperti ini.”
Sambil berdecak pada Jeff.
Ryan : “Sudahlah, ayo antar dia pulang. Biarkan pak tua Sam itu yang mengurusnya.”
__ADS_1
Ryan duduk di belakang kemudi dan mengemudikan mobil ke arah rumah Jeff.