
Masalah ken telah diselesaikan. Elle kembali ke mansion dengan memanjat pagar. Ia melihat jam tangan waktu sudah menunjukkan pukul 23.10, artinya sudah terlambat. Tidak mungkin ia masuk lewat pintu depan, pasti sudah dikunci. Orang-orang sudah tertidur. Elle hanya bisa memanjat lewat balkon kamarnya.
Saat ia sampai di dalam kamar. Ia mendengar langkah kaki di luar pintu. Elle mengerutkan kening, lalu berbaring di temoat tidur dan membungkus dirinya dengan selimut.
Kriet...
Pintu kamar dibuka, sesosok yang tinggi masuk dengan langkah pelan. Elle yang menutup mata tidak khawatir sama sekali. Ia mengenal aroma familiar ini.
"Elle, selamat malam." Pria tinggi itu mencium kening elle dengan lembut, merapihkan rambut elle yang menyelinap menutupi matanya. Ia mengusap kepala elle perlahan-lahan, takut membuatnya bangun.
Setelah itu, ia keluar dengan menutup pintu ringan.
Elle membuka matanya, andreas sepertinya sangat berbeda dari novel yang elle baca. Bukankah seharusnya dia acuh tak acuh sampai akhir ? Elle yakin, tidak pernah disebutkan dibuku sekalipun tentang andreas yang setiap malam pergi ke kamar putrinya untuk mengucapkan selamat malam.
Tapi elle tidak terlalu banyak berfikir. Elle menduga bahwa setelah ia ikut campur membantu membuat kontrak dengan tuan lane. Hasil seperti ini adalah adalah berbanding lurus, andreas seharusnya sadar bahwa putrinya yang dia acuhkan selama bertahun membantu mempertahankan perusahaan. Menjungkir balikkan krisis keuangan keluarga Betrix. Sehingga ia ingin menebus kesalahanya di masa lalu.
Hari ini setelah pulang sekolah, elle melihat para pelayan dimansion sibuk mindar mandir, yeye mengatur kesana ke sini. Halaman depan yang luas disulap menjadi tempat perjamuan yang mewah, beberapa orang mempersiapkan meja dan kursi ada juga yang mengatur tata letak dekorasi dan aula para tamu. Elle memasuki rumah, dekorasinya jauh kebih indah daripada di halaman depan.
"Nona, tuan telah menyiapkan gaun untuk nona pilih di kamar. Silahkan nona."
__ADS_1
Eri bersemangat, ia akan mendandani nona muda dengan sangat cantik kali ini. Perjamuan keluarga istimewa, nona tidak boleh terlihat biasa-biasa saja.
Ding!
Elle melihat hp yang berbunyi. Pesan dari jinyi datang.
Jinyi : "Elle, tunggu aku dan orang tuaku. sampai jumpa nanti malam elleku "
Jinyi juga mengirim emoticon love.
Elle tidak membalasnya.
Ding !
Carles : "Elle, aku dan ayahku akan datang ke perjamuan. Jangan lupa menyambut kami."
Elle juga tidak membalas.
Ding!
__ADS_1
Pesan ketiga datang lagi, kali ini dari lusheng.
Lusheng : "Elle, paman ken bersikeras untuj ikut perjamuan. Apa yang harus aku lakukan? "
Elle berhenti beberapa detik.Lalu ia mulai mengetik.
Bellerie : "Biarkan."
Lusheng : "Bagus, kalau begitu aku akan mendandaninya 😁. Sampai Jumpa nanti malam, elle."
Elle menutup telpon dan tidak membalas lagi.
Eri telah menyiapkan 2 gaun kali ini. Untuk dipilih salah satunya oleh elle. Rupanya, sekarang andreas telah melihat referensi gaun favorit elle, tidak ada lagi gaun yang merah muda, tidak ada lagi gaun yang berkelip-kerlip. Kedua gaun ini adalah model fashion elegan yang disesuaikan dengan trend remaja sekarang. Karena andreas melihat bahwa elle lebih menyukai sesuatu yang sederhana dan tidak mencolok. Andreas memilihkan dua gaun elegan mewah ini, tidak ada aksesoris seperti berlian atau mutiara yang ditempatkan pada bagian gaun.
Elle cukup puas. Sesuai dengan style nya.
Ding!
Hp elle berbunyi lagi. Dengan malas elle membuka lockscreen dan melihat pesan dari seseorang.
__ADS_1
Ray : Elle, sampai jumpa nanti malam. Jangan lupa hadiah pertemuan, hheee...
Elle menghela nafas. Anak-anak ini sangat kekanak-kanakkan. Bukankah hanya perjamuan orang tua ? Untuk apa mengirimnya pesan dan meminta hadiah ? Elle mengabaikan pesan Ray.