Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Anak Muda yang Baik


__ADS_3

Elle mengangguk memberikan persetujuan pada ken untuk mengikutinya.


"Terima kasih anak muda. Kamu sangat baik." Ken tersenyum lebar.


Elle tidak menjawab, ia menundukkan kepala dan mengirim pesan.


"Lalu ke arah mana kita pulang? "


Elle selesai dengan hp, ia mendongak bertemu dengan tatapan bingung ken. Elle tidak menjawab, ia mengalihkan pandangannya ke arah selatan jalan raya. Tak lama kemudian mobil sport berwarna hitam bergerak kencang dari kejauhan, berhenti di depan mereka.


"Elle..." Pemuda yang menurunkan kaca mobilnya adalah Lusheng.


"Masuk." Perintah elle.


Ken yang sedang kesurupan akhirnya tersadar.


"Elle, siapa dia? " Ken bertanya dengan waspada.


Ken harus selalu memperhatikan orang-orang disekitarnya. Karena tidak semua orang dapat dipercaya. Kecuali elle yang tidak membongkar persembunyiannya, elle juga tidak kaget sama sekali saat mengetahui bahwa dia adalah seorang peneliti. Dengan ini ken sangat yakin akan penilaiannya terhadap elle, bahwa remaja perempuan ini dapat dipercaya. Ditambah elle yang terlihat tidak perduli, ken yakin elle dapat menyimpan ceritanya.


Namun untuk pria muda yang muncul entah darimana ini... Ken memandang elle dengan tanda tanya.


"Jangan khawatir, dia adalah orang yang dapat dipercaya."


Setelah elle mengatakannya, ken melihat tidak ada perubahan dalam ekspresi hanya sorot matanya terlihat serius. Ken mengangguk percaya. Karena ia sudah memutuskan untuk percaya pada elle, ia harus mengikuti pengaturannya. Tentang apa yang akan terjadi dimasa depan, ken hanya bisa menerima takdirnya.


Ken masuk dan duduk di kursi belakang, sementara elle duduk di Co Pilot.


"Elle, siapa dia? " Lusheng bertanya.


"Teman, tolong carikan tempat tinggal yang tidak mudah ditemukan semua orang."


"Ada apa elle ? Apakah dia kabur ?"

__ADS_1


Elle tidak menjawab.


Lusheng tidak keberatan, setelah bergaul dengan elle selama ini ia faham karakter elle yang tidak suka banyak berbicara. Jika saat ini elle tidak menjawab padahal ini adalah sesuatu yang penting, maka bagi elle tentang siapa dia tidak bisa diceritakan kepada orang lain.


"Oke, elle dimana kamu ingin dia tinggal? "


Lusheng bertanya, tapi matanya tetap fokus kejalanan.


"Tinggal di apartemenmu."


"Aku tidak bisa tinggal dengan orang asing." Lusheng menggoda, ia tersenyum melirik elle kemudian pada orang dibelakangnya lewat kaca spion.


Ken, mengerti sekarang. Elle akan melemparkannya pada orang lain.


"Elle, aku ingin mengikutimu tidak orang lain. Bagaimana bisa kamu memberikanku padanya ?" Ken mencebikkan bibir.


"Dirumahku ada perjamuan makan lusa."


"Oh..." Ken merasa sedih.


"Apa maksudmu aneh ? Nak, namaku ken. Aku lebih tua dari kalian, jadi panggil aku kakak ken."


"Kakak ? Berapa usiamu? " Tanya ken penasaran.


" 32 tahun." Ken menjawab dengan percaya diri.


"Oh, halo pamana ken."


Paman ken lagi, "...."


"Kenapa kamu sama sepertinya memanggilku paman ? Aku tidak setua itu." Ken tidak terima.


"Elle memanggilmu paman ? " Lusheng tertawa.

__ADS_1


"ya."


Lusheng masih tertawa.


"Apakah itu lucu? "Ken marah, ekspresi wajahnya menunjukkan ia sedang marah. Tapi dimata lusheng itu lucu. Lusheng tertawa semakin keras.


"Ada apa dengan tawamu? " Nada bicara ken naik satu oktaf.


"Hahaha... wajar elle memanggilmu paman. Ayahnya berusia 38 tahun."


Ken yang berusia 32 tahun, " !!!!! "


Melihat ekspresi pahit ken dari kaca spion, lusheng tertawa lagi.


"Baiklah, aku rasa paman ini sangat lucu. Dia busa tinggal di sebelah apartmenku. Apa kamu punya uang ?" Tanya Lusheng.


Ken mendengus, ada apa dengan panggilan paman lagi ? Dia tidak suka anak-anak muda ini memanggilnya paman. Tapi ia juga malu mengingat apa yang dikatakan pria disebelah elle bahwa ayah elle berusia 38 tahun yang berarti dia dan ayah elle satu generasi bukan ?


Wajah ken terdistorsi.


"Aku punya uang, aku bisa membeli apa..."


"Jangan pakai uangnya." Elle memotong perkataan ken.


"Kenapa? " Lusheng bingung.


"Dia sedang bersembunyi. Memakai uangnya hanya akan mengungkapkan persembunyiannya." Elle menjelaskan dengan malas.


"Dia juga tidak bisa tinggal di apartemenku. Orang tua atau kakakku kadang-kadang datang ke apartemen untuk menginap." Lusheng menjelaskan.


Sebagai anak bungsu keluarga feng, dia adalah permata yang dijaga oleh keluarga. Pada saat penculikkan kakak laki-laki nya tidak berhenti bekerja mencari keberadaan lusheng. Ibunya pingsan beberapa kali dan ayahnya turun tangan sendiri memerintahkan berpuluh-puluh penjaga menelusuri setiap sudut kota. Jika mereka tidak melakukannya secara diam-diam, mungkin itu akan menjadi trending di kota X.


Keluarga feng tetaplah keluarga feng. Mereka bergerak diam-diam, tanpa sepengetahuan orang luar.

__ADS_1


"Aku akan membayar." Balas elle.


"Elle...." Ken merasa terharu, anak muda ini sangat baik. Selain tidak menceritakan dirinya pada temannya tapi juga menyuruh temannya untuk menjaganya.


__ADS_2