Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Teman Pertama, Jinyi


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan malam 1 jam yang lalu, kini bellerie telah berdiri di halaman belakang. Halaman ini dibagi dua, sebelah kirinya ditumbuhi bunga-bunga dan sebuah pohon mangga yang menjulang tinggi. Sedangkan bagian kanan di biarkan kosong.


Bellerie berencana untuk menjadikan halaman bagian kanan sebagai tempat latihan fisik. Tubuh arisa tidak lagi sama.


Jika dulu arisa begitu tegak, lengan menyembulkan beberapa kecil otot dan perut berbentuk abs halus. Tidak seperti laki-laki, kotak-kotak di perut perempuan terkadang tidak menonjol.


Sekarang Arisa menempati tubuh bellerie, kulit yang halus & kenyal. Tenaganya juga lembut. Ini bukan gaya arisa.


Kelebihan bellerie selain wajah yang cantik adalah tingginya. Bellerie memiliki tinggi tubuh 166 cm. Menurut arisa tinggi ini lumayan untuk gadis berusia 17 tahun kurang 1 bulan.


Besok Belleri akan memasang peralatan olah raga sederhana dan samsak.


Paling mood saat arisa melakukan tendangan dan tonjokkan pada samsak.


Di kehidupan sebelumnya, arisa melampiaskan semua kesepian dan kesendirian pada samsak. Rasanya seperti melampiaskan kemarahan pada target yang tepat.


Malam ini berakhir dengan belleri yang melakukan pemanasan selama 1 jam.


-------------------------------------------------------------


Lagi, Belleri menuruni tangga dengan begitu kerennya. Tas yang di gendong sebelah tangan dan jaket kulit berwarna coklat yang ia pegang menjuntai di sekitar kaki kanannya. Celana panjang hitam dan baju kemeja abu muda menambah kesan cool pada sosoknya.


Andreas tidak bisa untuk tidak penasaran. Setelah mendapat laporan dari yeye, andreas merasa penasaran dengan putrinya sendiri. Putri yang selama ini ia abaikan. Bukan karena ia membencinya, tapi karena kesibukannya.


Ia baru menyadari bahwa putrinya sekeren ini. Ia tidak terlihat seperti seorang perempuan, lebih terlihat seperti seorang lelaki berusia 16 tahun dengan berkepribadian dewasa. Dan auranya mulai menyeruak, mendominasi ruangan. Sejenak Andreas membatu.


Ketiga betrix bersaudara juga menatap cengo ke arah sosok yang baru turun dari tangga. Keren, begitu fikir mereka.


Suara denyitan kursi di samping Rain. Menyadarkan semua orang dari kelinglungan.


Andreas berdehem sekali. Beralih menatap wajah cantik nan santai bellerie.


" Saya dengar kamu meminta masuk kelas bisnis."


Percakapan pertama Andreas begitu mengejutkan. Betrix bersaudara tercengang. Apa yang dilakukan papahnya?


Bukan!


Bukan karena papah andreas tumben berbicara sebelum makan. Tapi karena apa katanya tadi ? Belleri masuk kelas bisnis. Jadi penampilan rapi pagi ini karena ia akan menghadiri kelas bisnis.


Jelas mengejutkan ketiga saudara betrix. Setahunya bellerie tidak pernah suka belajar dan tidak perduli dengan bisnis.


Lalu apa sekarang ?


"Hm." Balas Bellerie.


Yang lebih mencengangkan lagi bellerie hanya menjawab hm. Apa maksud dari hm nya itu ? Belleri tidak seperti biasanya, ia selalu caper dan meminta ini itu kepada andreas. Tentu andreas tidak ambil pusing, dia hanya akan menyuruh yeye menangani bellerie.


Tidak ada lagi kalimat lanjutan dari bellerie.


Damn ! Bellerie benar-benar berbeda.


Andreas membatu, tidak tahu apalagi yang harus dikatakannya. Melihat kediaman belleri, andreas merasa sedang menghadapi dirinya sendiri.


Andreas fikir mungkin inilah yang dirasakan orang-orang saat berhadapan dengannya. Putra pertamanya, Rain tidak memiliki aura dan sikap seperti bellerie sekarang.


Sarapan berakhir dengan ketenangan.


Setelah bellerie mengelap mulutnya dengan tissue. Andreas bergegas mengutarakan unek-uneknya.


"Jangan membuat masalah di kelas."

__ADS_1


Andreas memperingati bellerie.


Ini adalah kedua kali andreas memperingatinya. Pertama saat bellerie terancam dikeluarkan dari sekolah. Berbeda dengan yang dulu, tatapan dinginnya sedikit berkurang untuk satu ini.


Bellerie mendongak menatap andreas, matanya bertemu dengan tatapan dingin andreas. Ia tidak tahu harus menjawab seperti apa. Jadi ia hanya mengangguk santai sekali. Kemudian berlalu dengan tampilan belakang yang lagi-lagi membuat semua orang terkesan. Keren.


Frian tersadar bahwa di kelas bisnis ada reksi. Perkataan bellerie semalam jelas di tunjukkan untuknya dan brian. Frian sadar itu. Ia bingung harus bagaimana, disisi lain ia tidak ingin membuat keturunan betrix dipandang rendah oleh orang-orang. Disisi satunya ia juga entah kenapa menjadi pengikut reksi yang patuh dan enggan meninggalkannya. Mungkin itu juga yang dirasakan Brian.


Kembali terngiang perkataan papahnya. Tiba-tiba bellerie ingin masuk kelas bisnis, aneh. Mungkin ini trik bellerie untuk lebih dekat dengan reksi, fikir frian. Ternyata kegilaan bellerie belum berubah. Sejauh yang ia tahu bellerie tidak pernah suka belajar. Maka satu alasan yang cukup untuk menjawab keheranannya, yaitu reksi.


Cih.!


'Dia tidak berubah.' sinis frian dalam hati.


Setibanya di kelas, bellerie di perkenalkan oleh guru pengajar. Dalam kasus ini bellerie benar-benar sekelas dengan reksi. Senang atau tidak senang bellerie harus menghadapi reksi. Ia tidak perduli. Keputusannya untuk memasuki kelas bisnis adalah untuk mencari peluang.


Tidak ragu arisa adalah seorang introvert yang membenci keramaian dan kurang berinteraksi. Tapi tidak dengan bisnis. Interaksi yang dilakukannya menghasilkan uang. Berbeda saat berinteraksi dengan teman biasa, membuang waktu.


Bellerie menempati kursi kosong di samping seorang gadis berambut hitam bergelombang. Terulang kembali duduk di bangku paling belakang. Bellerie tidak perduli, yang dilihatnya kini apakah ada kemungkinan peluang bisnis disini ?


"Baiklah murid-murid, hari ini kita akan melanjutkan pelajaran managemen bisnis."


Guru melihat ke bangku belakang, ia tidak menyangka betrix mengirimkan lagi satu keturunannya di kelas bisnis.


Awalnya guru akan menempatkan bellerie di kelas satu. Karena keterlambatannya satu tahun. Tapi bellerie menawarkan diri untuk mengikuti tes akselerasi.


Guru itu mencemooh bellerie yang mengikuti tes untuk duduk di kelas dua. Bukan cuma dirinya, melainkan pemimpin kelas bisnis juga menyayangkan kebodohan putri betrix.


Pasalnya rumor mengatakan bahwa putri bungsu keluarga betrix pembuat onar di sekolah, selalu membully dan tidak pernah masuk rangking 10 besar.


Siapa yang akan percaya dengan kemampuannya ?


Siapa sangka putri bodoh yang terkenal itu mampu menyelesaikan tes selama 2 jam. Soal-soal dari beberapa mata pelajaran diselesaikan secepat itu ? Bahkan dikelas diadakan ujian selama 3 hari.


Dalam hal ini guru dan kepala sekolah tidak bisa menolak, selain memasukkan Bellerie ke kelas dua.


Tiba-tiba mereka semakin khawatir dengan raksasa betrix. Rumor tentang putri bungsunya tidak sama dengan kenyataan. Putri betrix seorang jenius.


"Pak sam."


Sapaan dari muridnya menyadarkan pak sam, guru management dari lamunan. Pak sam beralih menatap siswa yang mengacungkan tangannya.


"Iya, ada apa alex ? "


"Saya punya pertanyaan untuk materi sebelumnya." Balas Alex.


"Baiklah, sekarang kita akan belajar dengan metode tanya jawab. Kalian siapkan pertanyaan, saya akan menjawab pertanyaan kalian satu per satu."


"Baik pak." Jawab serempak siswa


Lagi tatapan Pak sam beralih pada bellerie yang sedang membaca buku. Entahlah buku apa yang dibacanya.


Jika orang sepertinya disebut bodoh, lalu apa siswa-siswi ini ? Sampah ?


Memikirkan ini pak sam malu atas pemikiran sebelumnya.


Kelas selesai, bellerie masih belum berdiri. Melihat ini, perempuan disampingnya tidak bisa pergi begitu saja.


"Hai bellerie."


Bellerie menoleh, ia melihat seorang perempuan tengah melambaikan tangan dan tersenyum lebar padanya.

__ADS_1


"Kenalkan namaku jinyi. Senang menjadi teman sebangkumu."


Belleri mengangguk pelan.


"Kamu dari keluarga betrix yah. Suatu kehormatan bagiku untuk bertemu denganmu." Katanya lagi sambil menundukkan kepala.


Bellerie tidak menjawab, ia sibuk membereskan peralatan tulis.


"Bolehkah aku memanggilmu elle ?"


Belleri menoleh kepada jinyi. ekspresinya tidak berubah walau sebenarnya ia terkejut. Dalam ingatannya, bellerie sering menyebut namanya elle di depan keluarganya dan reksi.


Orang - orang mulai membicarakan bellerie, bukan hanya karena dia mengabaikan jinyi. Tapi mereka sudah mendengar desas desus tentang sikap belleri.


Ini merasa aneh bagaimana jinyi tidak ditempatkan di kelas satu ? Padahal dia siswi baru. Hanya dua alasan yang masuk akal, Belleri menyuap dan mengancam.


Benar yang dikatakan rumor, gadis itu tergila-gila pada reksi. Fikir mereka.


"Kamu diam berarti kamu setuju." Kata jinyi terus tersenyum.


Bellerie menelusuri lebih dalam mata jinyi, tidak ada kepalsuan atau kepura-puraan. Dengan begitu bellerie dapat simpulkan bahwa gadis di depannya tulus. Sekilas mengingatkannya pada sepupu terdekatnya.


Memikirkan itu, dia merindukan kehidupannya. Aura menyendiri bellerie menyeruak memenuhi kelas.


Orang-orang terkejut, merasakan perubahan atmosfer yang tiba-tiba. Mereka mundur dan melangkah meninggalkan kelas tidak lagi berani berbisik-bisik tentang bellerie.


Jinyi juga merasakannya. Ia seolah terdorong untuk tidak mendekati bellerie. Tapi entah ada apa, justru hal ini membuatnya tertantang.


"Elle, apa kamu di jemput ? Kalau tidak ayo pulang bersamaku. Aku akan mengantarmu." Jinyi bertanya dengan penuh keberanian.


Bellerie tersadar, ia menarik kembali auranya. Kemudian beralih menatap manik mata hitam jinyi. Yang ditemuinya bukan lagi ketulusan tapi ketertarikan. Jinyi seperti menyukainya.


Bellerie mengangguk santai, kemudian berjalan menuju tempat penjemputan.


Sepanjang jalan jinyi selalu mensejajarkan langkah dengan bellerie.


"Yah mobil jemputanmu sudah datang, elle."


Katanya dengan raut sedih.


"Apa kau mendengarkan ceritaku tadi elle? "


Selama menunggu mobil jemputan, jinyi berbicara banyak hal yang tidak penting.


Dan hanya dibalas diam oleh bellerie yang sekarang sudah duduk di kursi penumpang.


"Baiklah, tak apa.Ini kartu namaku, disana ada no chat dan akun sosial media."


Jinyi menyerahkan kertas bertekstur keras, ukuran 6x5 cm kepada bellerie. Untungnya disambut baik oleh bellerie.


Bellerie fikir karena ini adalah kelas bisnis, maka orang di depannya adalah penerus bisnis keluarga. Mungkin suatu saat pertemanan ini akan berguna. Lagipula, jinyi sendirilah yang menawarkan diri.


Dikehidupan sebelumnya, tidak ada yang berani mendekati arisa. Apalagi menawarkan diri untuk berteman. Satu-satunya perempuan yang dekat adalah sepupu.


"Jangan lupa hubungi aku elle. Sampai jumpa."


Jinyi pergi menuju mobil jemputannya.


" Nona, kita akan jalan."


"Hm." Belleri memasukkan kartu itu kedalam saku.

__ADS_1


__ADS_2