
"Elle, sepulang sekolah ke mall yuk."
Ajak jinyi disertai senyuman lebar yang memperlihatkan deretan giginya.
Elle mengangguk sekali.
"Elle, kali ini tidak akan ada penculikkan lagi kan ?"
"..."
"haha.. Aku masih syok soal penculikan kemarin."
Jinyi tertawa canggung.
"Hei, sekretaris kelas."
Jinyi berteriak pada seseorang yang baru masuk kelas.
"Yah kau, kesini."
"Namaku Diandra bukan sekretaris kelas."
Jinyi tertawa
"Tapi kau sekretaris dikelas."
'Huhh..'
"Ada apa jinyi? "
"Ini bukumu, terima kasih banyak. Lain kali aku pinjam lagi."
"Kenapa tidak pinjam ke teman sebangkumu saja."
Dengus diandra pelan,namun masih bisa didengar jinyi dan elle.
"He he he.. "
Jinyi melirik elle sekilas.
'Apa yang diharapkan dari orang yang jarang menulis seperti elle, huft..' Batin jinyi mengeluh.
"Diandra, kau sudah memanggil guru? "
Tanya seorang siswa laki-laki
Diandra mengangguk
"Guru Matematika tidak masuk, jadi sekarang jam kosong."
"Apa guru tidak memberimu tugas? "
Tanya siswa lain.
"Tidak."
"Yeah, baguslah."
Beberapa murid berteriak kesenangan.
"Gak di sekolah lama gak disekolah baru sama saja."
Jinyi menggeleng prihatin.
"Teman-teman, aku punya berita yang menarik."
Siswi berkuncir kuda tiba-tiba masuk dan berteriak.
"Berita apa ?"
Tanya siswi lain.
"Si lily habis di bully lagi. Hahaa.."
"Dia kelihatan senang." Celetuk jinyi.
__ADS_1
"Dia hater si lily." Balas Diandra berbisik.
"Hah? Kenapa? Bukankah lily orang yang baik? " Tanya jinyi dengan suara pelan.
"Terus terang aku juga kurang suka dengan si lily." Tukas Diandra.
"Kenapa? "
Jinyi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Apa yang dikatakan cleya itu benar. Dia terlalu cengeng."
"Ooohh.."
Jinyi mengangguk-anggukkan kepala.
"Di bully Cleya lagi? "
Tanya siswa lain.
"Bukan. Kali ini dibully franda."
"Franda siapa? "
Diandra melontarkan pertanyaan.
"Franda emang kurang terkenal, hihi... Dia siswi kelas X IPA 1."
"Wow.. Adik kelas juga membullynya? "
Tanya jinyi mengikuti.
"Seperti itulah nasib orang lemah."
Beberapa murid menggeleng prihatin.
"Diandra, lily sering dibully di sekolah ini? "
Tanya jinyi pada diandra yang duduk di meja depan.
"Iya."
"Hm... Kalau tidak salah sejak dia deket dengan reksi dan teman-temannya."
"Kapan mereka dekat? "
"Sejak kita kelas X. Kau tanyakan saja pada bellerie, dia dulu ratu bullying. Lily selalu menjadi sasaran bully nya."
Bisik diandra pada jinyi.
Jinyi menoleh sebentar kemudian ia menatap mata diandra. Raut jinyi tidak terbaca.
"Kenapa? " Tanya diandra.
Jinyi hanya menggeleng.
'Mustahil elle akan menjawab.'
Batin jinyi sendu.
Pak pak pak
"Ada apa ribut-ribut? "
Tanya jinyi.
"Diandra kau mau kemana? "
Tanya jinyi pada diandra yang sudah berdiri.
"Aku akan melihat pertunjukan, apa kau mau ikut? "
"Pertunjukkan apa? "
"Jinyi, mulai sekarang kau harus membiasakan ini. Siapapun yang membully lily pasti akan mendapat balasan dari reksi dan teman-temannya. Itulah yang disebut pertunjukkan."
__ADS_1
Timpal seorang siswa yang melewati meja diandra.
"Hah? Tapi bagaimana kalau ada guru? " Beo jinyi kebingungan.
"Tidak akan ada guru yang berani menghentikan reksi wilson."
Setelahnya siswa tersebut berlari keluar.
"Jinyi kau tidak mau ikut? "
Tanya diandra memastikan.
"Kamu pasti jarang melihat pertunjukan, ayo."
Sambung diandra.
"Elle, kau mau ikut? "
Ajak jinyi pada elle.
"Tidak." Jawab elle malas.
"Baiklah. Aku akan melihat dulu. Diandra tunggu."
Jinyi berlari kecil menyusul diandra.
Melihat ini elle hanya diam. Ia merasa anak-anak SMA di dunia novel sangat berlebihan.
Dikehidupan SMA nya, tidak pernah terjadi bully membully. Peraturan sekolah sangat ketat, guru dan kepala sekolah begitu tegas. Sehingga situasi dan kondisi sekolah selalu kondusif. Hanya saja di sekolah arisa tidak ada siswi yang miskin. Arisa tidak pernah melihat hal seperti ini di kehidupan dulu.
Ia terlalu malas meladeni hal-hal seperti bully membully. Ia sudah mengatakan bahwa tidak perlu ikut campur urusan pemeran utama novel. Jadi, elle lebih memilih menelungkupkan kepala diantara lipatan tangan kemudian tertidur.
-
Dikantor perusahaan betrix, andreas sedang merenungkan kejadian seminggu lalu. Dimana ia kehilangan kontrak 1 miliar. Janson sudah menemukan pencurinya, dia adalah petugas kebersihan yang biasa membersihkan ruang andreas.
Petugas kebersihan itu hanya mengaku bahwa ia mendapat tawaran dari seseorang bertopi, memakai masker dan kacamata hitam senilai 25 juta untuk mengambil proposal andreas.
Sampai di jebloskan kedalam penjara pun dia tidak mengaku di perintah atas nama wilson. Jika andreas langsung melontarkan tuduhan, maka tidak menutup kemungkinan wilson akan menuntut balik atas pencemaran nama baik.
Satu-satunya cara menjatuhkan wilson adalah menemukan pria bertopi yang memakai masker tersebut. Sampai sekarang, andreas masih terus mengerahkan orang-orang suruhan untuk mencari identitasnya.
Tok tok tok
"Masuk."
"Permisi tuan, saya mendapat kabar dari yeye."
"Katakan."
Andreas ingat kalau yeye sedang mencari identitas pembalap yang mengalahkan carles.
"Yeye bilang, motor pembalap itu milik keponakan tuan calvier. Namun, keponakan tuan calvier berada diluar negeri dan belum pernah cuti. Kemungkinan motornya hilang dan digunakan pembalap itu."
"Jadi? " Andreas bertanya dengan raut datar.
"Yeye belum menemukan orangnya." Janson menundukkan kepala, ia tidak berani menatap wajah andreas yang dingin.
"Sewa pembalap lain, dari luar negeri."
"Tuan, apa tidak sebaiknya kita menggunakan pembalap dalam negeri saja ? Perusahaan harus menghemat dana."
Andreas diam. Ia tahu orang-orang dari luar negeri terkenal angkuh. Mereka tidak mau di bayar murah. Mereka terbiasa dengan hidup berfoya-foya, tawaran dengan harga rendah pasti tidak akan menggiurkan hasrat mereka.
Andreas tidak yakin jika harus menyewa pembalap dalam negeri. Bukan apa-apa, hanya saja andreas sangat mengharapkan pertandingan nasional tahun ini.
Dulu andreas tidak menghiraukannya, timnya terbiasa kalah di sirkuit. Tidak masalah, karena justru andreas lah yang mencari sumber daya potensial untuk berinvestasi. Namun sekarang keadaan berbalik. Tim andreas harus memenangkan balapan, ini akan menjadi umpan untuk menarik para investor tinggi untuk membantu perusahaan betrix.
Meski benar apa yang dikatakan yeye, jika tetap kalah menjadi juara 2 atau 3 betrix akan tetap mendapatkan umpan balik. Beberapa perusahan menengah mungkin bisa membantunya, tapi butuh lebih dari 2 perusahaan menengah. Berbeda jika itu perusahaan atas, walau hanya satu mampu menutupi semua kebocoran dana.
Memikirkan ini andreas frustasi. Kesalahan dirinya dimasa lalu benar-benar tidak bisa dimaafkan. Ia sudah bekerja keras, tapi tetap gagal.
Andreas terlalu mempercayai orang lain. Ia tidak perduli dengan beberapa pekerjaan bawahannya. Ia hanya yakin, mereka mempertaruhkan diri untuk betrix.
Ternyata keyakinannya salah.
__ADS_1
Mereka berkhianat.
Fikiran andreas semakin berkabut kala tiba-tiba muncul prasangka jika wilson telah mendapatkan pembalap itu. Apabila benar seperti itu, maka tahun ini akan menjadi kehancuran bagi betrix.