Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Kelas Bisnis Generasi Kaya


__ADS_3

Wilson merupakan nama keluarga dari Reksi. Seorang pria yang sangat di gilai Belleri. Tidak heran di akhir cerita Reksi mampu menyingkirkan Belleri dengan mudah, waktu itu Belleri tidak mendapat dukungan dari kakak kembarnya. Sedangkan ayah dan kakak pertamanya sibuk.


Belleri yang malang.


3 raksasa keluarga kota x selalu berebut dalam hal sumber daya. Jelas mereka memiliki hubungan yang kurang baik satu sama lain.


Tidak, sebenarnya hanya keluarga Wilson dan Betrix lah yang selalu bersaing. Namun entah bagaimana Belleri dan kedua kakak kembarnya bisa dekat dengan Reksi, yang merupakan saingan bisnis ayah dan kaka pertamanya.


Berbeda dengan Feng. Keluarga ini cenderung tertutup dan tidak suka ikut campur. Karenanya, keluarga feng tidak banyak diberitakan di media. Konon, beberapa anggota keluarga feng sengaja tidak memakai marganya hanya untuk bisa menjalankan kehidupan normal layaknya rakyat biasa.


Beberapa pebisnis meyakini bahwa jika berhasil bekerja sama dengan keluarga feng adalah pencapaian yang luar biasa selama karirnya. Sayang, sampai sejauh ini tidak bisa di fahami jalan fikiran keluarga feng.


kring....


Waktu istirahat telah selesai. Syukurlah belleri telah menamatkan bukunya. Membaca cepat bagi arisa yang seorang kutu buku di dunianya bukanlah masalah besar. Lagi pula ia memiliki ingatan yang kuat. Walau sekali membaca tapi ia faham dan hafal semua isinya.


Besok dan lusa adalah weekend. Sekolah libur. Belleri yang asli biasanya akan menghabiskan waktu untuk ke mall dan menemui Reksi di tempat tongkrongannya.


Arisa tidak akan melakukan itu. Ia faham betul dengan yang dimaksud saingan sumber daya atau bisnis. Arisa fikir Belleri dan kedua kakak kembarnya begitu bodoh sehingga sangat dekat dengan Reksi.


Bagaimana jika mereka di manfaatkan untuk membocorkan rahasia bisnis keluarganya ? Bisa saja terjadi, melihat dari ingatan Belleri bahwa kakak kembarnya seperti bawahan penurut berkedok sahabat bagi Reksi. Dan Belleri yang rela melakukan apapun untuk Reksi.


Remaja memang labil dan tidak logikawi.


Arisa menggeleng kasihan pada mereka. Bodoh.


"Selamat siang nona." Sapa seorang lelaki paruh baya berpakaian rapi.


Belleri mengangguk sekali.


Di depannya adalah yeye. Seorang kepala pelayan di keluarga Betrix. Orang kepercayaan Andreas, yeye selalu melaporkan segala kejadian yang dialami putra putri Betrix kepada Andreas. Tanpa ada yang ditutupi secuil tai kuku pun.


Semua orang memanggilnya yeye. Lelaki sekitar berusia 50 tahun an. Selalu tampil energik dan ceria. Tua bukan alasan untuk tidak tersenyum.


Belleri masuk ke dalam mansion dengan santai. Ia melempar tas diatas sofa dari jarak 1 meter. Tepat bersandar, seperti diletakan dengan rapi dari jarak yang sangat dekat.


Belleri melihat yeye yang mengikutinya, lantas ia duduk santai di sofa. Menarik tangan kanan dari saku rok dan menyimpan jaket di atas pahanya. Sesantai itu, hingga yeye merasa bahwa nona nya kelihatan seperti orang yang tidak punya beban hidup.


"Apakah keluarga Betrix masih bisa mengirimkan anaknya ke kelas bisnis? "


yeye tercengang, bukan karena pertanyaannya. Melainkan karena nada bicaranya begitu formal dan berwibawa. Sangat jarang bahkan hampir tidak pernah dilakukan oleh nona mudanya.


Nona tidak hilang ingatan tapi sepertinya hilang karakter.

__ADS_1


Wajah terkejut yeye sangat kentara. Belleri berdehem sekali tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah keriput yeye.


Yeye tersadar, ia merasa malu dengan tampang bodohnya barusan. Merapikan kerah bajunya sebentar kemudian sedikit berdehem untuk menormalkan nada bicaranya.


"Maksud nona kelas tambahan untuk para penerus bisnis keluarga ?"


Belleri mengangguk sekali


"Sebenarnya untuk keluarga Betrix sendiri tidak perlu mengirimkannya lagi, nona. Karena Tuan muda Rain sudah mulai membantu Tuan di perusahaan."


Belleri diam. Matanya tidak lepas dari wajah tua yeye.


Yeye yang berprasangka bahwa mungkin nona nya menanyakan 'apakah bisa salah satu dari kaka kembarnya mengikuti kelas bisnis juga? ' menjadi berbinar. Mungkin, kedua kakak kembarnya sudah kembali rukun dengan nona sehingga meminta nona menanyakan pertanyaan seperti itu padanya.


"Tapi jika keluarga betrix menginginkan putra lain untuk mengikuti kelas bisnis lagi, itu tidak masalah. Nona, apakah tuan muda Brian atau tuan muda frian ingin mengikuti kelas bisnis ? "


Tanya yeye, tidak menyembunyikan raut bahagianya.


"Tidak."


Seketika raut yeye berubah menjadi bingung. Jika bukan tuan muda kembar lalu untuk apa nona menanyakan tentang kelas bisnis ?


Melihat raut bingung di wajah yeye. Mau tidak mau Belleri melanjutkan kalimatnya.


Pakk..


Memalukan, rahang yeye terjatuh dengan tidak elegan. Kini mulutnya ternganga. Tidakkah yeye takut itu akan menyinggung nona mudanya ?


Yeye jika melihat wajahnya sendiri dalam keadaan seperti ini, pasti akan memilih menyelam di lautan daripada bertemu kembali dengan nona.


Nona muda tidak pernah tertarik dengan hal belajar dan juga tidak perduli dengan urusan bisnis keluarganya. Yang nona muda tahu hanyalah menghabiskan uang dan mengejar cinta tuan muda Reksi.


Meskipun keluarga tuan muda reksi adalah saingan bisnis keluarga betrix tapi keluarga betrix tidak melarang anak-anaknya untuk berteman dengan siapapun. Asalkan dalam lingkup pergaulan yang tidak menyimpang.


Menyebut tuan muda reksi, apa mungkin nona ingin mengikuti kelas bisnis untuk bisa bersama dengannya selama 6 hari ? Di sekolah dan di kelas bisnis.


Memikirkan ini sungguh kasihan nona muda, cintanya sudah bertepuk sebelah tangan.


Raut wajah yeye menjadi sedih dan ada rasa kasihan.


"Apa nona yakin? " Tanya nya dengan kasihan.


"Hm."

__ADS_1


Belleri mengangguk. Kemudian berlalu menaiki tangga menuju kamarnya.


Melihat punggung santai Belleri menaiki tangga, yeye tidak bisa membantu. Ia menghela nafas, lalu mengambil iphone keluaran terbaru dari sakunya.


"Selamat siang tuan."


"Ada apa."


Suara disebrang sana jelas tidak ingin berbasa basi.


"Tuan, nona meminta untuk di masukkan ke kelas bisnis."


Ada jeda sebentar. Sepertinya pihak kedua sedang terkejut sama seperti yeye saat mendengar langsung dari nona.


"Lakukan, kamu urus semuanya."


"Baik tuan. Se.."


tut tut tut


Sebelum yeye melanjutkan kalimat keduanya, andreas mematikan panggilan lebih dulu.


Yeye sabar, dia sudah sering mengalami kejadian seperti ini.


Yeye tidak menjadi siput yang lambat dalam berlari. Ia segera menyelesaikan semua urusan untuk nona mudanya.


Sebelum jam makan malam yeye sudah menyelesaikan semua administrasi Belleri.


"Nona, apakah nona akan mulai kelas besok atau minggu depan ?"


Kelas bisnis untuk para penerus pebisnis ini dilakukan seminggu sekali dan itu biasanya pada hari sabtu, hari weekend.


Kelas bisnis termaksud bukan berasal dari sekolah SMA tempat Belleri sekolah. Ini kelas khusus dengan Para pengajar yang khusus pula seputar bisnis, managemen dan perusahaan.


"Besok."


"Baik nona, kalau begitu bersiap-siaplah untuk besok jam 8 pagi."


Belleri mengangguk.


Bersamaan dengan masuknya remaja lelaki dari arah pintu luar. Dia melirik sebentar ke arah meja makan yang hanya dibatasi dinding se perut. Memperlihatkan perempuan berpakaian baju santai yang menunduk.


Belleri sedang melanjutkan menghapus foto-foto yang berjumlah 800 di aplikasi instagram. Belleri melakukannya pertama kali sebelum bel masuk sekolah. Karena jumlah ratusan ia tidak menyelesaikan semuanya.

__ADS_1


Banyak foto-foto terbuka Belleri dulu dan foto Reksi. Foto masa anak-anak bersama Reksi bertebaran di akunnya. Benar, dulu Belleri dan Reksi sahabat masa kecil. Setidaknya sebelum Belleri memutuskan untuk mengejar Reksi menjadi kekasihnya.


__ADS_2