
Yusheng mendaratkan bokongnya diatas kursi empuk, tak lama ia mendengar suara dingin yang khas.
"Langsung ke intinya." Suasana menjadi dingin.
"Kemana kamu membawa mereka ?" Lanjut Edenson.
Yusheng tidak terkejut, seperti yang diharapkan, tuan edenson mengincar para penculik. Yang membuat ia bingung, untuk apa ? Namun, ia tetap menjawab dengan tenang.
"Saya menjaga mereka sementara. Lalu, saya akan melapor pada polisi."
Ia ingin menambahkan setelah berargumen dengan elle dan lusheng, jika sepakat mereka akan membawa para penculik ke pihak berwenang. Ia tidak menyebut nama elle dan lusheng karena khawatir anak-anak sekolah akan terlibat. Kasus ini, jika sudah ditangan heirgh ia tebak bukan kasus biasa. Merupakan tidak baik bagi konsentrasi anak remaja untuk ikut campur.
"Saya akan membawa mereka." Terjadi keheningan tiga detik.
"Bersama orang yang diculik." Sambungnya.
Yusheng merasa tidak nyaman, edenson herigh, dia tahu semua. Maka, dia juga tahu tentang elle yang menyelamatkan ken. Pelipisnya melompat, jika ken diserahkan pada heirgh sekarang. Apakah elle mengizinkan ? Elle terlihat mempercayakan ken padanya. Jika tidak, apakah elle yang akan dibawa heirgh ? Tapi elle bukan yang diculik. Dalam hal ini meskipun diketahui elle menyelamatkan ken seharusnya tidak akan menimbulkan masalah pada elle, kan ?
"Itu.. tidak mudah. Jika saya tahu alasan anda ingin membawa mereka. Mungkin, saya bisa mempertimbangkan." Jawab Yusheng.
__ADS_1
tuk tuk tuk
Ketukan jari telunjuk edenson pada lututnya menjadi pengiring malam yang akan menampakkan fajar sebentar lagi. Lingkungan menjadi aneh, seolah sedang berfikir. Edenson terdiam agak lama.
"Tuan muda feng, saya fikir anda tidak perlu tahu alasannya. Tidak akan rugi bagi keluarga feng mu untuk meneyerahkan mereka, lagipula kalian tidak akrab, bukan ?" Asisten mengakhiri kehampaan.
Kali ini Yusheng yang terdiam.
"Kami tidak akan menyentuh adik laki-laki anda dan nona betrix. Jangan risau, sebagai seorang pebisnis anda pasti selalu mendengar bahwa keluarga heirgh bersih dari kejahatan apapun. Semua orang juga tahu bahwa salah satu keluarga kami bekerja di biro kepolisian." Asisten meyakinkan dengan sabar.
"Kalian bisa membawa para penculik. Untuk ken, harus meminta pendapat orang yang bersangkutan dulu." Tegas Yusheng.
Didalam kamar, Lusheng yang telah meminum obat ken bersinar. Wajahnya terisi kembali dengan vitalitas, kemerahan yang sehat dan bertenaga, menjadi orang yang hidup kembali.
"Ken, kamu sangat luar biasa. Kamu benar-benar mampu. Obat herbal yang kamu buat sangat ampuh. Sekarang, tidak terasa sakit lagi." Lusheng menatap ken penuh kekaguman.
"Tidak heran orang-orang mengejarmu." Lusheng mengacungkan jempol padanya.
"Yah, itu hanya sedikit." Ken tida menyembunyikan rasa bangga.
__ADS_1
"Tuan ken." Sahut seorang bodyguard dari lawang pintu, memotong pembicaraan mereka berdua.
"Ada masalah apa ?" Tanya ken bingung, ini pertama kali setelah sekian lama ken dipanggil tuan. Merasa agak aneh.
"Tuan muda memanggil anda ke ruang kerja."
"Oh ?"
"Silahkan ikuti saya."
"Ah, ya. Lusheng, aku akan menemui kakakmu dulu. Istirahatlah."
"Oke, oke. Ken setelah aku mengoleskan salep ini, lukaku akan sembuh secepatnya kan ?" Tanya Lusheng semangat.
"Tentu saja, obatku sangat ampuh. Lukamu akan mengering dalam waktu kurang dari seminggu. Percayalah." Katanya sambil menepuk dada.
"Aku percaya, percaya. Cepatlah pergi, kakakku memanggilmu. Lalu cepat kembali, kita masih punya obrolan."
"Iya." Ken tidak berdaya, anak muda ini hanya terlalu bersemangat melihat sebagian kemampuannya. Bagaimana jika ia melihat kemampuan yang lain ? Akankah dia pingsan saking terkejutnya ? Ken menggeleng-geleng.
__ADS_1
Ia pun pergi mengikuti bodyguard keluarga feng.