
Elle jalan-jalan di sekitar kompleks, ternyata disini adalah perumahan elit.
Elle cukup hafal jalanan di perumahan ini hanya dengan sekali lihat.
Elle merasa dikehidupan yang sekarang ia banyak menganggur. Berbeda dengan di kehidupan nyata, arisa hanya tidur malam 4-5 jam lamanya.
Ia terlalu sibuk sebagai investor dan petarung bayaran. Bahkan arisa telah berhasil mengakuisisi satu perusahaan di usia nya yang masih muda. Seharusnya sekarang ia sibuk dengan perusahaan baru itu. Namun, entah bagaimana arisa malah masuk ke dunia novel ini.
Arisa berniat untuk berinvestasi seperti dulu. Meski arisa adalah putri orang kaya tapi ia berinvestasi dengan uang hasil jadi petarung bayaran.
Orang tua arisa pulang paling banyak 6 kali dalam setahun. Setiap kali pulang mereka akan menginap selama 1 minggu di mansion. Meski begitu, Arisa dan kaka-kakaknya tidak kekurangan uang ataupun makanan. Mereka juga dilayani banyak pelayan. Karena itulah arisa merasa kesepian sejak ia masih kecil.
Arisa tumbuh dengan baik atas pendampingan kakak keduanya. Ia sangat bersyukur atas kehadiran Dean, kaka keduanya.
Elle melihat mobil yang biasa dikendarai Rain keluar mansion. Aneh, ini hari minggu. Dalam ingatan Bellerie, Rain ke kantor pada hari senin sampai jum'at.
Seperti pemuda pada umumnya rain juga menginginkan kebebasan. Karena itu, Rain meminta pada papahnya untuk terbebas dari urusan kantor setiap hari minggu.
Rain tidak pergi untuk bermain, elle melihat dari luar kaca mobil rain jelas-jelas memakai seragam kantor.
Ada apa dengannya ? Fikir elle.
Tak ambil pusing elle memasuki ruang tamu, sesampainya disana ia di suguhkan dengan pemandangaan bak setrikaan berjalan, mondar-mandir.
Pelayan tua itu terlihat khawatir di wajahnya.
"Nona.." Sapanya sembari tersenyum.
Senyum kali ini tidak terlihat baik. Ada raut kegelisahan di wajahnya.
Elle duduk di sofa dengan santai. Seperti biasa, bagaimanapun suasana hati elle, apapun yang ada di fikirannya, elle hanya akan bersikap santai dan berwajah datar.
Elle tak bosan memperhatikan raut khawatir yeye. Waktu sudah siang, yeye seperti sedang menunggu seseorang datang. Elle tahu situasi ini sedang tidak baik-baik saja.
Elle ingin bertanya tapi ia urungkan. Lebih baik ia mengamati situasi dahulu. Tentang nantinya bagaimana dia akan bertindak, entahlah.
Ada dua pernyataan yang sedang bergelut dikepalanya sekarang ini.
__ADS_1
Pertama, jika itu masalah perusahaan maka orang seperti andreas seharusnya mudah menyelesaikan. Kedua, jika itu masalah keluarga, jelas tidak mungkin. Sejauh yang ada di ingatan bellerie, tukang pembuat onar hanya dirinya sendiri tidak ada yang lain. Sedang dirinya tobat saat ini, maka seharusnya tidak ada masalah keluarga.
Kemungkinan besar ini adalah masalah perusahaan. Ia tidak khawatir karena andreas cukup tangguh. Lagipula dia tidak berminat ikut campur untuk saat ini.
10 menit telah berlalu, suara mobil memasuki area mansion. Yeye segera menyambut di teras.
"Selamat siang tuan."
Oh ternyata andreas lah orang yang di tunggu yeye.
"Tuan, tuan muda Rain pergi ke kantor hari ini untuk menangani kasus keuangan."
Tidak terdengar balasan dari lawan bicara.
Kasus keuangan ? Apa itu ?
Elle merasa penasaran. Tapi sekali lagi, biarkan ia menjadi penonton.
"Aku akan menyusulnya."
Yeye mempersilahkan tamu untuk masuk mengikuti andreas.
Elle yakin orang di belakang andreas itu adalah asisten kepercayaan andreas.
Kemarin malam rupanya andreas pergi keluar kota, secepat itu ia kembali lagi.
Jika elle boleh menyimpulkan, yang dimaksud dengan kasus keuangan itu seharusnya tidak bisa dianggap enteng.
Elle saat ini sedang melihat akun media sosial milik jinyi. Dapat elle lihat, jinyi cukup memiliki banyak followers instagram. Dibawah sedikit dari bellerie yang merupakan putri raksasa betrix. Tentu semua orang menyorot tentang dirinya karena nama belakang yang disandang bellerie.
Klik
Sesuai janji, bellerie mengikuti jinyi. 5 detik kemudian elle mendapat notifikasi, jinyi mengikuti balik.
Anak ini sangat cepat.
ting!
__ADS_1
Satu pesan masuk di akun elle.
@jin_yi : Elle, aku senang akhirnya kau mengikuti akun ku.
elle tidak berniat membalas.
@jin_yi : Elle, apa keluargamu baik-baik saja?
Elle mengerutkan kening, Apakah ini berhubungan dengan kasus keuangan yang dimaksud yeye ?
@bellerie.betrix : ?
Elle membalas dengan tanda tanya. Seolah tidak mengerti arah pertanyaan jinyi.
@jin_yi : Elle, kau tidak mengetahui masalah perusahaan keluargamu sendiri ? Para reporter bahkan sudah tahu, hanya tinggal menunggu publikasi.
@bellerie.betrix : Apa itu ?
Jinyi yang menerima balasan dari elle menghelasa nafas panjang.
Apa-apaan anak ini ?
Keluarga sendiri bahkan tidak di perdulikan.
Karena elle sudah masuk kelas bisnis bukankah seharusnya ia juga mengetahui tentang perusahaannya ?
Apa mungkin karena elle bukan anak sulung, maka ia tidak terlalu dilibatkan ?
Melihat elle dikelas bisnis dan responnya, jinyi semakin yakin bahwa sifat dingin dan tidak perduli elle bukan hanya berlaku pada teman sekelas. Juga berlaku pada keluarganya.
Huft...
Jinyi tertarik untuk berteman dengan elle. Bukan karena statusnya, entahlah itu dorongan hati.
Jinyi sangat khawatir terhadap elle. Membayangkan elle menangis karena masalah ini, ia jadi bergegas mengirim pesan setelah menerima notifikasi followers di akun. Ia sengaja menunggu elle untuk memfollow dulu untuk menagih janjinya.
Bagaimana pun rumor dulu mengatakan bahwa elle selalu mencari perhatian kepada keluarganya, walau sering diabaikan. Namun, mengingat pertemuan pertama dengan elle dan respon sekarang, jinyi sedikit ragu kalau rumor itu benar.
__ADS_1