
Sepulang sekolah, Jinyi meminta elle untuk menemaninya berbelanja.
Elle awalnya menolak, namun jinyi memaksa dengan berbagai macam rayuan. Berakhirlah mereka di meja makan di mall center terbesar kota X.
"Elle, kau tahu aktris yang sedang naik daun itu ? Katanya dia akan bertunangan."
Elle melihat jinyi. Ia tidak menyangka beritanya tersebar sangat cepat. Sekitar seminggu lagi pertunangan itu akan dilaksanakan.
"Ngomong-ngomong elle kau tahu berita terpanas sekarang apa? "
"Tidak." Balas elle setelah meminum greentea.
" Ada seorang pemuda yang mengaku menjadi pacar selena dan dia bilang selena akan bertunangan dengannya. Sayang, selena menolaknya. Dia bilang dia akan bertunangan tapi bukan dengan pemuda itu."
Elle berkedip malas, pembicaraan jinyi kebanyakan tidak penting.
"Sayang sekali ya, padahal pemuda itu juga tampan. Kau lihat Instagramnya elle, sejak hari itu followersnya bertambah."
"Sebagian fans selena menyayangkan, sebagian lagi menghujat pemuda itu."
Jinyi meringis ngeri, membayangkan hujatan dan cacian dari pasukan keyboard.
"Ayo kembali." Balas Elle dengan raut wajah yang tidak berubah.
Jinyi cemberut, temannya ini benar-benar kekurangan ekspresi.
Hari sudah mulai sore jinyi akan mengantar elle ke rumah.
"Jinyi, berhenti." Perintah Elle
"Hah? "
"Oh baiklah." Balas jinyi
"Ada apa elle? " Tanya jinyi.
Jalanan sepi tidak ada yang aneh. Jinyi melihat elle, lalu mengikuti arah pandangnya. Yang jinyi lihat hanyalah mobil hitam dan seorang yang memakai masker.
"Jinyi, kembalilah. Putar balik."
"Hah? "
Jinyi bingung, masih belum mengerti situasi ini.
Elle tidak menjawab, dia membuka pintu mobil.
"Segera putar balik selama aku mengalihkan mereka."
Jinyi menutup mulutnya syok. Dua orang lagi membawa dua orang siswa dalam keadaan pingsan.
Sial ! Orang-orang itu melihat tepat kearahnya.
Jinyi segera menahan tangan elle yang akan keluar.
"Elle, tidak. Ayo kita putar balik bersama. Aku tidak mau kau terluka."
Elle melepaskan cengkeraman tangan jinyi.
"Kita akan berakhir seperti siswa itu jika aku tidak turun."
__ADS_1
Jinyi menggeleng, tidak setuju.
"Elle."
"Pergilah."
Setelahnya elle benar-benar keluar mobil dan berhadapan dengan 4 orang pria bermasker.
Jinyi bingung harus bagaimana. Jika ia pergi bagaimana dengan elle?
Ia tidak mau elle terluka.
Bagaimana ini ? argh..
Jinyi benar-benar frustasi.
Setelah melihat elle menghalau seorang yang akan menghampirinya, ia bergegas putar balik.
Bisa ia lihat di kaca spion dua orang mencoba mengejarnya. Namun lagi lagi di tahan elle.
Jinyi sudah memutuskan ia akan menemui polisi dan memberitahu keluarga betrix.
Tapi bagaimana jika keluarga betrix tidak perduli ?
Jinyi bersikeras ia akan melakukan segalanya untuk menolong elle.
Jinyi berhutang nyawa pada elle.
Setelah melapor, kini ia berada di gerbang mansion keluarga betrix.
Dengan keberaniannya ia mengayunkan kaki masuk.
"Saya mencari tuan andreas."
Jinyi berfikir karena menurut rumor kakak-kakak elle mengabaikannya.
Maka andreaslah yang menjadi pilihan jinyi.
"Ada perlu apa nona? "
"Ada sesuatu yang penting yang harus saya katakan. Tolong izinkan saya masuk."
"Maaf nona tapi tuan andreas tidak ada di rumah."
"Kalau begitu bagaimana dengan kakak bellerie? "
Naas, andreas tidak ada. Mau tidak mau jinyi harus mengatakannya kepada kakak bellerie.
"Anda siapa nona ?"
Penjaga gila banyak bicara, jinyi sedang terburu-buru. Tapi penjaga ini seolah mengundur waktu.
"Saya Jinyi Calvier, teman bellerie betrix."
"Maaf nona tapi tuan muda juga tidak ada di rumah."
'Penjaga gila, benar-benar tidak habis fikir. Arrghh..' Bathin jinyi kesal.
"Kalau begitu tolong katakan pada tuanmu kalau bellerie diculik."
__ADS_1
Penjaga itu terlonjak kaget.
"Anda jangan mengada-ngada nona."
"Heh penjaga gila, aku serius. Bellerie benar-benar diculik." Teriak jinyi kesal.
Yeye yang mendengar seseorang berteriak, segera ia menghampiri gerbang.
"Ada apa ini? " Tanya yeye.
"Yeye, orang ini mengada-ngada, dia mengatakan nona muda di culik." Balas penjaga dengan raut tidak percaya.
"Siapa anda nona ? Kenapa anda berkata seperti itu. "
"Kalian benar-benar tidak mengenalku, hah? Aku jinyi calvier putri tunggal Evan Calvier." Nada bicara jinyi naik saking kesalnya.
Yeye orang pertama yang bereaksi.
"Nona calvier, maafkan kami silahkan masuk."
Yeye ingat sekarang wajah penerus calvier. Ia sedikit melupakannya, karena faktor usia.
"Nona, tolong ceritakan yang sebenarnya." Pinta yeye sopan setelah jinyi duduk di ruang tamu.
Mengalirlah cerita dari awal mereka berhenti di jalan sampai jinyi berakhir disini seorang diri. Tentu jinyi merahasiakan tentang balapan itu.
"Yeye, yeye."
Seseorang tergesa-gesa masuk. Dia ngos-ngos an memegang kedua lututnya setengah berbungkuk.
"Ada apa Jer ? " Tanya yeye
"Yeye hah tuan hah muda hah.. " Seorang yang dipanggil jer berbicara terengah-engah.
"Tenanglah dulu."
Jer mengambil nafas dan mengeluarkannya, sebanyak 3 kali.
"Yeye, tuan muda kembar menghilang. Saat aku menjemputnya dia tidak ada di sekolah atau ditempat biasa berkumpul dengan teman-temannya. Teman-temannya bilang tuan muda pergi ke supermarket. Saya sudah mencarinya kemana-mana yeye, saya bahkan berkeliling jalan kota tapi tidak ada."
"Apa kau sudah menelpon tuan muda reksi."
"Yeye aku bahkan ke rumah keluarga wilson. Menurut penjaga disana tuan muda mereka juga belum pulang."
Jinyi tercengang. Dia teringat dua siswa yang pingsan itu.
"Sebelum aku putar balik, aku dan elle melihat dua siswa pingsan ditangan mereka. Dua siswa itu terlihat kembar. Mereka juga memakai seragam sekolah yang sama dengan elle."
Yeye dan jer terkejut. Setahu yeye siswa kembar di sekolah Guna Bangsa X hanya ada tuan muda kembar. Tidak ada lagi yang kembar.
"Apa mungkin mereka tuan muda kembar kalian ? " Tanya Jinyi
Brakk
Yeye terjatuh diatas sofa
"Yeye !"
Yeye tersadar. Dia segera menghubungi Andreas. Dan memberitahukan semuanya.
__ADS_1