
"Mana ku tahu, cari saja sendiri."
"Bim, ayolah. Aku akan memberimu hp terbaru."
"Aku sudah memilikinya."
"Sepatu limited edition."
"Bibiku sudah membelinya untukku."
"****. Baiklah motor terbaru keluargaku, yang ini bahkan belum di pasarkan."
"3 hari lagi akan di pasarkan, aku tidak tertarik."
"Lalu apa yang kau inginkan bima sinting ?"
Carles frustasi, bima benar-benar sinting. Seolah kekesalannya adalah candu bagi bima. Dia selalu mempermainkan carles.
"hahahha...Kenapa kau selalu kesal setiap kali berbicara denganku? "
"Karena kau gila." Balas carles dingin.
"Hei. Baiklah, aku ingin tiket VVIP film terbaru selena."
"Film apa? " Tanya Carles.
"Kau tidak tahu? "
Carles berdehem mengiyakan.
"Kau benar-benar tidak update. Film 'The mysterious Castil'. Pokoknya aku ingin VVIP perdana supaya bisa melihat Selena lebih dekat."
"Oke. Tapi kau harus memberikan informasi itu padaku besok, tidak ada penolakkan."
Klik.
Carles mematikan telpon sepihak.
Ia tidak sabar menunggu besok.
-
__ADS_1
Pagi ini di sekolah, bellerie tidur seperti biasa. Beberapa siswa dikelas mulai bergosip.
"Hei apa kau tahu berita terbaru ?"
"Apa ? "
"Carles, juara tak tertandingi selama 3 tahun kemarin dikalahkan."
" Benarkah? "
"Benar, anak-anak yang lain juga membicarakannya. Ini menjadi trending." Sahut seorang siswa yang baru datang.
"Wow. Ini berita yang luar biasa. Carles pasti sangat malu."
"Siapa yang mengalahkannya ? " Tanya yang lain
"Entahlah, wajahnya selalu ditutupi helm. Strategi balapan nya juga unik." Balas siswa yang di tanya.
"Aku juga melihatnya, dia sangat keren." Timpal murid perempuan.
"Kau kesana? " Tanya siswa lain tak percaya.
"Kenapa ? Bukan aku satu-satunya perempuan, lily juga ada disana."
"Aku bersama sepupuku. Kau.. "
"Sudah sudah guru datang." Sela siswa lain.
Dengan begitu, pembelajaran pertama dimulai dengan tertib.
Pemuda itu bolak balik tidak karuan. Ia jengah menunggu. akhirnya hp nya berbunyi.
"Lama sekali." Omelnya.
"Hei. Aku bahkan tidak tidur hanya untuk mencarinya." Protes diseberang tidak terima.
"Katakan." Perintahnya tidak sabar.
Terdengar helaan nafas dari pihak penelpon.
"Plat nomor ini milik Hendrik Calvier. Kau tahu keluarga Calvier ? Mereka adalah keluarga media informasi dan hiburan."
__ADS_1
"Jadi pembalap itu adalah hendrik? "
"Mana kutahu tanya sendiri pada orangnya."
"Beri aku informasi tentangnya."
"Maaf teman itu tugasmu. Sampai jumpa."
Tut....
Carles segera bersiap-siap untuk menemui papa nya dikantor. Mungkin papa nya mengenal keluarga calvier. Sesama pengusaha seharusnya papa banyak tahu tentang rekan dan saingannya kan ?
Memikirkannya carles menambah laju mobil menuju perusahaan.
Brakk...
"Carles kau sepertinya minta dihukum." Geram papa carles emosi, setelah terkejut karena carles mendobrak pintu kantor.
Carles cengengesan, ia tidak bermaksud tidak sopan hanya saja terlalu terburu-buru.
"Pah, aku sudah tahu pembalap itu."
Carles segera angkat bicara. Mengetahui segala jenis hukuman yang biasa ia dapatkan, membuatnya meringis. Ia tidak mau mengalaminya lagi.
"Siapa ? "
"Plat nomor motornya milik Hendrik Calvier. Kemungkinan dialah orangnya."
"Setau papa Hendrik berada diluar negeri."
"Benarkah? "
"Mungkin dia sedang cuti ke kota,pa." Sambung Carles.
"Kalau begitu, temuilah dia."
"Tapi carles tidak tahu apa-apa tentangnya pa."
"Nanti papa kirim biografinya."
"Baik pah."
__ADS_1
Sudah aku duga, pembalap itu dari luar negeri. Tidak mungkin ada orang yang mengalahkanku di kota X ini, fikir carles bangga.