Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Mama Jinyi akan Punya Cucu di Masa Depan


__ADS_3

"Bellerie, bagaimana kau melarikan diri ?" Tanya jack penasaran.


"Apakah siswa yang lain juga selamat? "


Sambung jack.


"Apa maksudmu siswa lain ?"


Jinyi memang tidak tahu banyak hal, ia hanya tahu elle menghilang. Ia tidak tahu elle menghilang bersama beberapa siswa.


"Saat di penjara bawah tanah elle dan 5 siswa lainnya di seret paksa keluar. Entah kemana." Terang jack.


"Apa ? Jahat sekali penculik itu."


Jinyi melihat elle, ia masih diam. Tak berminat menanggapi.


"Lalu elle bagaimana dengan yang lain ?"


Jinyi melihat elle menatap jack dan dirinya. Tapi tidak membuka suara.


"Apakah selamat? " Jinyi bertanya lagi memastikkan.


Elle mengangguk sekali.


Respon elle membuat kelimanya bernafas lega.


Jinyi tahu elle tidak mau menceritakan pengalaman penculikkan itu. Ia juga tidak bisa memaksa, melihat elle yang tidak melihat frian dan brian. Jinyi mengira elle sedang tidak nyaman.


"Jinyi, keluargamu pasti akan membawa banyak reporter bulan depan." Jack mengalihkan pembicaraan.


"Kau berlebihan, tentu saja tidak."


"Apakah kau akan datang? "


"Hmm.. entahlah. Tergantung situasi."


"Situasi apa maksudmu."


Jinyi mengedikkan bahu. "Bagaimana denganmu? "


"Tentu saja aku datang. Para pria selalu menantikan balapan ini."


Ohh.. Jinyi hanya mengangguk.


"Apa aku boleh ikut kak jack? " Tanya lily


"Kau harus bertanya pada reksi."


Lily menatap reksi seolah meminta persetujuan. Ada jeda beberapa detik, reksi sedang menimbang apakah ia akan mengikutsertakan lily atau tidak.


"Ya, lily boleh ikut." Jawab reksi lembut. Pada akhirnya ia membuat keputusan seperti itu.


"Terima kasih kak reksi."


Lily senang, lantas ia memeluk reksi. Reksi tidak keberatan justru mengelus surai hitam lily.


Lagi kaka kembar bellerie memperhatikan ekspresi adiknya. Datar, tidak ada perubahan. Bahkan ketika reksi dan lily bermesraan di dekatnya, bellerie tidak menoleh sekalipun. Seolah mereka tidak ada hubungan apapun dengannya.


"Siapa dari keluargamu yang akan ikut balapan frian? "


Jack bertanya, melihat sedari tadi frian dan brian hanya diam.


"Aku tidak tahu. Sepertinya aku tidak akan mewakili." Balas frian.


"Kenapa? " Tanya jack.


"Tahun kemarin aku kalah, aku tidak mau mempermalukkan keluarga betrix lagi." Frian menjelaskan.


"Kenapa tidak kak brian saja." Saran lily.

__ADS_1


"Dia tidak bisa ly." Jawab frian mewakili, karena brian hanya diam.


"Kenapa? "


"Dia tidak pernah ikut balapan." Jelas reksi pada lily.


"ohh.." Lily mengangguk-angguk.


"Bagaimana denganmu reksi? " Tanya frian.


"Ayahku sudah menyewa seorang pembalap dari luar negeri."


"Apa? Siapa? Jangan bilang pembalap baru yang mengalahkan carles."


Jack memicingkan mata, curiga.


"Entah."


Reksi membalas acuh tak acuh.


"Ahh tidak asik sama sekali, keluarga wilson sudah sangat kaya raya. Apa kau masih berniat merebut semua sumber daya? " Jack lesu.


"Memangnya yakin kalau yang disewa keluarga wilson adalah pembalap baru itu? " Tanya jinyi ikut campur.


Semua menantikan jawaban reksi. Terkecuali bagi jinyi, ia sudah tahu. Tidak mungkin elle mau disewa oleh keluarga wilson, sedangkan keluarga betrix sendiri menjadi saingan wilson.


Elle siswi pintar, ia pasti faham persaingan bisnis. Keluarga betrix sedang mengalami penurunan, mungkin berita pengkhianatan pegawai perusahaan betrix tidak sampai ke telinga masyarakat. Tapi para pebisnis mengetahui bahwa harga saham betrix sedang menurun.


Para pemegang saham pasti berbincang-bincang mengenai ini. Sebagai seorang investor, mereka juga menginginkan keuntungan. Jika saham betrix terus menurun, mereka akan menjual saham dan meninggalkan perusahaan.


Keadaan ini merugikan pihak bellerie. Jinyi yakin lambat laun elle akan perduli meski sekarang ia masih santai dan biasa saja. Lagi pula siapa yang ingin menjadi gelandangan setelah menjadi tuan putri ?


"Aku tidak tahu. Ayahku masih mencari tahu pembalap itu." Jawab reksi


"Ohh, aku kira itu dia." Kata frian.


Jack berkata dengan takjub.


"Pria? " Tanya jinyi


'pfftt..' jinyi menahan tawa.


'Apa mereka bilang ? Pria ? Penyamaran elle ternyata sangat rapi sampai tidak ada yang tahu kalau dia perempuan.'


Jinyi tidak bisa membantu, tetapi tertawa dalam hati. Ia melihat bellerie yang tidak terusik. Jinyi semakin menutup mulutnya dengan tangan. Rasanya ia ingin tertawa terbahak-bahak.


"Iya, apa kau tidak melihatnya? " Tanya jack


"Ohh.. mmm.. tidak tahu."


Jinyi menjawab gelagapan.


Yang lain tidak curiga kepada jinyi. Jinyi adalah perempuan, balapan tidak terlalu menarik bagi perempuan. Karena itu wajar jinyi tidak tahu.


Elle beranjak dari kursi, ia pergi tanpa mengatakan apapun. Setelah membayar, elle melangkah menuju kelas.


"Aku duluan." Pamit jinyi kepada semua orang.


Jinyi segera mengikuti elle. Ia berlari-lari kecil, karena elle meninggalkannya lumayan jauh.


"Jinyi, apa kau tahu sesuatu tentang penculikkan? " Tanya elle.


"Ya elle. Menurut informasi dari kepolisian para penculik dari organisasi bawah. Mereka merekrut anggota dengan menculik anak-anak SMA. Di negeri seberang juga pernah terjadi kasus seperti ini."


Jinyi menjelaskan dengan rinci.


"Kenapa tidak diberitakan di media? " Bellerie melirik sekilas jinyi.


"Itu karena para kepala keluarga meminta kami dan polisi untuk tutup mulut."

__ADS_1


Elle mengerti. Yang dimaksud 'kami' oleh jinyi adalah para reporter dan penulis berita.


Jika berita ini sampai ke telinga oknum ketiga, mereka mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan situasi. Terutama keluarga raksasa, mereka pasti melakukan segalanya untuk menutup mulut informan.


Elle tidak mengikuti kegiatan tambahan setelah pulang sekolah. Arisa tidak mengerti kenapa bellerie tidak pernah mengikuti ekstrakulikuler apapun sejak kelas 1 SMA. Tapi ini menguntungkannya sehingga ia tidak perlu memeras banyak tenaga.


"Elle, sampai jumpa di kelas bisnis." Jinyi melambai pada elle yang sudah berada di dalam mobil.


Benar, hari ini adalah hari jum'at, besok ia akan mengikuti kelas. Elle mengangguk sekali, kemudian meninggalkan jinyi bersama supir.


"Jinyi.."


Tidak! Ternyata jinyi tidak bersama sopir tapi didalamnya ada mama jinyi yang menunggu.


"Ayo masuk."


"Ah iya ma, mama tumben jemput jinyi."


"Gak sengaja, mama tadi dari kantor papa." Jelas mama


Ohh... Jinyi mengangguk mengerti.


"Ohh iya, bagaimana kabar temanmu ? "


"Maksud mama elle ? "


"Ya, ellemu."


"Dia kembali dengan selamat ma. Jinyi sangat senang."


"Kekasihmu memang hebat."


Mama jinyi tersenyum canggung.


"Kekasih ma? "


"Ya, bukankah kau mencintainya? "


Melihat raut kebingungam diwajah jinyi,mama menjelaskan.


"Hmm jinyi meskipun kalian saling menyukai. Tetapi kalian tidak bisa menikah. Karena butuh ****** untuk membuat anak bukan? "


Mama jinyi bertanya hati-hati.


Pa'


Rahang jinyi dan supir jatuh bersamaan. Supir melirik jinyi dan mama dari kaca depan, ia merasa kasihan bahwa penerus keluarga calvier adalah wanita yang tidak menyukai pria.


Supir seolah merasakan hancurnya perasaan Tuan dan Nyonya calvier. Mereka tidak akan mendapatkan cucu, lalau bagaimana penerus perusahaan calvier setelah nona jinyi ?


Memikirkan ini supir menggelengkan kepala, prihatin.


Berbeda dengan jinyi, ia justru menyangka mamanya sudah gila. Apa mama fikir anaknya tidak normal?


Jinyi mengingat hari-hari dulu, ia tidak menemukan pernah mengatakan bahwa ia dan elle adalah pasangan layaknya kekasih.


Mama terlalu kuno, ia tidak mengerti arti persahabatan antar perempuan.


Jinyi mencoba menguraikan.


"Apa maksud mama aku tidak normal? "


"Bukankah kau pernah bilang apa itu pria? "


Jinyi menepuk jidatnya. Ia merasa gemas. Entahlah ia harus menyalahkan mama nya yang lambat berfikir atau ia harus menyalahkan dirinya sendiri yang sembarangan berbicara.


"Ma, bukan berarti aku tidak menyukai pria. Aku normal mah. Jinyi masih suka pria tampan." Beber jinyi.


Mendengar ini mama dan supir mengehela nafas lega. Mama jinyi tenang sekarang, ia akan mempunyai cucu dimasa depan.

__ADS_1


__ADS_2