Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Merayakan Keselamatan dengan BBQ


__ADS_3

"Dia menang." Penonton bersorak.


"Pasti menang. Carles saja dikalahkan, bagaimana dengan yang lain."


Pertandingan berakhir dengan pembalap baru sebagai pemenang. Kamera membidik dari berbagai sudut. Wartawan berlarian menghampirinya yang sudah keluar dari arena.


Elle mendekati tuan lane yang duduk diatas podium bersama MC. Sebagai penyelenggara acara ia memantau dari atas panggung.


"Baiklah kita telah melihat pemenangnya. Selamat kepada pembalap, dan selamat kepada tuan lane yang sekali lagi memenangkan balapan untuk ke empat kalinya."


"Silahkan untuk naik ke atas panggung."


Elle belum melepaskan helmnya ia menghadap tuan lane. Tuan lane mengerti ini, ia segera mengangguk dengan penuh kepuasan. Kemudian tuan lane menghampiri mc, mengambil alih acara.


"Terima kasih kepada semua partisipan, penonton dan para elit bisnis yang hadir. Saya sangat senang bisa menang lagi untuk yang ke empat kali. Kali ini saya berdiri disini bukan untuk memberikan sambutan. Saya akan mengumumkam sebuah kontrak."


Tiba-tiba semua hening. Para pebisnis penasaran kontrak apa yang dimaksud tuan lane. Sangatlah jarang tuan lane yang bangga tiba-tiba tidak berniat memberikan pidato atas kemenangannya. Kontrak yang dimaksud pasti sesuatu yang sangat penting bagi tuan lane.


Tidak bagi andreas, ia kecewa. Betrix telah kalah. Tidak ada lagi alasan untuk tetap disini, jika ia bersikeras hanya akan menjadikan betrix sebagai bahan olok-olokkan. Saat ini hatinya hancur, Ia bergegas dengan amarah.


"Saya mengumumkan kerjasama dengan perusahaan betrix."


Tiba-tiba langkah andreas terhenti saat nama betrix terdengar di pengeras suara. Andreas linglung sejenak, apa maksudnya ?


"Benar, sebagaimana perjanjian yang telah saya sepakati bersama pembalap ini."


Tuan lane menepuk bahu elle sekali. Ia menatap takjub pada seorang perempuan yang mengalahkan semua laki-laki di lapangan.


Tuan lane teringat keluhan putranya, perempuan saja sudah tidak masuk akal apalagi ini seorang bellerie betrix. Mulai detik ini juga pandangan tuan lane berubah. Bellerie betrix tidak seperti rumor yang menyebar. Ia adalah pahlawan wanita. Kesan tuan lane untuk bellerie betrix semakin dalam.


"Tuan andreas silahkan untuk menerima kontrak ini."


Tuan lane menyodorkan dokumen ke depan dengan kedua tangannya.


Namun andreas tidak menanggapi, ia masih bingung dengan tuan lane. Siapa pembalap itu, apa hubungannya kontrak kerja sama dengan pembalap itu ? Andreas memikirkan beberapa hal.


Melihat andreas yang masih mematung di tempat, tuan lane mengkode elle.


Elle faham dengan tatapan ini, ia membuka helmnya. Nampaklah kecantikkan yang tidak asing. Semua orang tiba-tiba tercengang.


"Dia perempuan? "


"Bukankah dia bellerie betrix? "


"Dia benar-benar bellerie."


Tidak menyia-nyiakan kesempatan, para reporter segera mengarahkan kamera ke arah bellerie. Pasalnya ini akan menjadi berita menarik. Putri bungsu keluarga betrix yang suka mengacau kini menjadi pahlawan keluarga. Berita ini pasti akan menjadi viral.


Andreas tersadar, bukannya melangkah. Ia malah semakin kesurupan menatap bellerie.


"Saya juga akan membantu perusahaan betrix."


Seorang pria muda naik ke atas panggung mendekati elle.


"Maaf anda siapa? "


Tanya tuan lane.


Pemuda itu tersenyum. Ia melirik ke bawah panggung, ada seorang anak laki-laki seumuran bellerie disana.


"Saya Feng Yuxiao dari keluarga feng."


Pa'


Tuan lane menjatuhkan rahangnya.


Apa tadi barusan ? Keluarga feng ? Tidak mungkin, keluarga feng tidak suka memperkenalkan dirinya di depan umum. Apa dia penipu ? Berani sekali mengatasnamakan keluarga feng.


Ia mengorek-orek kupingnya. Atau mungkin ia salah dengar.


"Maaf, anda dari mana? "

__ADS_1


Tanya tuan lane memastikan.


"Keluarga feng. Saya disini untuk nona bellerie."


Jawab Feng Yuxiao sambil menyerahkan kartu nama pada tuan lane.


"Ini benar-benar Tuan muda tertua dari perusahaan raksasa feng." Seru tuan lane dengan kaget setelah membaca kartu nama.


Microphone masih on, percakapan mereka terdengar semua yang hadir. Mereka para pebisnis termenung.


Apa yang terjadi ?


Keluarga betrix yang di sebut-sebut akan bangkrut mendapat dukungan dari keluarga feng. Seolah nenek moyang mereka telah menyelamatkan dunia sehingga keturunannya mendapatkan jackpot besar hari ini.


Tak terkecuali dengan Jack ia sudah berlutut di tanah.


"Kak Jack kenapa? "


Ucapan lily menyadarkan reksi dan teman-temannya.


"Bellerie, Keluargamu dan keluarga feng..."


Jack tidak mampu lagi melanjutkan. Ia menatap frian dan brian bergantian.


Mereka mengira dunia sebentar lagi akan kiamat. Bagaimana mungkin keluarga feng, keluarga raksasa yang selalu bersembunyi tiba-tiba muncul di depan publik. Yang lebih mengejutkan adalah dia disini untuk bellerie. Semua mata akhirnya tertuju pada perempuan cantik yang berdiri dengan santai, dimatanya penuh ketidak perdulian. Seolah kejadian ini bukanlah hal besar yang harus dikagumi. Ekspresinya bahkan tidak berubah.


"Bellerie sangat keren..."


Anak laki-laki di belakang frian berseru dengan takjub. Yang lain juga setuju.


Mungkin perusahaan betrix sedang menurun saat ini, tapi setelah mendapat suntikkan dana siapa yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Bagaimana pun juga kemampuan andreas tidak dapat di remehkan. Betrix hanya kekurangan dana bukan kehilangan kemampuan. Mereka merasa market akan semakin sempit. Ancaman besar menanti di depan sana. Melihat ini, para pebisnis berputus asa.


Mereka yang sejak tadi menertawakan betrix, memucat. Memikirkan balas dendam apa yang akan dilakukan andreas. Mereka diam-diam mengutuk kebodohannya. Tidak bisa tidak melihat nona muda keluarga betrix yang membalikkan keadaan.


Apa yang dilakukan bellerie pada keluarga feng, sehingga Feng yuxiao penerus keluarga feng memihaknya ? Mereka tidak menyangka seorang pembuat onar seperti bellerie mendatangkan keajaiban yang luar biasa. Ini tidak berlebihan, karena memang selama ini keluarga feng jarang muncul di depan publik.


Para pebisnis mempercayai bahwa siapapun yang bisa menjalin kerja sama dengan keluarga feng adalah orang yang hebat. Dan bellerie adalah orangnya.


Janson menyadarkan andreas dari kesurupan.


Segera andreas mengayunkan kaki mendekati bellerie. Matanya tidak pernah lepas dari wajah cantik elle. Ia mengalami kerumitan perasaan, senang, terkejut, bersyukur, sedih dan emosi lain yang sulit andreas ungkapkan.


"Tuan andreas, perkenalkan saya Feng Yuxiao."


"Senang bertemu dengan anda tuan feng."


"Permisi.."


Seseorang datang memotong pembicaraan.


"Nona bellerie, kita bertemu lagi."


Elle menengok, ia kenal siapa pak tua ini. Elle mengangguk sopan.


"Nona, saya sudah memberikan kartu nama. Tapi sepertinya nona lebih suka mandiri."


Pria itu tertawa, setengah bercanda.


"Anda ..? "


Andreas mencoba mengingat siapa pria ini.


"Oh, Maaf semuanya saya memotong. Saya Harry Jordan dari kota Z. Kalau boleh, saya ingin mengajukan kerja sama dengan tuan andreas."


Andreas bungkam. Sekali lagi ia melirik putri bungsunya yang acuh tak acuh.


"Saya ingin membalas budi pada nona bellerie yang telah menyelamatkan putra dan keponakan saya."


Andreas linglung, masih menatap bellerie yang santai dengan situasi seperti ini.


"Baiklah, mari kita bicarakan kerja sama kita di ruang saya."

__ADS_1


Tuan lane yang melihat keterkejutan di mata andreas, segera menengahi. Membawa mereka menuju ruangan pribadi.


Tuan lane sangat senang seolah mendapat lotere ia tidak berehenti tersenyum. Ini akan menjadi kerja sama paling menguntungkan selama hidupnya. Ia menepuk bahu bellerie dengan bangga sebelum berlalu meninggalkannya.


Bellerie turun panggung. Ia menatap rain yang juga sedang menatapnya. Pandangan rain begitu lekat, bellerie menyadarinya tapi ia tidak perduli. Kemudian mengalihkan pandangan pada anak-anak sekolah yang menunggu di depan.


"Bellerie, kita bertemu lagi."


Elle menoleh, ia mendapati seseorang yang pernah dikenalnya.


"Iya. Terima Kasih Feng Lusheng."


"Bellerie, bagaimana kau tahu nama depanku? " Lusheng bercanda, Ia tahu bellerie pasti menyadarinya saat Feng Yuxiao meliriknya. Bellerie adalah orang yang cermat.


Elle tidak menjawab lagi.


"Bellerie, apa kau tidak akan berterima kasih padaku ?"


"Terima kasih, rey."


Rey tersenyum puas.


"Elle, siapa mereka? "


Jinyi menghampiri dengan tergesa-gesa.


"Hai kita teman-teman sepenculikkan dengan bellerie."


Julian bergurau.


"Hah?"


Yang lain tertawa.


"Aku julian, ini rey, sisil, rafi dan lusheng."


"Aku tahu dia Feng Lusheng." Balas jinyi.


"Darimana kau tahu margaku? "


"Tidak ada yang tidak aku ketahui."


Jinyi berkata dengan bangga.


"Lalu, kalian? " Sambung Jinyi.


"Kami adalah sekumpulan anak-anak yang di buang ke hutan." Sambung rafi yang di iringi gelak tawa yang lain.


"Beruntung kita dapat kembali dengan selamat, atas bantuan bellerie." Sisil menimpali dengan senyuman.


"Oohh jadi, waktu elle menghilang itu karena di buang ke hutan? " Tanya jinyi mengulang.


"Apa bellerie tidak cerita padamu? "


Tanya julian.


"Tidak."


Jinyi menjawab dengan polos.


"Baiklah lupakan. Bagaimana kalau kita makan bersama. Kita belum sempat merayakan keselamatan kita." Rey mengusulkan.


"Ide bagus. Ayo kita pergi ke restoran BBQ, aku akan mentraktir kalian." Kata Lusheng.


"Setuju. Kalian Jangan khawatir, dia adalah anak orang terkaya di kota X. Mentraktir kita tidak akan membuatnya bangkrut."


Bisik jinyi yang masih terdengar oleh lusheng dan elle.


"Ha ha ha... Baiklah."


Putus rey.

__ADS_1


__ADS_2