Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Memanfaatkan Jinyi


__ADS_3

Elle pulang sore hari, ia diantar jinyi seusai dari mall.


"Nona.."


Yeye menyambut elle dengan segelas greantea. Ia menyuruh pelayan untuk menyimpan greantea diatas meja depan, sekarang elle sedang duduk di sofa.


"Semakin hari nona semakin dekat dengan nona calvier."


Elle tidak menjawab. Ia meminum greantea dengan santai.


"Itu baik nona." Yeye tersenyum tulus.


"Suatu hari nona calvier pasti akan membantu nona. Jaga pertemanan ini, bagus untuk masa depan nona."


Yeye berkata sambil tersenyum.


Elle diam.


"Nona segera beristirahat. Saya akan melanjutkan pekerjaan lain."


Yeye berlalu meninggalkan elle yang melihat punggungnya semakin menjauh. Elle mengerti maksud yeye. Secara kasar yeye menyuruhnya untuk memanfaatkan jinyi.


Mendengar ini elle bertany-tanya, apakah betrix akan segera bangkrut ?


Tidak mungkin secepat itu kan ?


Elle tidak ambil pusing. Ia melangkah menuju kamar.


Ting!


jinyi : Elle, sepupuku bertanya tentang motor itu. Ia mendapat kabar ada yang mengendarai motornya di arena balap.


Elle membaca pesan jinyi tapi ia tetap tenang. Tidak membalas.


Jinyi : Aku bilang motornya dicuri. Dia marah besar padaku. Elle, motor itu motor kesayangannya. Hiks hiks..


Jinyi menambahkan emoticon menangis.


Elle : Hanya sebentar


Jinyi : Ya, aku harap besok adalah pertandingan nasional.


Elle tidak lagi membalas. Ia sudah berganti pakaian, bersiap untuk menuruni tangga. Langit menjadi gelap, bulan mulai menampakkam diri malu-malu. Dari luar sorotnya memancar melewati jendela kamar.

__ADS_1


Elle tidak ada waktu untuk menikmatinya. Ia akan makan malam bersama 4 orang yang telah menunggu.


Elle melihat andreas sekilas, lalu ia melirik rain dengan ekor matanya. Keadaan mereka berdua tidak baik. Andreas terlihat kurus. Elle terfikirkan apa yang dikatakan yeye. Sepertinya masalah yang dihadapi andreas cukup berat.


Elle merasa kasihan, tidak ada yang mengurus andreas. Kenapa andreas tidak menikah lagi ? Hal ini memang sesuai dengan alur novel bahwa andreas adalah seorang duda dengan 4 anak sampai plot tamat.


Elle manaruh daging sapi di atas piring andreas. Kemudian tangannya meraih sayuran mentah di piring lain dan mengalihkan pada piring andreas.


Andreas mendongak, matanya bersitatap dengan mata tajam elle.


"Kau terlihat kurus."


Elle berkata dengan wajah datar.


Siapa yang tahu ia sedang mengkhawatirkan andreas ?


Walau begitu, tindakannya telah mencerminkan rasa kepedulian.


Yang lain melihat dengan terkejut. Sudah lama elle tidak pernah berbicara kepada siapapun. Meski ditanya elle hanya akan menjawab dengan anggukan atau kata tidak.


Kali ini mereka melihat elle memulai percakapan, yang lebih mencengangkan lagi sebenarnya elle sedang mengkhawatirkan andreas.


Andreas menatap hangat pada putrinya, ia tersenyum.


Rain terkejut, ia melihat andreas dan elle bergantian. Andreas tidak pernah meminta maaf dan berterima kasih kepada siapapun, setidaknya itulah yang diketahui rain.


Tapi barusan apa ? Dia berterima kasih kepada bellerie.


Untuk rain yang berkontribusi pada perusahaan, andreas tidak pernah mengucapkan terima kasih.


Melihat ini, frian dan brian lebih kaget. Matahari tidak muncul dimalam hari bukan ?


Andreas berterima kasih untuk makanan. Mereka berfikir, apakah harus menaruh makanan dipiring andreas juga agar mendapat kata 'terima kasih' darinya ?


Sepertinya hubungan ayah dan putri bungsu ada sedikit kemajuan. Fikir yeye, ia senang dengan kemajuan keluarga ini.


Malam ini andreas makan dengan lahap. Ia senang karena elle mengkhawatirkannya. Ia kira elle tidak akan pernah membuka hati lagi untuk keluarganya. Keluarga yang dulu mengabaikannya.


Tiba-tiba andreas teringat satu hal,


"Frian Brian, sebaiknya kalian jauhi reksi. Atau fasilitas kalian disita."


Andreas berkata dengan tegas.

__ADS_1


Ia tidak perlu mengatakan hal sama pada elle. Selama kira-kira satu bulan ini elle telah membuktikan bahwa ia tidak berurusan lagi dengan reksi wilson. Andreas menjadi sedikit tenang.


Tidak perlu menunggu jawaban, andreas beranjak menaiki anak tangga. Makan malam berakhir dengan peringatannya.


"Kenapa? "


Tanya frian.


Kini tersisa frian dan brian di meja makan.


Brian yang mendengar, menggidikan bahu tidak tahu.


"Yeye."


"Iya tuan muda."


"Kau tahu sesuatu."


"Tidak ada apa-apa tuan muda."


"Jangan berbohong."


Kali ini brian yang menimpali.


Yeye menghela nafas.


"Tuan muda, tuan wilson adalah saingan bisnis tuan andreas. Sebagai saingan dia bisa melakukan apa saja untuk mengalahkan tuan andreas. Mereka ... "


"Jangan betele-tele. Apa yang terjadi? "


Potong Brian dengan datar.


Lagi yeye menghela nafas pelan.


"Tuan wilson menyabotase tuan andreas."


Frian dan Brian diam.


"Itu kan urusan orang tua, seharusnya kita tidak terpengaruh."


Bela frian.


Berbeda dengan kembarannya, brian hanya diam. Dia tidak membenarkan ucapan frian.

__ADS_1


__ADS_2