
"Ken tidak masalah pergi dengan mereka ?" Tanya Lusheng. Semua orang telah pergi, yang tersisa elle.
"Ya."
"Kenapa tuan heirgh menginginkan ken ? Juga para penculik ? Aku fikir tuan heirgh sedang menyelidiki dibalik penculikkan ken. Tapi.." Lusheng meskipun dimanjakan dan sedikit ceroboh, kadang-kadang dia juga serius.
"Elle, tidakkah kamu merasa aneh ? Tuan heirgh ke kota X setelah kejadian penculikkan kita. Lalu, ada peneliti yang kabur ke kota X, datang para penculik lain untuk menculiknya. Akhir-akhir ini banyak kejadian tak terduga dikota kita." Lusheng bertanya-tanya, apakah semuanya saling berhubungan ?
Elle yang mendengar tidak menjawab. Sejak ia tahu bahwa dua orang tadi adalah anggota keluarga heirgh. Ia memikirkan beberapa kemungkinan, walau begitu ia tidak akan membuat kesimpulan terlebih dahulu. Lagipula tidak akan terjadi penculikan anak SMA kedua di kota X, Elle percaya sebab orang itu tidak bodoh untuk melakukannya lagi.
"Lusheng karena karena kamu baik-baik saja. Aku akan kembali."
"Ah, baiklah. Biarkan sopir mengantarmu kembali. Ngomong-ngomong elle, dikelas mana kamu belajar ?"
__ADS_1
"Reguler C."
"Oke, aku mengerti. Hati-hati di jalan, elle." Kata Lusheng tersenyum.
Elle tidak banyak berfikir, ia mengangguk. Benar saja, ketika ia keluar, supir berdiri siap mengantarnya pulang. Yusheng seharusnya sudah memberi pesan terlebih dahulu.
Karena hari ini hari libur sekolah, elle tidak berencana bepergian kemanapun. Ia hanya ingin berbaring dikasur, menebus tidurnya kemarin. Begitu tiba dihalaman, lagi ia bertemu mereka, kedua kalinya. Elle, tidak perduli dan tidak lewat. Ia bersandar dibawah pohon hiasan, bentuknya seperti kelapa tapi tidak akan bertambah tinggi. Dengan diameter 29 cm, tinggi batang sekitar 1,7 m, daun panjang dan lebat menaunginya dari paparan sinar matahari.
"Sudah kubilang besok malam ada rapat perusahaan. Aku akan datang setelah rapat selesai." Balas Rain frustasi.
"Kapan rapat selesai ? jam 9 malam ? Semua orang sudah pulang." Selena tidak puas. Perjamuan dimulai jam 5 Sore, ia ingin datang bersama rain karena rain tunangannya. Sutradara awalnya tidak terlalu fokus padanya sebagai peran pendukung wanita no. 2. Tapi apa ? Tunangannya adalah rain betrix, meskipun tidak terkenal di ibukota. Orang- orang dilingkaran bisnis cukup mengenal keluarga betrix yang merupakan orang terkaya di kota X. Lihat apakah sutradara berani memandangnya sebelah mata.
"Rapat perusahaan bisa ditunda besok. Perjamuanku hanya satu hari. Aku ingin kita datang bersama." Selena menekankan.
__ADS_1
"Selena. Kamu harus mengerti mengelola perusahaan adalah tangung jawab yang besar bukan permainan rumah-rumahan yang bisa dikerjakan dan ditunda kapan saja. Aku harus selalu menghadiri rapat sebagai penerus keluarga betrix." Tegas Rain.
"Tidak bisa. Pokoknya kamu harus datang. Aku tidak mau tahu, besok sore aku akan datang lagi. Kalau kamu tidak ada dimansion, tidak masalah aku bisa datang ke perusahaan betrix. Lihat bagaimana para pemegang saham tahu kamu memperlakukanku. Hmph !"
Bang ! Selena menutup pintu mobil dengan keras. Mobil melaju melewati gerbang betrix dengan teratur. Kalau saja yang mengendarai bukan supir, mungkin mobil pergi sama marahnya dengan dirinya.
'Hah..' Rain nafas kasar, ia mengusap wajah sembarangan.
Elle yang melihat tidak mengungkapkan ekspresi apapun. Ia melewati rain tanpa sepatah kata.
"Elle, kamu kembali."
Rain curiga, apakah elle melihat pertengkaran tadi ? Kenapa ia tidak mendengar suara mobil ketika elle datang ?
__ADS_1