
"Elle, jangan gugup."
Jinyi sedari tadi terus mengoceh. Elle hanya menganggapnya sebagai angin berlalu, ia tengah mengecek motor dan mesinnya. Waktu berlalu dengan cepat, sekarang adalah hari pertandingan nasional.
"Elle, Semangat."
"Aku yakin elle pasti menang."
"Diamlah jinyi. Kau sangat cerewet."
Carles yang jengah mendengar ocehan jinyi akhirnya angkat suara.
Jinyi menatap sinis carles.
"Bagaimana perasaanmu tidak ikut pertandingan nasional tahun ini? "
Jinyi bertanya dengan nada menyindir.
Carles tidak menanggapi lagi. Ia mendekati elle.
"Elle, ayo ke sirkuit. Sebentar lagi pertandingan akan dimulai."
Elle mengangguk.
Sebelum keluar ruangan tim, elle memakai helm dan jaket levis. Dengan penampilannya ia tidak akan dikenali siapapun.
Elle membawa motornya menuju barisan para pembalap. Ia menoleh, matanya menemukan andreas dan rain duduk di kursi bisnis. Elle sudah memutuskan sebulan yang lalu untuk membantu andreas.
Ia tidak bisa untuk egois dan meninggalkan keluarga pemilik tubuh begitu saja. Meskipun jiwanya berbeda, tapi di dalam tubuh bellerie mengalir darah keluarga betrix. Elle akan menjadi bellerie betrix sampai ia dipulangkan ke tempat asalnya. Maka, masalah yang dihadapi betrix juga masalah elle.
Sedangkan pihak kedua, andreas dan rain tidak mengetahui seseorang yang dikenalnya berada di deretan para pembalap. Andreas telah menyewa seorang pembalap dalam negeri. Sesuai apa yang dikatakan janson, perusahaan harus menghemat dana. Ia tidak punya pilihan. Hanya berharap semoga datang keajaiban untuk hari ini saja, harap andreas.
"Lihat ! Bukankah itu tuan andreas. Dengar-dengar saham perusahaan betrix mengalami penurunan."
"Kau benar, dia pasti sangat mengharapkan pertandingan ini. Tuan andreas biasanya diwakili tuan Janson, dia tidak pernah datang kesini."
"Tentu saja dia sangat mengharapkan ini. Lagipula dia sudah dikalahkan oleh tuan wilson. Sayang sekali, 1 miliar bukan uang kecil."
"Kita juga kalah. Tuan wilson memang hebat. Pantas disebut perusahaan raksasa."
"Kira-kira kalau keluarga betrix bangkrut, siapa yang akan menjadi raksasa selanjutnya? "
"Entahlah, tapi itu akan menguntungkan bagi kita."
Tuan wilson yang mendengarnya sangat bangga. Ia menunjukkan keangkuhan didepan banyak orang. Tuan wilson memang terbiasa menghadiri pertandingan nasional bersama asistennya. Tanpa diwakilkan.
"Kau dengar itu, andreas pasti akan bangkrut."
Tukas tuan wilson kepada asistennya.
"Tidak ada yang bisa mengalahkan tuan wilson."
Puji asisten.
Tuan wilson menatap ke arah andreas dengan meremehkan. Ia merasa tidak akan ada lagi yang akan menjadi saingannya. Jika andreas bangkrut, ia tidak akan membiarkan siapapun menggantikan andreas. Cukup hanya dirinya yang menjadi raksasa.
Adapun keluarga feng, tuan wilson tidak terlalu mempermasalahkan selama mereka tidak mencoba bersaing dengannya.
Rain menangkap ekspresi meremehkan dari tuan wilson, ia geram. Tangan kanannya terkepal kuat, kalau saja bukan ditempat ramai ia pasti sudah menonjok muka pria tua itu.
Rain mendengarkan semuanya, ia tidak rela keluarga betrix menjadi bangkrut. Ia sudah memutuskan untuk memanfaatkan selena sebanyak-banyaknya jika betrix tetap kalah di pertandingan ini. Ia tidak akan membiarkan siapapun memandang remeh keluarga betrix.
Dorr..
__ADS_1
Suara tembakkan menyadarkan rain dari lamunan. Sekarang ia memfokuskan diri pada balapan yang sedang berlangsung.
"Reksi, apakah benar ayahmu menyewa pembalap yang mengalahkan carles? "
Tanya Jack.
"Tidak."
"Kenapa? "
"Tidak ada yang mengetahui identitasnya."
"Sayang sekali, kalau dia tidak mau diketahui orang lain kenapa dia mengikuti balapan waktu itu? "
Tanya Jack.
"Mungkin dia hanya membutuhkan uang."
Frian menimpali.
"Kalau hanya uang, dia bisa mendapatkan 2 kali lebih banyak jika disewa. Apalagi oleh perusahaan golongan atas."
Jack membalas.
"Benar juga."
"Hei frian, tidak biasanya papah mu datang kesini ada apa? "
Seseorang yang duduk di belakang frian bertanya.
"Benar. Ada apa ? Tumben sekali."
Seseorang disampingnya juga bertanya-tanya.
"Apa mungkin keluarga betrix sedang mengalami kerugian? "
"Atau dia akan bangkrut? "
"Tidak mungkin. Sstt.. diamlah anaknya ada di depan."
Frian dan brian mendengar ini, mereka diliputi rasa kesal. Walau begitu mereka juga bertanya-tanya, kenapa andreas hadir tahun ini ?
"Jangan dengarkan mereka."
Jack menepuk bahu frian.
"Kak frian, bellerie tidak ikut menonton? "
"Entah."
Frian menjawab dengan acuh.
Bellerie tidak pernah mendekati reksi lagi semenjak dia sadar. Tidak heran ia tidak menonton balapan, anak itu pasti sedang shopping. Fikir frian.
Dulu, bellerie menonton balapan hanya agar dekat dengan reksi.
Orang yang sedang dibicarakan kini tengah mengendarai motir dengan kecepatan tinggi. Ia berhasil menyalip mendahului motor-motor yang lain. Karena balapan ini diikuti banyak peserta, bellerie jadi tidak leluasa. Walau begitu, ia tidak kehabisan akal untuk mengelabui lawan.
Disamping kanan elle ada motor lain. Motor itu mendempetkan bagian sisinya pada sisi motor elle. Ia tidak bisa membiarkan. Saat lawan akan menyerempet motornya lagi, segera ia menarik gas lebih kencang, sehingga lawan yang menabrak angin dan jatuh terguling-guling di luar arena.
Ada 3 motor lain di depannya. Elle melihat mereka saling mengejar dan bertubrukkan. Ia berhipotesis akan ada motor yang tergelincir, karena nya elle memasang ancang-ancang jikalau motor tersebut akan menghantamnya.
Belum 5 menit dari dugaan elle, salah satu motor dari ketiganya terseret kebelakang. Elle segera berbelok kekanan. Motor itu terus melaju menghantam motor dibelakang elle.
__ADS_1
Elle menambah kecepatan untuk melalui 5 motor lagi di depannya.
'Semoga elle menang. Semoga elle menang.' Jinyi berdo'a didalam hati.
"Elle pasti akan menang."
Jinyi menoleh, ia melihat carles yang terfokus pada balapan.
"Bagaimana kau bisa seyakin itu? "
"Dari awal kau sangat yakin, sekarang kemana perginya keyakinanmu ? "
Jinyi mendengus. Ia terus merapalkan do'a untuk keselamatan elle. Jinyi juga sangat berharap elle menang. Tapi jika ia dihadapkan dengan pilihan antara kemenangan dan keselamatan elle, jinyi lebih memilih keselamatan elle.
Jinyi juga menyambung do'a untuk keselamatan elle.
Diarena balap, motor sport merah telah melewati dua motor di depannya. Desain motor ini sangat berbeda dari kebanyakan. Siapapun bisa mengenali kalau motor sport merah adalah motor terbaru dari industri otomotif.
Elle menikung saat dibelokkan, ia menggunakan satu lututnya sebagai tumpuan. Dengan demikian ia melewati satu motor lagi.
Elle mengecoh lawan. Ia berada di sebelah kanan lawan untuk waktu yang lama. Penonton dan pembalap lain mengira elle akan menyalip ke arah kanan. Pembalap di depan elle menghadangnya searah, elle melihat kesempatan ini. Ia segera berputar arah, menyalip dari arah kiri. Kecepatan berputarnya sangan cepat, orang-orang curiga itu adalah kilat yang melewati bumi.
"Hei lihat motor merah itu. Sepertinya agak mirip dengan seseorang."
Salah satu penonton berteriak.
"Bukankah itu motor dari perusahaan lane? " Tanya Reksi.
"Kau benar." Balas Frian.
"Teknik balapannya mirip pembalap yang mengalahkan carles." Seseorang berteriak lagi.
"Itu pembalap baru."
Temannya ikut berteriak.
"Benar."
Balas Jack semangat.
Setelahnya, penonton ramai. Membicarakan pembalap baru yang mengalahkan carles tempo hari.
"Tunggu, dia mewakili siapa? "
Tanya frian.
"Itu pasti tuan lane."
Reksi menimpali.
Yang lain cengo, mereka menyayangkan pembalap baru yang lebih mengikuti tim tuan lane daripada tawaran dari keluarga raksasa. Sayang sekali.
Mereka berfikir, pembalap baru mudah dibodohi. Sehingga memilih tuan lane yang licik daripada mengikuti perusahaan raksasa.
Elle mencoba mengelabui lagi dengan teknik berbeda. Teknik yang belum pernah elle perlihatkan saat balapan melawan carles.
Wush..
"Wow.. Gila, pembalap baru itu menang."
Prok prok prok
Semua penonton bertepuk tangan. Mereka berdiri memandang kagum pada pembalap baru itu.
__ADS_1