Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Pertemuan edenson dan Elle di Meja teh


__ADS_3

Keesokan hari jam 9 pagi, elle yang dijemput oleh supir yusheng tiba lebih awal. Ia melihat wanita paruh baya membuka pintu menyambutnya. Elle yang asing dengan lingkungan sekitar, menunggu instruksi pihak lawan dengan patuh. Masih ada kemalasan di mata jernih itu, menunjukkan ketidaktertarikan pada mansion mewah dan taman yang tertata rapi disekelilingnya. Ia terlihat tenang dan acuh tak acuh. Seolah urusan duniawi tidak bisa mengganggu sama sekali.


"Nona." Bibi merasa takjub. Nona muda ini nona betrix, kan ? Dia sangat cantik, kalem dan berprilaku baik.


"Tuan muda Lusheng dan tuan muda Yusheng sudah menungu." Katanya sambil tersenyum tulus. Bibi mau tidak mau melirik lagi dua kali, bagaimana perasaannya wanita muda cantik ini dikabarkan nakal dan memberontak ? Disebelah mana nona betrix terlihat memberontak ? Gadis kecil dengan wajah yang lembut, mata yang jernih, bibir semerah ceri dan bulu mata yang lebat seperti kipas. Kulitnya halus, seputih salju, siapapun yang memandangnya akan tahu bahwa gadis kecil begitu rapuh dan lembut, seperti porselen yang akan pecah jika tidak dipegang dengan hati-hati. Malah tidak terlihat nakal. Bibi memiliki kesan pertama yang baik tentang bellerie betrix, senyum yang tadi tulus, ditambahkan kasih sayang di mata bibi.


"Silahkan ikuti saya nona." Nada suara wanita paruh baya itu lembut dan membujuk.


Saat ia berdiri dikamar Lusheng. Elle sedikit mengerutkan kening, halus tidak terlihat garis kerutan jika dilihat tidak teliti. Eksppresi elle masih acuh tak acuh. Namun, ia memiliki tebakkan yang aneh, ada tamu lain hari ini yang pasti ada hubungan dengan dirinya. Kalau tidak, mengapa semua orang berkumpul disini ?


"Elle, kamu disini." Sapa Lusheng. Nadanya tidak seperti kegembiraan malam kemarin. Ada rasa kehilangan yang siapapun bisa mengetahuinya setelah mendengarnya.


Elle mengangguk sekali.


"Nona betrix selamat pagi. Kamu akhirnya disini. Ayo duduk." Kata Yusheng

__ADS_1


Ia tidak menjawab, kakinya melangkah ke sofa tunggal disamping ken, berhadapan dengan sofa panjang milik dua orang asing bagi elle. Sedangkan Yusheng duduk di ujung kanan meja teh yang persis menghadap ranjang Lusheng. Karena ia tidak mengerti pertemuan meja teh membahas apa awalnya, elle memilih diam. Salah satu dari mereka juga akan menjelaskan.


"Elle.." Ken mengeluh.


"Elle, bagaimana menurutmu kita tidak akan bertemu lagi ?"


Elle melirik ken, menungu untuk terus berbicara.


"Aku, haruskah aku ikut mereka ? Apakah kamu akan mencegahku pergi ?" Tanya ken sedih.


"Nona betrix, senang bertemu dengan anda. Saya adalah asisten tuan heirgh. Biar saya menjelaskan, Kami disini akan membawa tuan ken untuk suatu kepentingan. Awalnya kami akan membawa tuan ken Dini hari kemarin. Namun, tuan ken berkata ia ingin menunggu nona betrix untuk melihat apakah nona keberatan atau tidak."


Asisten itu tercerahkan, desas desus menyebar nona betrix adalah wanita muda kaya arrogant, mendominasj dan memberontak adalah seseorang yang setia kawan. Mencari temannya yang diculik seorang diri. Bayangkan saja, gadis kecil mana yang senekatnya ?. Secara normal, orang-orang harus meminta bantuan para orang dewasa dan polisi, dia tidak melakukan keduanya. Meski Tuan muda Feng Yusheng datang kemudian, ia bisa yakin bahwa mereka bukan bala bantuan yang dipanggil nona betrix. Karena dari teropong asisten menyaksikan bahwa nona betrix dan orang bernama ken itu sudah keluar gedung sebelum kelompok Feng datang mengepung pabrik.


"Nona tidak perlu risau, kami tidak akan menyakiti tuan ken. Kami akan membantu tuan ken menemukan keluarganya."

__ADS_1


Asisten merasa ia tidak boleh menilai karakter seseorang dari rumor. Walau nona betrix bodoh dan otak cinta tapi ia rela berkorban untuk teman. Adalah sesuatu terpuji bagi anak remaja seusia nona betrix.


"Bagaimana menurutmu ?" Pertanyaan Elle dilontarkan pada ken, dengan ini elle menyatakan bahwa segala seuatu terserah orang yang bersangkutan, ken.


"Aku juga ingin melihat saudaraku. Tapi, aku tidak ingin meninggalkanmu, elle." Ken menyedihkan, yang lain adalah saudaranya, yang satunya adalah orang yang sudah dua kali menyelamatkam hidup ken. Ia ingin membalas budi namun elle tidak kekurangan harta satu sen pun. Karena ia seorang peneliti maka ia ingin berbagi ilmu. Hanya saja ia tidak tahu, apakah elle mau menjadi muridnya atau tidak ? Bagaimana jika elle malah tersinggung ?


"Kamu bisa menghubungi kapan saja."


Kata elle tanpa emosi kesedihan seperti ken, ia tidak takut berpisah dengannya.


"Kalau begitu ini kartu namaku. Tidak, tidak, kamu beri aku nomor chat." Setelah bersama beberapa hari, ia sedikit tahu bahwa elle acuh tak acuh dan malas. Yah, bagaimana jika ia memberi kartu nama tapi elle malas untuk mengirim pesan ? Lebih baik dia yang meminta nomornya. Lalu ken meng-scan hp elle.


"Kalau begitu nona betrix setuju ?" Tanya asisten memastikan.


"Ya." Balas Elle singkat.

__ADS_1


Edenson yang melihat elle beberapa kali, membuka suara dengan dingin, : "Kamu tidak bisa memberitahu siapapun."


"Hm." Elle yang menjawab lebih acuh tak acuh.


__ADS_2