Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Dimana Bellerie ?


__ADS_3

Dia sedang memutar ulang video yang dikirimkan yeye, Jika bukan karena salah satu bodyguardnya bergosip tentang berita sport yang sedang trend. Ia selamanya tidak akan tahu tentang kelebihannya.


Kursinya bergoyang maju mundur, salah satu tangan itu bertopang pada kayu dan yang lain memegang tablet yang memutar film. Kacamata tebal berbingkai emas bertengger kokoh diatas batang hidungnya. Ia memiliki kharisma pria kuat, tidak lapuk termakan usia. Pengalaman masa lalu lah yang membuat aura kewibawaan tidak pernah terhapus pada tubuhnya yang layu.


Detik berikutnya dia tidak lagi fokus terhadap layar tapi lurus ke depan pohon cemara yang tumbuh sangat besar dan rindang. Seolah mampu memberi keteduhan kepada puluhan manusia. Begitulah seharusnya kehidupan yang dia jalani.


"Tuan, haruskah kita kembali ke kota X ? "


"Kenapa kamu terlambat memberitahuku? "


"Maaf tuan, saya kira anda tidak akan tertarik. Karena anda selalu..."


"Lupakan !"


Auranya dingin seolah kalimat selanjutnya yang akan dikatakan asisten adalah pantrangan untuk diucapkan.


"Apa yang membawamu kemari ? "


"Saya dengar tuan muda Heirgh akan datang ke kota X."


Dia tidak menjawab dan tidak menolak yang berarti menyuruh asisten itu untuk terus bercerita.


"Dia akan tinggal lama, sepertinya memiliki urusan cukup penting disana."


"Hm. Mari pergi ke kota X."


"Tuan apakah perlu untuk menyewa hotel ? "


"Tidak ! Kembali ke mansion utama."


"Baik tuan."


Ia melamun, memikirkan bagaimana dia menghadapi anak itu. Jika istrinya masih disini sesuatu canggung seperti yang ada difikirannya akan teratasi dengan baik. Wanita tua selalu menyukai cucu perempuan, hingga memanjakan sampai ke tulang. Sayang sekali wanita tua itu sudah pergi 8 tahun yang lalu.


Adapun wasiat terakhirnya, ia sudah lama mengabaikan semua. Tersisa sedikit penyesalan, kenapa dia tidak mendidik dan membesarkannya ?


**


Jinyi kini sedang menatap bangku sebelah, kosong. Elle sakit, ia ingin menjenguk sepulang sekolah tapi yeye bilang tuan andreas tidak mengijinkan siapapun mengganggu istirahat elle. Ia hanya bisa menunggu hari esok, semoga penyakit elle tidak parah.


"Jinyi, kemana bellerie? " Tanya Diandra


"Oh, dia sakit."


"Oh... Aku telah melihat berita, dia benar-benar keren. Tidak pernah terbayangkan seorang bellerie betrix memenangkan balapan motor. Itu sangat sangat luar biasa."


"Tentu saja. Diandra kamu pasti akan syok saat melihatnya langsung. Kamu seharusnya tidak bisa menahan diri untuk jatuh cinta padanya."


"Kamu benar, aku mengaguminya. Kalau bellerie adalah laki-laki, aku akan melamarnya setiap hari."


Jinyi memandang jijik diandra, ia mencibir.


"Meskipun elle ku laki-laki, dia tidak akan memandangmu. Kelebihan apa yang kamu miliki selain bergosip? "


"Hei, jangan salah. Aku adalah sekretaris kelas."

__ADS_1


"Hanya itu prestasi yang bisa kamu banggakan." Jinyi memutar matanya malas.


"Ck. Kamu hanya belum tahu." Diandra bersikeras.


"Jinyi, kemana bellerie? "


Ini adalah pertanyaan yang ke 20 kalinya ia dengar pagi ini. Baik 1 kali lagi ia berjanji akan memukul orang yang menjadi penanya ke 21.


"Sakit." Jawab jinyi.


"Harus kita menjenguknya ? "


"Jenguklah kalau kamu bosan hidup."


"Hah? "


Melihat beberapa orang yang berkerumun terkejut, jinyi menghela nafas dan mulai menjelaskan.


"Tuan betrix melarang siapapun menggangu istirahat elle."


"Oh, kalau begitu kita tidak perlu menjenguk. Itu tidak perlu."


"Benar tidak perlu."


Yang lain hanya membenarkan.


Jinyi sudah tahu ini, siapa yang tidak takut dengan tuan andreas betrix ? Wajahnya yang suram dan aura dingin yang terbiasa menguar disekitarnya, perlahan akan membunuh mental setiap orang yang hadir. Jinyi sendiri lebih takut pada tuan betrix daripada papahnya. Keluarga raksasa memang beda.


"Kalau begitu kita bisa bertanya pada bellerie besok."


"Tentang pertandingan nasional, apa lagi? Aku rasa aku bisa belajar dari bellerie. Dia benar-benar keren."


"Ketua kelas, bagaimana bisa kamu belajar sendirian ? Aku juga harus ikut."


"Aku juga."


"Elle pasti tidak akan menerima murid seperti kalian." Jawab Jinyi.


"Kenapa tidak ? " Tanya ketua kelas.


"Cobalah kalau kalian penasaran."


Kringgg...


"Suara apa ini ?"


Tanya jinyi pada Diandra setelah melihat teman-teman sekelas berlarian keluar.


"Jinyi, ayo."


Ini adalah bel kepala sekolah. Biasanya para guru akan memberitahu kita sesuatu di aula."


"Jadi sekarang kita pergi ke aula ? "


Tanya Jinyi di tengah perjalanan menuju Aula.

__ADS_1


"Ya."


"Oh bagus. Sekarang kita yang terakhir datang. Kenapa semua orang begitu bersemangat untuk sebuah pengumuman ?"


Jinyi menengok pada diandra yang hanya menggidikkan bahu, tidak tahu.


"Halo semua."


Saat ini suara kepala sekolah bergema di seluruh pojok ruangan.


"Kalian pasti bertanya-tanya kali ini pengumuman apa yang akan saya sampaikan. Baik, pada intinya saja. Tuan muda ketiga keluarga heirgh akan berkunjung ke sekolah kita besok."


Hening, suasana begitu sepi sehingga suara nafas dapat terdengar jelas.


Mereka bertanya-tanya untuk apa tuan muda dari keluarga terkaya di negara ini berkunjung ke sekolahnya ? Sekolah yang tidak terlalu terkenal seperti Guna Bangsa X.


"Jangan gugup, tidak hanya sekolah kita. Namun, semua sekolah di kota X juga akan beliau datangi. Ini hanya melakukan pengawasan saja atas perintah menteri pendidikan." Sambung kepala sekolah.


Suasana kembali normal seperti sedia kala.


"Kita harus melakukan penyambutan yang terbaik. Saya harap kalian menjaga sikap, tidak ada pembullyan selama acara berlangsung. Faham ? "


"Faham, pak."


"Ada beberapa siswa dan siswi yang terpilih untuk memberi penyambutan yang luar biasa. Setelah ini guru kesiswaan akan menjelaskan."


Kepala sekolah berlalu meninggalkan panggung.


"Diandra, kenapa untuk pengawasan sekolah harus dilakukan tuan muda ketiga heirgh ?" Tanya jinyi.


"Mungkin, keluarga heirgh yang paling pantas menjalankan tugas itu."


"Apa kamu bercanda ? Siapa itu keluarga heirgh ? Bagaimana bisa menteri pendidikan begitu berani memerintah anggota keluarga Heirgh ?" Jinyi berkata dengan ekspresi aneh.


"Apa yang kamu katakan ada benarnya. Lalu jinyi, apa ini konspirasi ? "


"Entahlah, jika benar begitu. Untuk apa? "


"Lupakan teman. IQ kita tidak akan mampu memikirkannya." Diandra menepuk bahu jinyi.


Sedangkan jinyi meringis mengingat ia memang tidak pernah berada dalam 7 besar peringkat kelas.


Pengumuman telah selesai, jinyi dan diandra yang tidak mendengarkan merasa lega. Karena dirinya tidak terpilih dalam acara penyambutan.


"Permisi..."


Dalam perjalanan kembali menuju kelas ia dihentikan oleh suara anak laki-laki.


"Ketua Osis." Diandra menyapa dengan sopan.


Melihat ini jinyi tahu sekarang orang didepannya adalah ketua osis. Wajar jika Diandra mengetahuinya, sebagai sekretaris kelas dia pasti terbiasa mengadakan pertemuan dengan ketua osis.


"Ketua osis, apa ada sesuatu? "Tanya jinyi sopan.


"Dimana bellerie? "

__ADS_1


Jinyi linglung. Luar biasa, orang yang bertanya ke 21 kalinya sebenarnya adalah ketua osis. Tidak mungkin jinyi memukulnya kan ? Baru beberapa hari masuk sekolah ia tidak bisa membuat masalah, atau mama nya akan mengomel. Jinyi menjilat kembali ludahnya.


__ADS_2