Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Ken memiliki sedikit kemampuan medis


__ADS_3

Disaat mereka sampai dihalaman samping yang luas, elle merasa curiga. Orang-orang didalam tidak mencari mereka ? Kenapa sangat sepi ?


"Elle, ada apa ?" Ken bertanya setelah melihatnya berhenti dua langkah dibelakangnya. Ia khawatir jika elle terluka, mereka belum terbebas dari bahaya bagaimana jika elle terluka disuatu tempat sekarang ? Benar-benar gawat, kalau tidak lari sekarang, apakah elle akan bernasib seperti lusheng ? Ehh, sepertinya tidak. Mengingat 3 orang penjaga yang ditaklukannya begitu mudah, elle pasti punya beberapa keterampilan.


"Elle, lari lebih cepat lebih baik. Jangan ditunda lagi." Ken gelisah.


"Apakah...apakah kamu... ingin digendong ?" Lanjutnya agak ragu.


"Ayo ke depan."


Maksudnya adalah halaman depan, ken bingung "Untuk apa ? Banyak dari mereka pasti pergi kesana."


Tapi elle yang mendengarnya tidak menjawab dan tidak berhenti. Ken hanya bisa menyerah, sudahlah lagipula elle memiliki kemampuan. Pasti ada alasan. Ken setuju diam-diam, mengikutinya dibelakang dengan was-was. Takut penjaga menyerang dari belakangnya atau samping elle.


Hal yang tidak terduga adalah, tidak terjadi apapun selama jalan ke halaman depan. Ken semakin bingung. Mereka berjalan begitu terang-terangan, meskipun orang lain mungkin tidak akan mengenali wajahnya karena tertutup bayangan malam, bagaimanapun elle menyalakan lampu hp, yang sudah cukup untuk menarik perhatian. Kenapa tidak ada satu orang yang menghampiri mereka ?


"Elle, ini aneh. Kemana mereka pergi ? Kenapa sepertinya kita seperti orang transparan yang tidak menarik lebah dan lalat ?"


Elle diam sambil terus berjalan dengan langkah yang ringan. Tidak tergesa-gesa juga tidak pelan, sampai ia berhenti di tempat yang terang dengan pencahayaan mobil.


"Siapa mereka ?" Ken yang juga melihatnya bertanya-tanya, orang-orang yang membawa banyak mobil, bodyguard dan seorang pria tampan berjas hitam bersandar di pintu mobil, mengawasi para penculik yang barusan mengejar mereka, kini semuanya berjongkok dengan tangan mereka yang saling di ikat dengan borgol. Lima bodyguard disampingnya menodongkan pistol ke arah kepala mereka. Dan dua bodyguard yang lain berdiri disebelah kanan dan kiri pria muda itu.

__ADS_1


"Hah ? Situasi macam apa ini ?" Ken melirik elle yang perlahan mendekat ke arah mereka. Ia berlari mengikutinya.


"Elle, kamu mengenal pria itu ?"


Elle tidak meliriknya, tapi ia mengangguk sekali.


Ken yang melihat responnya menghela nafas lega, elle mengenalnya dan mereka mengikat para penjaga, pasti bukan orang yang harus diwaspadai . Hah... Syukurlah pria muda itu bukan orang jahat.


"Siapa dia, elle ?"


"Kakak Lusheng." Elle melihatnya sekilas.


Ken yang mendengarkan semakin bernafas lega, "Ternyata kakak laki-laki Lusheng."


"Halo." Elle mengangguk sopan.


"Saya sudah mendengar ceritanya dari adik saya. Maaf saya terlambat, apakah nona betrix baik-baik saja ? Haruskah kita pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan ?" Tanya Yusheng sopan. Dari nadanya seperti ada ke khawatiran seorang kakak laki-laki untuk adiknya.


"Tidak, terima kasih."


"Tidak masalah sama sekali nona betrix. Merupakan keharusan keluarga kami untuk melindungi dermawan yang sudah menyelamatkan nyawa Lusheng. Syukurlah jika nona tidak terluka." Wajah Yusheng lega, jika sampai bellerie betrix terluka atau koma, bagaimana kebijaksanaan keluarga feng membalas budi ? Adiknya pasti akan menyalahkan diri sendiri dan keluarga mereka akan sangat menyesal untuk lusheng dan nona betrix. Senang mendengarnya baik-baik saja.

__ADS_1


"Anda teman lusheng kan ? Paman ken ?" Tanya Yusheng


"Tolong panggil saja ken."


"Kalau begitu ken, apa kamu baik-baik saja ? Atau kamu ingin periksa..."


"Tidak perlu, terima kasih saya baik-baik saja. Saya minta maaf atas apa yang terjadi pada Lusheng. Bagaimana keadaannya ?"


Ken meminta maaf dengan tulus, jika bukan karena bersamanya. Lusheng tidak akan menderita, ken menyesal mengapa ia melibatkan banyak orang ? Semestinya ia lebih cerdik melarikan diri.


"Dia sedang dalam perawatan dokter, jangan khawatir. Nona betrix dan ken kembali, naik mobil saya. Saya akan mengantar nona betrix sampai mansion."


"Saya bawa motor." Jelas elle, singkat.


"Saya, bisakah saya melihat lusheng ? Saya memiliki sedikit kemampuan dalam pengobatan. Meskipun lusheng dalam perawatan dokter profesional. Saya bisa menyembuhkannya sedikit lebih cepat dari dokter umumnya." Ken bertanya dengan hati-hati melihat ekspresi yusheng. Ia ingin membalas kebaikkan lusheng. Adapun bahajmana ia kedepannya.. Ken melirik elle, kemudian menghela nafas lagi. Yah, fikirkan saja nanti.


"Aku akan berkunjung besok." Elle juga menimpali, ia terutama yang menyuruh lusheng untuk menjaga ken. Jadi, ia juga akan bertangung jawab.


"Baiklah, sepakat. Ken akan naik mobilku. Dan kami akan mengikuti motor nona betrix dari belakang."


Yusheng juga bukannya orang yang tidak masuk akal. Ia menebak bahwa orang bernama ken inj seharusnya memiliki rahasia dan bakat yang tidak biasa, kalau tidak kenapa dia di buru beberapa orang. Untuk nona betrix, tidak nyaman bagi perempuan untuk pulang terlalu terlambat. Belum lagi mungkin tuan andreas akan mengkhawatirkan putri satu-satunya dan menyalahkan feng untuk beberapa alasan. Jika sepertj itu, kota X akan heboh lagi. Sudah tepat untuk mengunjungi lusheng besok.

__ADS_1


Dengan ini, Yusheng memandang belleri lebih kagum lagi. Nona betrix ini, cukup berpengetahuan untuk remaja seusianya.


__ADS_2