Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Menyimpan Kerikil Sembarangan


__ADS_3

"Permisi nona ini, saya akan memeriksa ruang disebelah."


Elle melirik orang yang bertanya dengan malas.


"Periksa sendiri."


"Anda menghalangi jalan saya."


"Oh."


Elle agak menyingkir kesamping si pencari.


Saat penjaga itu akan melewatinya tiba-tiba kakinya terpleset, sedetik kemudian wajahnya mencium lantai dengan sempurna.


"Puftt..." Teman dibelakangnya tertawa.


"Apa yang kamu lakukan dengan tengkurap ? "


Pria yang tengkurap, "...."


"Matamu buta, aku terjatuh." Katanya geram.


Teman yang dibelakang menghargai wajahnya, bibirnya berkedut-kedut menahan senyum.


Pria yang terjatuh telah berdiri, ia menatap kaki elle yang sama sekali tidak bergerak. Sepertinya ia terjatuh bukan karena kaki nona ini. Lalu matanya menelusuri setiap lantai, ia menemukan benda bulat aneh.


"Apa ini ? " Tanyanya.


"Kamu buta, jelas ini adalah kerikil." Teman yang dibelakang mencibir dengan membalikkan kata-katanya.


"Aku tahu, maksudku siapa yang membawa kerikil sebesar kepalan tangan bayi kesini ? "


Keduanya cukup curiga, mereka melirik elle yang masih acuh tak acuh dengan harmonika. Tidak ada yang lain disini, selain nona muda ini siapa lagi yang bisa meletakkan kerikil ditempat ini ?


"Nona, anda jangan sembarangan membawa dan meletakkan kerikil. Tahukah kamu itu berbahaya."

__ADS_1


Elle yang membawa kerikil, " ? "


"Nona, apa anda sengaja agar teman saya terjatuh ?"


"Tidak." Elle memutar matanya ke arah si pria yang bertanya.


"Kalau begitu nona kenapa kerikil ini ada didepan teman saya? "


Elle tidak menjawab.


"Nona, sebaiknya anda jangan main-main dengan saya. Saya adalah penjaga tang yelah mengikuti pelatihan khusus selama bertahun-tahun."


Implikasinya adalah, apakah anda berani menyinggung saya ?


"Saya tidak membawa kerikil." Jawab Elle malas.


"Nona, anda jangan berbohong. Tidak ada orang lain disini. Anda satu-satunya orang dari awal sampai akhir."


"Nona akui saja, mungkin teman saya akan memaafkan anda. Saya khawatir dengan sekolah anda kedepannya. Jika salah satu tulangmu patah, bagaimana kamu akan pergi belajar ?"


Elle malas menghadapi dua neurosis ini. Bagaimana dia bisa meletakkan kerikil disembarang tempat, bukankah mereka melihat sedari tadi tangannya bermain-main dengan harmonika ?


"Saya tidak membawa kerikil."


"Nona, kamu..."


"Hei, kenapa kalian berdua diam saja ? Sudahkah kalian memeriksa semua tempat? "


"Bos, nona ini meletakkan kerikil sembarangan. Saya terpleset, lihat jidat saya bos. Ini memar."


Si pria memperlihatkan kerikil sebesar kepalan tangan bayi ke pada bosnya.


"Bagaimana bisa wanita muda ini membawa kerikil ke toko musik ? Apakah dia sedang menahan buang air besar ? "


Elle yang sedang menahan buang air besar, "..."

__ADS_1


"Iya, mungkin benar yang dikatakan bos. Dia sedang menahan buang air besar, makanya dia menggenggam kerikil. Lalu karena terkejut dengan kedatangan kita, kerikilnya tidak sengaja jatuh."


"Apa hubungannya dengan kerikil ? Di toko ini ada toilet." Si pria yang dahinya mebiru menunjuk ke ruang disamping rak. Ruangan itu toilet yang akan di periksanya.


"Benar katamu. Nona, daripada menyimpan kerikil kenapa tidak pergi ke toilet ?"


Elle, "..."


Tiga neurosis ini sedang membuat drama.


Elle mengalihkan pandangannya ke ruang yang ditunjuk, ia mengerutkan kening sebentar lalu menatap dua pria didepannya dengan santai.


"Ada kotoran yang menumpuk di dalam."


"Hih. Benarkah ? Itu menjijikkan, toko ini sangat jorok."


"Pantas saja nona ini lebih memilih menahan buang air besar daripada ke toilet. Teman, mari kita lupakan kejadian barusan, nona ini juga tidak disengaja apalagi dia sedang menahan buang air besar." Untuk kalimat terakhir, penjaga itu memelankan suaranya.


"Baiklah. Melihat dari tubuhmu yang kurus, kulitmu yang halus, kamu pasti anak yang dimanjakan orang tua. Kamu tidak akan mampu menahan sedikit rasa sakit."


Pria yang dahinya memar prihatin. Anak-anak perempuan zaman sekarang banyak yang tidak bisa melakukan apapun selain berdandan. Ia memiliki keponakan perempuan yang berusia awal dua puluhan, dia selalu memanjakkan dirinya dengan pergi ke salon dan bermulut besar. Namun saat terjatuh karena memakai sepatu hak tinggi ia menangis dua hari dua malam. Seluruh keluarga dibuat autis melihatnya.


Memikirkan kejadian keponakkannya yang juga kurus dan halus, ia merasa tidak tega melihat wanita muda didepannya. Apalagi yang ini terlihat jauh lebih muda dan lebih cantik dari keponakannya, mungkin dia akan menangis tiga hari tiga malam.


"Baiklah nona, saya tidak akan memperhitungkanmu."


"Bagus, kalau begitu ayo kembali." Balas teman penjaga.


"Tapi ruangan itu belum diperiksa."


"Tidakkah kamu dengar apa yang dikatakan nona tadi ? Ada kotoran menumpuk disana, itu menjijikkan siapa yang mau masuk kedalam ? Jangan lihat, aku tidak mau."


"Aku juga tidak mau. Kalau begitu ayo kembali saja."


Semua pria yang berpakaian hitam pergi keluar toko musik dengan kesal. Sejauh ini mereka belum mencari target. Kemana dia bersembunyi ? Mereka semua menduga mungkin ada di toko sebelahnya.

__ADS_1


__ADS_2