Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Reksi Marah dan Malu


__ADS_3

Yang pertama jinyi lihat di depan kerumunan adalah penampilan lily yang berantakkan. Gaunnya basah, rambutnya berantakkan juga pipinya memeiliki memar kemerahan. Tidak salah lagi dia pasti dibully.


Jinyi merasa ajaib, ia ingin tertawa tapi tidak sopan. Bagaimana mungkin seseorang membully orang lain di perjamuan ? Apakah mereka fikir perjamuan ini miliknya atau sekolah dengan banyak hal bisa dilakukan sesuka hati ?


Ia kemudian melihat orang didepan lily Benar, tidak asing lagi. Reksi dan teman-temannya melindungi lily. Namun, suara apa yang jatuh tadi ?


"Hiss..." Cleya meringis saat ia melihat darah di telapak tangannya. Disekitar cleya adalah beberapa pecahan kaca dan di belakang ada meja yang jatuh ditabrak tubuh cleya.


'Jadi itu.' Fikir Jinyi.


"Kamu..." Cleya berdiri menunjuk reksi dengan tidak percaya. Reksi benar-benar mendorongnya dengan kejam.


"Sudah aku peringatkan, cleya. Sebaiknya jauhi lily." Suara reksi rendah.


Cleya merasa semakin rendah suara reksi semakin menggigil tubuhnya. Seolah ia akan mencabik-cabik tubuhnya saat ini. Cleya meringis.


"Tidakkah kamu bertanya dulu apa yang dia lakukan padaku ? "


Reksi tidak perduli.


"Heh, sekarang aku mengerti kenapa dulu orang-orang memanggil bellerie bodoh."


Bellerie yang dipanggil bodoh, " ??? "


"Kenapa dia menyebut nama mu, elle? " Bisik jinyi pada elle.


Cleya melirik lily yang bersembunyi dibelakang reksi. Ia mencibir, " Hanya orang bodoh yang akan terus mencintai orang buta."


Ia melihat reksi yang masih menatapnya tajam. Melindungi lily seperti induk ayam yang takut anaknya di intimidasi.


"Biar aku beri tahu. Reksi, dia adalah orang pertama yang merusak gaunku." Jelas cleya marah. Ia menunjukkan sudut gaun yang robek sampai sebatas lutut. Cleya malam ini memakai gaun panjang berwarna krem dengan ekor belakang yang menjuntai menyapu tanah.


"Aku sudah bilang aku tidak sengaja." Lily berkata dengan cemas. Ia takut lagi-lagi menghadapi hal seperti ini. Wajahnya sudah penuh dengan air mata keluhan. Dia benar-benar tidak sengaja menginjak gaun cleya.


"Cleya, jangan berlebihan. Lily tidak sengaja melakukannya. Ia tidak tahu ia sedang menginjak gaun." Rachel sedari awal terus membela lily. Tapi ia tidak bisa apa-apa saat lili di tampar. Rachel juga dalam keadaan tidak benar. Kedua pergelangan tangannya memar karena dicengkram erat oleh dua orang pengikut cleya. Ia berusaha keras melepaskan diri, sampai reksi dan yang lainnya datang, mereka melepaskannya.


"Tidak sengaja ?" Cleya mencibir.


"Heh, lalu kamu ganti untuk ini. Dia bilang dia tidak punya uang, dia tidak memberikan solusi apapun. Lalu, apakah aku harus tetap memakai gaun ini sampai pulang ?"


Fikiran cleya sederhana, karena lily tidak mampu membayar ia tidak mau menanggung rasa malu sendirian. Jadi cleya membalas lily dengan membuatnya malu bersama.


"Aku bilang aku akan membayarnya." Balas rachel.


"Ra..chel." Lili menyentuh tangan rachel dengan tangannya yang gemetar, ia ketakutan. Ia tidak ingin menyeret temannya lagi. Lily sudah cukup malu pada rachel. Apa yang akan ia jelaskan pada keluarganya ketika mereka melihat kedua pergelangan tangan rachel memar. Lily, semakin cemas.

__ADS_1


"Jangan khawatir lily." Rachel menenangkan dengan suara lembut.


"Bayar? Heh, apa kamu tahu berapa harga gaunku ? 20 gaun yang kamu kenakan tidak mampu menutupinya." Cleya mendengus tidak suka. Dia fikir dia tidak tahu latar belakang rachel. Ia sangat tahu sampai ia berani membalas lily, Cleya tahu rachel tidak bisa membayar ganti rugi gaun yang ia pakai.


"Gaun ini diberikan oleh kakakku selena." Cleya menunjukkan gaunnya dengan bangga.


Kali ini rachel diam, ia membuka mulutnya tapi kemudian menutupnya lagi. Tidak bisa membantah apapun. Ia mengerti sekarang kenapa cleya bersikeras membuat lily malu. Bagaimanapun juga keluarganya tidak mampu membeli gaun semahal milik selena. Kekayaan keluarganya dibandingkan dengan selena tidak ada apa-apa. Ibarat keluarga rachel yang hanya debu bagi keluarga raksasa betrix.


"Aku akan membayar." Kata reksi suram.


Hanya masalah gaun, apa yang diributkan ?


"Kalau begitu kamu bayar. Bayar seharga gaunku dan kompensasi untuk ini." Dengus cleya, menunjuk telapak tangannya yang berdarah.


"Ah... Cleya kamu berdarah." Salah satu pengikut cleya berteriak.


"Ayo kita obati dulu, cle." Kata yang lainnya.


"Tidak untuk saat ini." Kata cleya melihat lukanya.


Ia sangat marah. Marah dengan gaun yang sobek, marah dengan luka di telapak tangan, ia juga marah dengan reksi yang buta. Buta karena terlalu mencintai lily. Dalam hati, kebenciannya terhadap lily semakin bertambah. Ia juga mulai membenci pria seperti reksi. Suatu hari reksi pasti akan hancur karena lily. Cleya sangat yakin.


"Cle, bagaimana kalau infeksi ? Ayo kita obati dulu." Yang lain cemas.


"Iya, aku segera pergi."


Cleya tidak menjawab. Ia mengalihkan pandangannya pada reksi.


"Ayo, kamu bilang kamu akan bayar. Bayar sekarang."


Reksi yang tadi tertegun melihat luka cleya yang cukup panjang kembali sadar. Ia mengeluarkan ponselnya untuk mentransfer.


"Scan." Katanya acuh tak acuh.


Cleya juga mengeluarkan handphonenya. Setidaknya, ia harus mendapatkan uang dan ganti rugi untuk ini. Ia tidak bisa pergi tanpa menghasilkan apapun, fikir cleya.


"Aku tidak berharap cleya cukup pintar." Bisik orang-orang disekitar.


"Benar, setidaknya dia harus mendapatkan uang jika tidak mendapatkan cinta."


"Ini tidak seperti bellerie dulu yang selalu terluka tapi tidak mendapatkan apapun. Apalagi uang."


"Mungkin karena bellerie tidak kekurangan uang."


Orang-orang yang berkerumun adalah remaja yag berasal dari sekolah elit kota X. Beberapa teman sekolah bellerie dari Guna Bangsa, ada juga dari sekolah elit kedua kota X.

__ADS_1


Jinyi yang mendengar, tercengang. Ia melihat elle yang sama sekali tidak terpengaruh. Masih berdiri dengan postur malas dan acuh tak acuh.


"Elle, kenapa dulu kamu tidak memeras uang bajingan itu? "


Elle mengernyit, mengalihkan pandangannya pada jinyi. Hanya sesaat, ia kembali normal.


"Kamu menyebutnya bajingan? Bukankah orang itu yang barusan minta photo temanmu carles? " Tanya ken.


"Bukankah setelah melihat ini kamu juga setuju bahwa dia bajingan? "Tanya kembali jinyi.


"Memang tidak pantas bagi pria untuk memukul wanita tanpa tahu sebabnya." Gumam ken yang masih bisa di dengar oleh jinyi.


Ding ! Saat ini ponsel reksi mengeluarkan notifikasi saldo bank.


Cleya yang tahu apa itu mencibir.


"Apa yang harus dilakukan jika reksi wilson ternyata tidak mampu membayar ? " Cleya sengaja meninggikan suara.


Seperti yang diharapkan, setelah cleya berkata banyak orang yang berbisik-bisik. Cleya yang melihat berbagai macam tatapan dan gosip untuk reksi merasa senang. Cukup puas melihat reksi juga memiliki hal yang memalukan dalam hidupnya.


"Reksi, ada apa dengan akunmu? Dibekukan? " Tanya jack disamping reksi.


Suar jack pelan, tapi orang-orang terdekat masih mendengarnya.


"Haha... akhirnya reksi wilson merasakan malu." Kata yang lain.


"Tidakkah kamu mendengar barusan? Katanya akun di bekukan."


"Hahaha... bisa hal seperti itu terjadi juga."


"Barusan dia sangat bangga menjadi pahlawan melindungi kecantikkan. Sekarang wajahnya sangat merah, hahaha..."


Beberapa laki-laki yang tidak menyukai reksi di sekolah tertawa sangat keras. Yang lain yang mendengar ikut tertawa juga. Perempuan yang sudah sering melihat kekerasan reksi pada teman sekelas perempuan hanya untuk membela lily juga menyebarkan gosip dengan cepat. Mereka mengejek seolah membalas ketidak adilan yang diterima mereka di masa lalu.


"Kenapa di bekukan? Apakah dia diusir dari keluarga wilson."


"Tidak mungkin, dia satu-satunya putra keluarga wilson."


"Teman-teman ini sangat aneh. akhir-akhir ini dikatakan bahwa reksi dan lily putus. Lalu akun bank reksi di bekukan. Mungkinkah hubungan mereka tidak direstui tuan wilson? "


"Apa yang kamu katakan ada benarnya. Tuan wilson pasti membuat mereka putus."


"Hahaha... Bahkan keluarganya sendiri tidak setuju dengannya."


Semakin mereka menyebutkan, semakin banyak dari mereka yang tertawa. Reksi yang mendengarnya mengubah wajahnya, dari merah, hijau, lalu hitam. Ia benar-benar marah dan malu.

__ADS_1


__ADS_2