Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Selena Yang Egois


__ADS_3

Ini hari pertama elle bersekolah setelah di culik. Rupanya berita itu menyebar dengan luas, sepanjang perjalanan menuju kelas telinga elle berdengung tiada henti.


Meski elle telah duduk di bangku dengan tenang, beberapa siswa masih melirik dan berbisik-bisik. Bellerie tidak perduli, saat ini dirinya sedang memainkan hp.


Ia ingat bahwa hp dan tasnya dirampas penculik. Lalu saat ia kembali, tas itu ada di kamar. Entah siapa yang membawanya. Elle bertanya pada eri, ia menjawab bahwa nona jinyi yang membawanya.


Jinyi ternyata sungguh tulus berteman dengan elle. Teman seperti jinyi tidak seharusnya di sia-siakan, fikir bellerie.


Elle tidak suka kepura-pura an. Ia memperlakukan jinyi sebagaimana karakter aslinya bertindak. Meski Arisa sekarang berada di tubuh elle, ia merasa tidak harus mengubah karakter.


Di kehidupan sebelumnya, arisa juga tetap dingin kepada sepupu. Meski sepupu terus mengganggu.


Tidak seharusnya menjadi orang lain untuk membahagiakan seseorang.


"Selamat pagi semua."


Jam pelajaran pertama sudah dimulai. Bellerie mendengarnya, tapi ia tetap menunduk. Memainkan hp.


"Selamat pagi, bu."


"Hari ini kita kedatangan murid baru."


Guru tersenyum ramah, ia melihat murid-murid yang begitu penasaran. Beberapa senang dan yang lain biasa saja.


Lalu ia mengalihkan pandangan ke arah pintu.


"Sini masuk nak."


Seseorang yang di sebut murid baru memasuki kelas. Ia seorang perempuan, rambutnya dikuncir satu. Dan wajah itu tidak asing.


Murid-murid yang melihat ini tertegun.


Bukankah itu anak pengendali kamera ? Fikir mereka.


Mereka mendengar beberapa sebutan untuk anak para pengusaha terkenal. Termasuk pengendali kamera untuk gadis itu, karena keluarganya mempunyai perusahaan di bidang media. Yang berhubungan dengan kamera dan tv.


"Silahkan perkenalkan dirimu."


Ia melihat guru setengah baya, kemudian mengangguk lembut.


"Hai.. Namaku Jinyi Calvier. Senang bertemu dengan semuanya."

__ADS_1


Siapa yang tidak mengenal marga calvier ?


Pengusaha terkenal di industri media. Berita-berita nya banyak yang viral, para reporter dari perusahaan calvier selalu mendapat berita yang tidak didapatkan reporter lain. Sehingga orang-orang menyebut mereka sebagai reporter penggali berita sampai ke akar-akarnya.


Selain itu, stasiun tv calvier saat ini sedang mengontrak Selena sebagai aktris drama series. Hal ini menaikkan rating chanel televisi. Stasiun tv calvier tiba-tiba menjadi perbincangan dikalangan muda dan tua.


Kekuatan media tidak bisa disepelekan. Para pebisnis bisa bangkrut dalam sekejap, orang-orang biasa bisa dikucilkan dalam kedipan mata dan para pekerja bisa kehilangan karir degan mudah. Itu akan terjadi jika media memberitakan sesuatu yang menyimpang dan buruk tentangnya.


Mereka yang mengetahui ini melihat jinyi dengan waspada. Takut-takut jika membuat masalah, mereka akan diberitakan buruk di media. Mungkin itu bisa berdampak pada perusahaan keluarga mereka.


Sedangkan jinyi terlihat biasa saja. Ia melihat kebangku pojok, semula bellerie menunduk namun segera mengangkat kepala setelah jinyi memperkenalkan diri.


Jinyi senang, ini yang ia tunggu-tunggu.


"Baiklah jinyi, kamu duduk di bangku pojok."


Guru menunjuk bangku kosong di sebelah bellerie. Jinyi mengangguk antusias, ia melangkah dengan suka cita.


Ia terus tersenyum menatap bellerie.


"Elle akhirnya kamu kembali."


Bisik jinyi memeluk elle dari samping. Tak lama pelukan terurai, elle nampak risih. Melihat ini jinyi kecewa, rautnya berubah menjadi sedih.


Tersenyum ?


Ia akan mengingat hari dan tanggal ini, pertama kali elle tersenyum padanya Fikir jinyi, dramatis.


"Terima kasih." Balas elle


"Tidak, seharusnya aku yang berterima kasih."


"Terima kasih, elle."


Mata jinyi memerah.


"Sebenarnya kemarin aku akan menemui mu, tapi mama bilang aku hanya akan menggangu istirahatmu. Karena itu aku memutuskan untuk pindah sekolah. Agar selalu bersama mu, elle."


Binar dimata jinyi meneteskan air mata. Elle mengangguk, keduanya fokus mengikuti pembelajaran.


Berbeda dengan elle yang belajar di kelas, justru kaka pertamanya kini tengah berada di kantin. Di depannya seorang pengganggu yang cerewet. Orang itu dari tadi berbicara seolah dia adalah seorang istri yang memarahi suami.

__ADS_1


Semula rain duduk bersama teman-teman, satu laki-laki dan satu perempuan. Ketiganya murni berhubungan karena pertemanan. Namun tiba-tiba seorang datang dan mengusir perempuan itu. Rain merasa tidak enak, ia menegur selena. Percuma, karena selena adalah selena. Perempuan egois dan pemaksa.


"Saya datang untuk menemui orang penting." Katanya menunjuk rain. Selena datang memakai masker dan kacamata hitam, sehingga orang-orang tidak mengenalnya.


"Apa kamu tidak keberatan meninggalkan kami berdua."


Selena melirik perempuan di depannya. Beralih ia menatap laki-laki di depan rain. Selena memandang perempuan itu dengan jijik.


Bagaimana bisa seorang perempuan bersama dengan dua laki-laki sekaligus. Meskipun mereka hanya berteman, tapi selena tidak menyukai ini. Yang jadi milik selena hanya untuknya. Dia tidak perduli dua orang itu berpendapat bagaimana. Jujur, ia juga mengaku egois.


"Apa kamu akan tetap mendengar obrolan kami disini? " Katanya lembut.


Jelas bahasa selena penuh kemunafikkan. Dia mengusir secara halus perempuan yang sedari tadi bergantian menatap rain dan lelaki di sebelahnya. Seolah bertanya 'Ada hubungan apa rain dan orang itu ? '


Mengerti ini selena kesal. Ia akan berteriak di depan muka wanita itu bahwa rain adalah calon tunangannya. Namun, citranya sebagai artis besar harus tetap baik. Sekali lagi selena menatapnya.


"Saya akan berbicara dengan rain, seseorang yang penting bagi saya."


Selena memaksakan bicara semanis mungkin.


"Katakan saja disini."


Rain berbicara, setelah beberapa menit hanya diam. Ia memandang selena dengan sedikit kedinginan di matanya.


"Rain, saya ingin berbicara berdua denganmu."


Selena menatap dua orang pengganggu di depan. Ia seolah sengaja melakukan itu untuk mempermalukan mereka.


Namun, reaksi rain di luar kemauan. Ia malah terdiam, bahkan tidak melirik selena lagi.


Melihatnya, selena geram.


"Rain, apakah kamu akan mengecewakan tuan andreas karena ini ? "


Berhasil, rain melihatnya. Selena tersenyum, ia akan melanjutkan.


"Saya rasa kerjasama ini harus dibatalkan." Katanya tersenyum sangat manis dibalik maskernya. Namun yang terdengar habyalah suaranya yang sangat lembut.


Rain sebal, ia terus-terusan diancam. walau begitu, ia tetap tidak bisa marah. Rain tahu pertunangan ini hanya sebatas bisnis, karenanya ia harus mampu mengendalikkan diri. Mungkin setelah rain menikah, ia akan meracuni selena. Rain memikirkan rencana kedepan, itu tidak buruk.


"Bisakah kalian meninggalkanku dengan dia? "

__ADS_1


Rain meminta dengan perasaan tidak enak. Pasalnya mereka sedang mendiskusikan tugas kelompok. Memang tidak terlalu terburu-buru untuk dikumpulkan. Mengingat dosen yang mengajar adalah dosen tergalak dan terketat sefakultas. Mereka tidak ingin mengerjakan tugas asal-asalan yang berakhir mendapat hukuman atau pengurangan nilai. Seketat itulah dosennya.


Berakhirlah rain dan selena duduk berhadapan dengan selena yang terus berbicara. Namun rain memasukkannya lewat telinga kanan dan keluar telinga kiri.


__ADS_2