
seseorang bernama meri akan mematahkan beberapa kata tapi didahului guru perempuan itu.
"Revina syukurlah kau baik-baik saja."
"Bagaimana bisa murid unggulan saya berkelahi dengan kelas regular. Pasti seseorang telah memulainya."
Guru itu memandang remeh kelas regular.
"Benar guru, mereka memulai terlebih dahulu." Cici semula hanya diam ditempat. Sejujurnya ia juga takut dengan guru meri yang selalu berhasil berkompromi dengan banyak orang tua. Ia tidak ingin jika tiba-tiba orang tuanya dipanggil ke sekolah dan mempermalukkan mereka. Lebih baik baginya untuk diam. Ia sadar diri bahwa orang tua nya pasti akan marah jika ia mempermalukan keluarga.
Namun setelah wali kelas datang, cici merasa terdorong untuk terus berkata. Ia yakin bahwa wali kelas pasti akan melindungi dan mendukungnya.
"Guru, Mereka bilang bahwa revina sengaja mempermalukan yuliar hanya karena permainan revina lebih baik darinya."
"Yuliar siapa? "
"Guru, wajar anda tidak tahu. Yuliar itu dia, seorang pianis dari kelas regular. Dia tidak terkenal sama sekali." Sembari menjelaskan telunjuk cici mengarah pada wajah malu yuliar.
"Oh. Jadi kelas regular iri."
"Ibu jenny, tolong jaga ucapan anda. Disini pasti ada kesalah pahaman."
__ADS_1
"Bapak wali kelas Anton, kenapa ini menjadi salah faham? Bukankah barusan kita melihat sendiri bahwa permainan murid saya jauh lebih baik dari murid anda."
"Baik, berhenti." Guru Meri menengahi.
"Kalian berdua hanya akan memicu pertengkaran lagi." Lanjutnya.
"Sekarang mari kita selesaikan masalah ini."
Ibu Meri berkata dengan bijak. Ia tidak pernah memihak kepada siapapun, profesionalismenya tidak pernah ada orang yang meragukannya.
Sementara mereka sedang berdebat. Acara di aula tetap berjalan tanpa hambatan. Saat ini penampilan terus berlanjut dan tuan edenson Heirgh masih setia ditempatnya tidak bergeming.
"Tuan, apakah anda melihat wanita itu ?" Asisten disebelahnya membuka mulut.
"Tidak."
"Tuan, lihat 4 laki-laki dibawah panggung itu."
Edenson meliriknya dengan enggan.
"Yang kembar adalah anak tuan betrix, dan didepan mereka adalah penerus keluarga Wilson. Mereka putra perusahaan terbesar di kota X. Boss, pernahkah kamu mendengar namanya ?"
__ADS_1
"Tidak."
"Yah Sepertinya mereka tidak cukup kuat untuk anda ingat." Desah asisten. "Pria disamping anak kembar itu juga korban." Lanjutnya.
"benar, hampir melupakannya. Ada satu lagi boss, dia adalah putri bungsu keluarga betrix. Tapi sepertinya dia tidak ada disini."
Asisten menggerakkan matanya ke setiap sudut.
"Jangan terlalu pedulikan dia. Orang-orang sering menggosipkan dia adalah putri yang terabaikan yang suka membuat masalah."
Asisten itu ingat, bagaimanapun 3 raksasa di kota X cukup terkenal di ibukota. Karena itu beberapa berita tentang mereka akan tersebar juga di ibu kota. Selama ini berita yang sering tersebar adalah tentang keluarga wilson dan keluarga betrix beserta putra putri mereka. Terutama putri bungsu keluarga betrix, kegiatannya yang suka membully dan mengejar tuan muda wilson secara membabi buta telah menjadi sorotan. Lama-lama kelamaan berita itu di ikuti dengan nona muda betrix yang diabaikan keluarganya.
"Bos, apakah kita akan mengumpulkan mereka? "
Ada hening sejenak.
"Kembali dulu." Perintahnya dingin.
"Baik, kalau begitu kita akan melihat hasil pengamatan tim lain bos."
Edenson tidak menjawab lagi.
__ADS_1
Saat ini, acara penutupan sudah dimulai.