
"Kamu bocah bau. Kamu adalah penerus keluarga wilson. Tidakkah kamu sadar siapa keluarga wilson itu ? Adalah keluarga paling kaya di kota X. Kamu hanya bisa menikahi gadis yang memiliki latar belakang bagus."
"Aku dan lily saling mencintai." Reksi mengungkapkan dengan tegas.
"Apa yang kamu tahu tentang cinta diumur yang belum matang ? Kamu mengatakan cinta sekarang, mungkin 1 atau 2 tahun kedepan kamu akan melupakannya. Lebih baik mengakhirinya sekarang, tidak ada bedanya dengan setahun atau 2 tahun kedepan."
"Aku tidak akan berubah fikiran."
Tuan Wilson tertawa karena marah.
"Apa kamu fikir hidup memakan cinta ? Perhatikan siapa dirimu dan siapa dia? Kamu adalah pangeran langit, sedangkan dia hanya gadis desa yang beruntung mengenalmu."
"Ayah !" Reksi berdiri marah.
"Apa yang aku katakan adalah kebenaran."
"Aku tidak akan meninggalkannya." Reksi masih bersikeras.
"Kalau begitu kamu pilih. Menjadi penerus wilson atau pergi dengannya."
Reksi terdiam untuk sesaat. Lalu ia mengangkat matanya ke arah tuan wilson dan berkata tanpa ragu,
"Pergi dengannya."
Tuan wilson sangat geram, ia berdiri dan menggebrak meja.
__ADS_1
"Kamu sangat bodoh setelah mengenalnya. Kamu fikir siapa aku ? Apakah aku akan membiarkannya begitu saja? "
Reksi terdiam. Tiba-tiba ia sadar, bahwa ayahnya adalah seorang tiran yang bisa melakukan apa saja untuk keinginannya. Ayahnya masih menahan diri untuk tidak mengusir lily dari kota X. Jika itu terjadi, mulai sekarang dan entah untuk berapa lama ia tidak akan bisa melihat lily lagi. Memikirkan ini reksi menegang.
"Sekarang kamu baru ingat." Tuan wilson mencibir. Menyesal telah membiarkan istrinya melahirkan putra yang begitu bodoh.
"Bodoh." Tuan wilson tidak puas.
"Bagaimana bisa aku mempunyai anak sebodoh kamu ?" Tuan wilson masih marah.
Ia menekan tombol telpon dan memanggil seseorang. Tidak lama pintu dibuka dan asisten khusus tuan wilson masuk dengan sopan.
"Usir orang bodoh itu."
Tuan wilson menunjuk reksi. Karena kemarahannya Ia tidak ingin melihat wajahnya untuk saat ini. Tuan wilson bahkan tidak memberikan wajah pada putranya.
"Seret dia." Tuan wilson melampiaskan.
Setelah melihat asisten menarik reksi dengan kasar, barulah tuan wilson mendengus puas.
Tuan wilson hanya tidak tahu bahwa asisten itu meminta maaf pada reksi setelah terpaksa menariknya dengan tidak sopan.
Keluarga betrix mengalami situasi yang berbeda. Keluarga beranggotakan 6 orang baru saja menyekesaikan makan malam dengan khidmat. Suasana tampak harmonis sekilas, sebenarnya anak-anak semua tampak tegang. Mereka tidak biasa lagi melihat wajah dingin tua tuan tua. Setalah bertahun-tahun tidak pernah muncul, kenapa kakeknya tiba-tiba kembali ?
"Tiga hari lagi kita akan mengadakan perjamuan. Tuan muda ketiga Heirgh masih menetap di kota X, aku akan mengundangnya."
__ADS_1
Setelah mendengar ini, mereka faham. Kakek ada disini rupanya untuk tuan Heirgh. Tidak ada yang salah, tuan muda ketiga heirgh adalah seorang promotor bisnis keluarga Heirgh. Semua pengusaha di negara menginginkan hubungan yang baik dengan tuan heirgh. Akan tidak sopan apabila keluarga mereka tidak memberikan sambutan pada tuan Heirgh.
Kakek memanfaatkan perjamuan untuk menjalin hubungan yang baik dengan keluarga Heirgh. Masuk akal.
"Andreas,"
"Aku sudah mengirim undangan sebelum kamu meminta."
"Perhatikan acara jangan sampai masalah terjadi dan membuat tuan heirgh tidak nyaman." Setelah mengucapkannya, tuan tua melirik elle sekilas.
Perilakunya tidak luput dari andreas, ia mengerutkan kening tidak suka. Tuan tua berani memfitnah putrinya diam-diam.
"Aku dengar kamu memenangkan balapan dan membawa kontrak."
Tuan tua tidak menyebutkan nama, tapi semua orang tahu kepada siapa itu diajukan.
Elle yang ditanyai sadar diri, ia melihat sekilas wajah keriputnya. Kemudian berkata ringan,
"Ya."
Tidak ada fluktuasi diwajah elle yang membuat tuan tua terkejut didalam hatinya. Sesaat dia lupa apalagi yang akan ditanyakan.
"Elle luar biasa. Dia menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan." Andreas membela, ia tidak tahan putrinya digertak orang lain.
"Keberuntungan yang bagus."
__ADS_1
Tuan tua berfikir bahwa bagaimanapun bellerie menang adalah karena keberuntungannya sedang baik. Bellerie mungkin menerima kabar bahwa ayahnya akan bangkrut dan jatuh miskin sehingga ia mencoba peruntungan dengan tuan lane. Cukup sadar diri untuk tidak menerima keadaan miskin. Tuan tua tahu, cucu perempuannya menyukai kemewahan dan sombong.