Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Tidakkah Malu Menghadiri Perjamuan Saingannya ?


__ADS_3

Setelah tuan hiergh sedikit berbicara dengan orang-orang pengusaha di kota X, ia memilih keluar dari lingkaran untuk menyendiri. Tuan heirgh adalah orang yang tidak suka berlama-lama di keramaian, karakternya adalah seorang pria yang menyukai ketenangan. Bukannya tuan heirgh tidak tahu bahwa mereka mencoba menjilatnya, hanya saja saat ini ia berada di kota orang lain. Ia harus bisa menjaga sikap dan mencoba membuat beberapa jaringan yang mungkin kelak akan berguna dimasa depan. Tuan heirgh masih tidak tahu berapa lama ia kan menetao di kota X.


Rain yang melihatnya juga tidak mengikuti lagi, mengingat tuan heirgh sepertinya membutuhkan ruang untuk dirinya sendiri ia pergi tanpa penyesalan. Jika ia masih bersikeras mengikuti tuan heirgh, kesannya akan menjadi buruk seolah ia adalah orang yang tidak bisa memberikan ruang kenyamanan bagi para tamu. Rain harus menangani urusan lain dengan tenang. Setidaknya kesan pertama yang ia berikan untuk tuan heirgh cukup baik sehingga tidak bisa disebut menyia-nyiakan kesempatan emas.


Tuan muda ketiga keluarga heirg duduk dengan elegan, tangan kanannya mengguncang gelas anggur dan disebelah kirinya asisten memberikan instruksi dengan tenang. Suasana disini tidak mengalami oasang surut dari awal sampai akhir.


"Tuan, setelah kejadian penembakkan di pusat perbelanjaan tidak ada gerakan lain yang mencurigakan. Polisi sudah memeriksa tempat kejadian, tidak ada satu pun jejak yang di tinggalkan."


Asisten terus berbicara.


"Benar apa yang dikatakan tuan muda. Orang-orang itu sepertinya bersembunyi tidak jauh dari kota X. Mereka mengira bisa bersembunyi dengan tenang karena berada di kota terpencil, siapa sangka tuan heirgh ada disini untuk itu." Asisten tersenyum memikirkannya.


"Tuan apakah kita akan menambah orang untuk pencarian? "


"Jangan tambah." Tuan heirgh menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari meja anak-anak remaja di tengah perjamuan.


Asisten itu memperhatikan tatapan tuannya, ia berdehem sekali.


"Ah benar, saya melupakan sesuatu. Perempuan yang memakai gaun berwarna navy adalah nona tertua tuan rumah, dia yang pernah saya ceritakan disekolah, bellerie. Nona bellerie ini memang cantik." Asisten itu bergumam pelan untuk kalimat terakhir, tapi orang disebelah masih bisa mendengarnya.


"Lalu, laki-laki disamping kiri si idiot adalah Lusheng. Latar belakang keluarganya tidak jelas, mungkin dia hanya anak remaja dari keluarga biasa. Dan yang disamping kanan si idiot adalah Ray, dia anak pengusaha terkaya di kota Z."

__ADS_1


Asisten melirik bos nya yang tidak memiliki fluktuasi emosi di wajah tampan itu. Ia melanjutkan cerita.


"Mereka bertiga adalah orang-orang yang melaporkan diri mereka sendiri atas penculikkan."


Tuan heirgh mengerutkan kening,


"Mereka tidak ditemukan polisi ?" Tuan muda ketiga heirgh bertanya dengan ringan.


"Bagaimana yang lain bisa ditemukan polisi ? Bos, bukankah saya pernah bilang bahwa mereka ditemukan oleh keluarga mereka bukan polisi ? Kalau tidak, tidak akan pernah terjadi pertempuran berdarah sebulan yang lalu." Kata Asisten.


"Kapan kamu bilang? "


"Bukankah saya mengatakannya, bos? "


Tuan heirgh tidak menjawab lagi. Tapi asisten itu tahu bahwa ia lupa untuk mengatakannya. Yah, akhir-akhir ini banyak pekerjaan yang harus ia ingat. Urusan perusahaan belum lagi urusan penculikkan itu. Ia hanya lupa beberapa episode.


Untuk menghindari rasa malunya, asisten tidak mengungkit kejadian itu lagi. Ia hanya menceritakan kejadian sekarang.


"Tapi bos siapa orang idiot itu ? Penampilannya sangat menonjol, diantara kerumunan putra dan putri bangsawan. Ada orang jelek seperti itu di tengah-tengahnya ?"


Asisten melirik Edenson yang tidak menjawab. Rupanya pandangan tuan heirgh tertuju pada orang idiot itu.

__ADS_1


"Haruskah saya mencari tahu tentangnya ? " Asisten bertanya dengan rasa ingin tahu.


"Lupakan." Katanya samar tanpa mengalihkan pandangan.


"Baik bos."


Tidak lama asisten itu melihat beberapa anak remaja lagi muncul melewati meja bellerie. Asisten itu ingat salah satu pemuda jangkung itu adalah reksi wilson. Bukankah keluarga wilson dan keluarga betrix adalah saingan ? Bagaimana bisa anak keluarga wilson ada di perjamuan keluarga betrix ?


Asisten itu mengedarkan pandangannya ke segala penjuru. Dan ia tercengang menemukan pria paruh baya dari sudut pintu masuk sepertinya bergegas menuju...Kesini ?


'Apa yang dilakukan pria tua bernama wilson itu? Tidakkah dia malu untuk menghadiri perjamuan saingannya sendiri? ' Asisten itu berteriak dalam hati.


Ia melihat bahwa bos juga menatap ke arah tuan wilson. Asisten itu cukup peka.


"Bos, haruskah kita..."


"Biarkan." Kata Edenson santai. Tidak terpengaruh dengan apapun yang terjadi.


"... Baik."


Asisten sebenarnya ingin bertanya, kenapa membiarkannya ? Apakah bos tidak khawatir dengan konflik antara tuan betrix dan tuan wilson ? Tapi ia telah bersama Edenson selama bertahun-tahun, tentu saja ia mempercayai nalar tuannya. Asisten akhirnya hanya diam.

__ADS_1


__ADS_2