Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Penculikkan Massal


__ADS_3

Bellerie membuka mata, pertama yang ia lihat adalah jeruji besi. Ia melirik ke samping kiri, dua orang siswa dengan seragam sama tergeletak tak berdaya. Orang yang disebut dengan kakak kembar bellerie memiliki beberapa lebam di wajah dan tangannya. Sudut bibir frian berdarah.


Bellerie berkedip pelan, penculikkan ini sesuai dengan alur novel.


Dalam novel Frian dan Brian diculik sepulang dari supermarket. Bellerie yang melihat kedua kakak kembarnya pingsan di tangan orang asing, tanpa fikir panjang ia menghampiri mereka. Bukannya menyelamatkan, malah menambah jakpot penculik.


Bedanya, arisa tidak menghampiri mereka. Penculiklah yang datang sendiri. Arisa tidak tahu nama jalan yang menjadi tempat penculikkan, karena tidak diceritakan penulis. Ditambah ia tidak melihat supermarket di sekitar kejadian. Alur ini arisa tidak bisa menghindarinya.


Bisa saja ia memilih putar balik bersama jinyi, tapi penculik itu akan mengejar mereka berdua sampai dapat. Kalaupun berhasil lolos, jinyi dan elle akan mendapat teror karena melihat kejadian penculikkan.


Setidaknya dengan elle yang mengalah, jinyi akan melapor pada polisi dan keluarganya. Ia juga akan berhati-hati.


Dalam novel, penculikkan ini terjadi selama seminggu. Dan memakan korban beberapa siswa sekolah menengah. Jelas ini bukan penculikkan biasa.


Elle menghela nafas, sepertinya ia harus menunggu di temukan selama seminggu disini.


Elle berdiri, ia menepuk-nepuk bagian celana dan jaket. Sebelum ke mall elle mengganti roknya dengan celana. Dikehidupannya dulu semasa SMA ia selalu membawa celana panjang. Akan menggantinya setiap kali usai pelajaran sekolah. Selain ia tidak menyukai rok, ia juga pulang pergi mengendarai motor. Kebiasaan Arisa terulang saat menjadi bellerie.


"Eughh.."


Elle tidak melirik, ia tetap bersandar pada tembok dengan satu kaki ditekuk. Terlihat tenang dan santai. Ia tahu salah satu kakak kembar bellerie terbangun.


"Dimana ini ? " Frian orang pertama yang tersadar lantas ia melihat brian dan mengguncang badannya.


"Brian bangun, brian."


"Euhmm."


Brian tersadar, ia melihat sekeliling tidak bisa berkata tapi terkejut.


"Frian, tempat apa ini? "


"Sial sepertinya kita di culik."


Penculikkan apa yang korbannya anak SMA ? Fikir Brian.


Brian melihat seseorang yang tidak asing sedang bersandar sambil menutup mata. Brian merasa aneh.


Bahkan Bellerie pun di culik. Apa ini perbuatan saingan bisnis papa nya ?


Hanya saja disini tidak ada Rain.


Frian yang melihat brian diam saja, ia mengikuti arah pandang brian. Dan menemukan sosok yang menjadi adik bungsunya. Rupanya frian membelakangi bellerie barusan.


Frian pun sama tercengangnya dengan Brian.

__ADS_1


Apa penculikkan ini khusus untuk anak-anak keluarga betrix ? Fikir frian.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? " Tanya Frian.


"Entahlah." Balas brian sambil meraba-raba saku celana.


"Dimana hp ku? " Tanya Brian.


Frian pun sama mencari hp nya.


"Kita tidak bisa meminta bantuan tanpa hp." Sambung frian.


Arrghh


Keduanya benar-benar frustasi.


Frian bangkit, ia melihat lewat jeruji besi. Ia menggetarkan besi-besi itu sambil berteriak.


"Hei bajingan, lepaskan kami. Kalian tidak tahu siapa kami hah ?"


Tidak ada yang menyahut.


"Sialan, bebaskan kami. Kami bisa memberimu apa saja asal lepaskan kami. Berapapun uang yang kalian inginkan akan kami beri. Sekarang lepaskan kami."


"Kalian tidak akan selamat karena menculik kami. Lepaskan kami sialan."


"Bangsat, bajingan. Arghh.."


Frian berteriak seperti orang kesetanan. Ia terus mengguncang-guncangkan jeruji besi, sesekali menendangnya.


'Frian bodoh.'


Belleri yang mendengarnya, menggeleng.


Brian tidak tinggal diam, ia menghampiri frian. Dan menyeretnya.


"Hentikan frian. Sia-sia kau berteriak." Kata Brian.


Bellerie membuka kelopak matanya, ia mendengar kebisingan. Ia melangkah lebih dekat ke dinding sebelah kanan.


Benar, rupanya ada orang disamping jeruji besi ini.


"Tolong.. Tolong lepaskan kami."


"Siapapun tolong lepaskan kami." Sahut yang lainnya.

__ADS_1


"Brengsek lepaskan kami."


Sahut sahut minta tolong dan makian terdengar dari sebelah kanan dan kiri tembok. Suara tangisan perempuan juga mengalun nyaring. Mendengar ini Frian dan brian mematung.


Jadi, banyak yang di culik.


"DIAM !" Suara berat itu muncul entah darimana


Seketika semua orang menjadi diam. Tidak lagi terdengar teriakan-teriakan minta dilepaskan.


Pintu besi terbuka, bellerie melihat 3 kepala ditutup kain dan tangan yang di ikat kebelakang.


Mereka di dorong paksa masuk ke jeruji. Frian dan Brian yang hendak menerjang pria kekar itu terhempas bersamaan 3 orang di depannya.


"Lepaskan kami, kak reksi bangun. Tolong. hiks hiks.. "


Suara ini...


"Lily ?"


"Reksi? "


Frian dan brian membuka ikatan tangan keduanya. Reksi menutup mata, dengan lebam-lebam di mukanya.


"Siapa yang satunya lagi? " Tanya frian.


Brian yang di dekatnya, segera membuka penutup kepala orang yang tergeletak itu.


"Jack ? "


"Sial, awalnya aku fikir ini penculikkan keluarga betrix. Rupanya penculikkan massal." Gerutu Frian


"Kak, tolong kak reksi." Pinta lily dengan air mata yang mengucur.


Frian segera mengecek nadi reksi dan jack.


"Tenanglah lily, reksi dan jack hanya pingsan. Sebentar lagi mereka pasti bangun."


Brian menghela nafas gusar. Ia melihat bellerie yang begitu tenang dan santai. Bahkan ia tidak tertarik dengan reksi yang pingsan. Dan juga ia tidak melihat amarah dimatanya saat lily bersama reksi.


Sosok itu tetap bersandar dengan tenang. Tidak ada pergerakkan sedikit pun.


' Huhh '


Brian merasa sedikit khawatir sebelumnya. Setelah melihat ini, bellerie tidak perlu di khawatirkan.

__ADS_1


__ADS_2