
"Ck, Di perjamuan yang begitu bagus kenapa harus ada masalah ?" Tanya asisten heirgh.
Edenson tidak memperdulikan asistennya, dari awal sampai akhir dia bahkan tidak tertarik dengan keributan tadi.
"oh benar tuan, para pelacak telah menemukan jejak anggota organisasi. Para penjaga yang berkeliaran di jalan kota dulu berada di selatan kota X. Apa yang selanjutnya kita lakukan ?"
Edenson terdiam sesaat. Kemudian dia berdiri dan berkata,
"Pergi temui tuan tua dulu."
Asisten faham, tidak sopan bagi tamu untuk pergi begitu saja. Meskipun status tuan muda ketiga lebih tiggi daripada tuan tua betrix, bagaimanpun juga mereka sekarang tidak berada diwilayah sendiri. Untuk berjaga-jaga menjalin hubungan yang baik itu penting.
"Baik tuan."
Setelah tuan tua dan andeas menghibur para tamu atas kejadian tidak terduga barusan, acara selanjutnya berjalan tanpa hambatan sampai perjamuan selesai. Elle dan teman-temannya sudah beberapa menit yang lalu berpisah. Kini, keluarga besar betrix sedang berkumpul di ruang keluarga. Awalnya, elle sangat lelah, ia akan berbaring dikamarnya. Terima kasih kepada andreas yang mendorongnya ke ruang tamu, sehingga sekarang ia bersandar malas di sofa tunggal mengikuti rapat keluarga.
__ADS_1
Tuan tua yang memimpin rapat keluarga terlihat lebih gaalak dari biasanya. Wajah keriput itu bahkan tidak memiliki garis halus senyuman sama sekali. Selalu menunjukkan aura dingin yang siapapun tidak boleh memandang rendah kehadirannya.
"Apa yang terjadi malam ini sangat memalukan." Tuan tua menatap sikembar yang memberikan undangan pada reksi wilson. Bukannya tuan tua tidak tahu bahwa mereka berteman, dia terutama tidak melarang mereka bergaul satu sama lain di tengah persaingan dua keluarga karena yakin bahwa anak-anak hanya tahu bermain dan tidak akan menibulakn banyak kerugian pada keluarga.
Namun, setelah kejadian ini tuan tua membuka matanya. Dia tidak menyangka seorang putra wilson begityu kasar dan tidak berwibawa, yang mana akan membawa pengaruh buruk pada dua cucu laki-lakinya. Karena ini, tuan tua cukup puas dengan sikap bellerie yang semakin menjauh dari putra wilson. Tuan tua pusing melihat dua cucu kembarnya lagi.
"Jangan bergaul lagi dengan putra wilson." Ini bukan untuk negosiasi apalagi membujuk. Dari nadanya, tuan tua serius melarang mereka berteman.
"Kenapa ? Kami sudah berteman dari kecil. Sebelumnyna kakek tidak pernah melarang." Protes frian. Ia dan reksi sudah seperti saudara seperjuangan, tidak mungkin untuk memutuskan persahabatan selama bertahun-tahun karena masalah ini.
"Kakakmu rain bahkan harus mengadakan pertunangan bisnis untuk menstabilkan ekonomi perusahaan. Bahkan adikmu yang tidak pernah kamu sukai mengikuti balapan untuk mendapatkan dana perusahaan." Jangan kira tuan tua tidak tahu perselisihan diantara cucunya, Brian dan frian selalu cuek dengan bellerie sehingga bahkan istilah darah lebih kental dari air tidak berlaku untuk mereka.
"Apa yang kalian berdua lakukan sebagai anak laki-laki ? Hanya bisa membuat malu keluarga."
Frian dan Brian diam.
__ADS_1
Tuan tua berdiri, memandang keduanya dari posisi atas.
"Intinya, jangan bergaul lagi dengan anak wilson itu !" Tuan tua mendengus pergi dan mengetuk tongkat.
Anggota yang lain tidak ada niat untuk menghibur mereka, membiarkan keduanya merenungkan kesalahannya. Setelah tuan tua tidak terlihat, mereka pergi ke kamarnya masing-masing.
"Elle, istirahatlah dengan nyenyak. Selamat malam." Andreas mengusap surai hitam elle dengan kelembutan.
Elle mengernyit namun tidak mengatakan apa-apa, mengangguk sekali pada andreas lalu menutup pintu kamar. Setelah berganti pakaian menjadi piyama berlengan panjang dan celana panjang yang nyaman dan lembut, elle melemaskan badan diatas kasur. Kelopak matanya terkulai, bulu mata lentik elle bergetar naik turun. Ia menguap lalu menutup matanya. Cahaya bulan samar-samar menyelinap melalui lapisan gorden. Sperti lukisan dalam komik, elle bermimpi indah.
Drrrrrt.... Drrrrt....
Drrrt..... Drrrt....
Drrrrt.... Drrrt....
__ADS_1