
Setelah elle berganti baju, ia turun mendorong motornya sampai ke luar gerbang tanpa suara. Setelah ia cukup jauh dari mansion barulah elle menyalakan mesin. Motor ini adalah hadiah dan versi terbaru dari perusahaan lane. Belum banyak orang yang memiliki, karena versi ini awalnya akan dirilis beberapa bulan lagi. Mesin motor juga sangat kencang dan kuat. Walaupun elle mengendarai dengan kecepatan 200km/jam, ia tidak terburu-buru atau melambat. Ken bagaimanapun juga tidak akan disakiti, kalau tidak siapa yang akan melanjutkan proyek penenlitian mereka ? Elle juga sangat tenang, tidak ada kerutan halus yang terlihat.
Jalan kecamatan timur kota X .
Sangat sepi, malam yang panjang diantara orang-orang yang sedang tidur nyenyak jarang ada motor atau mobil yang lewat. Hanya lampu di tepi-tepi jalan yang masih menyala seolah menemani cahaya bulan yang bersinar di langit gelap. Elle tidak takut sama sekali, apa yang dilalui arisa dulu lebih dari keesepian dan kegelapan yang harus diselesaikan.
Ada 2 pabrik kosong dijalan kecamatan timur, yang pertama pabrik textile terletak di jalan desa, lumayan jauh dari kecamatan. Yang lain adalah pabrik sepatu di sebelah perbatasan kota X bagian timur. Mudah saja, orang-orang itu pasti akan melanjutkan perjalanan menuju pusat markas. Untuk keluar dari kota X mereka harus mengikuti penerbangan dari arah selatan kota x, namun lusheng bilang mereka pergi ke jalan timur yang mengungkapkan bahwa mereka tidak bisa mengejar pesawat. Pesawat terakhir take off 1 jam yang lalu. Mereka seharusnya memilih berkendara menuju perbatasan ini. Mereka menunggu ken keluar, berarti para penjaga itu telah mengawasi ken lebih awal. Bagaimana mereka mengetahui keberadaan ken dan lusheng ? Elle sedikit mengerutkan kening. Mengingat, apakah ada orang aneh di perjamuan ? Ia lalu berbelok ke pabrik sepatu yang sudah lama ditinggalkan.
Benar saja, ada 3 mobil avanza hitam di parkir di depan pabrik. Tidak ada suara di dalam pabrik, yang membenarkan pernyataan elle. Ken dalam keadaan sehat. Elle tidak langsung masuk, ia tidak tahu berapa tepatnya jumlah orang yang membawa 3 mobil avanza hitam itu. Ia menunggu diatas motor, tangannya bersandar malas pada setir, kepalanya sedikit terangkat. Mengamati sekitar pabrik.
"Bos, ini kesalahan saya. Saya fikir mereka mudah dihadapi jadi saya menggerakkan pengawal pemula. Awalnya saya ingin melatih para pemula, siapa yang tahu ternyata mereka tidak bisa dianggap enteng." Asisten berkata dengan penuh penyesalan. Bagiamana ia bisa begitu ceroboh, membuat malu pengawal keluarga heirgh. Untungnya tidak ada orang luar yang tahu, tetap saja bagaimana jika bos tidak tahan dengan rasa malu.
Edenson meliriknya sekilas.
__ADS_1
"Bonus 2 bulan di potong." Balasnya dingin.
Asisten menerima tanpa komplain, dalam hati ia menjerit. 'Bos kamu sangat baik.' dengan ekspresi bersyukur diwajah asisten itu.
Sudah merupakan hukuman yang ringan, asisten sangat senang ia tidak disuruh memberi makan singa. Kalau tidak bukan hanya bonus saja yang dipotong mungkin juga hidup nya ? 'Ihh', asisten bergidik, amit-amit. Ia memberitahu dirinya berulang kali bahwa lain kali ia akan lebih teliti.
"Bos, apakah kita akan mengepung pabrik ?" Setelah suasana sedikit membaik, asisten berani bertanya.
Edenson tidak menjawab, mata cokelat heirgh yang tajam melihat ke arah siluet perempuan berjaket kulit jauh di depan. Bersandar di motor yang menghadap pabrik. Sangat santai, tidak ada tanda-tanda ketakutan. Dilihat dari wajah, seperti seorang remaja yang baru tumbuh dewasa. Namun yang menarik adalah apa yang dia lakukan di pabrik kosong tengah malam sendirian ?
Ehh, wajahnya terlihat familiar. Ia lalu maju kedepan untuk memastikan, setelah beberapa kali melihat teropong, ia sepertinya menyadari sesuatu.
"Wanita muda itu sangat mirip nona muda betrix." Gumamnya yang masih bisa di dengar edenson.
__ADS_1
"Bos, wanita itu mirip bellerie betrix, apakah itu dia ? Apa yang dia lakukan disini ?"
Asisten itu mengernyitkan dahi.
"Tidak mungkin, nona muda betrix terkenal pemarah dan tidak kompeten. Itu pasti seseorang yang mirip dengannya !" Tegas asisten.
Edenson yang mendengarnya, menatap asisten seperti melihat orang idiot.
Asisten, "..." Ada apa dengan tatapan bos ?
"Atau dia memang bellerie betrix ..?" Nadanya sangat ragu.
Edenson tidak perduli dengan tebakan asistennya. Sekarang yang menarik perhatiannya adalah wanita muda yang awalnya duduk santai diatas motor sekarang berjalan menuju pabrik. Benar-benar sendirian dan berani.
__ADS_1
"Bos, selanjutnya bagaimana ? Haruskah kita menghentikan nona itu ?" Asisten yang juga melihat gerakkan elle, bertanya.
"Tunggu saja." Singkat edenson