Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Akan Lebih baik Jika Rain Tidak Bersama Selena


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang jinyi diam-diam selalu melirik elle. Ia merasa ellenya ini luar biasa. Benar-bebar jenius. Bagaimana tidak? Jelas syarat yang dikatakan elle barusan adalah sesuatu yang menjepit tuan lane.


Jinyi tidak bisa memungkiri bahwa tuan lane memang sedikit licik. Jika carles saja yang memenangkan juara pertama pertandingan nasional 3 tahun berturut-turut kalah oleh elle, lalu bagaimana dengan yang lain? Tapi tuan lane masih menggunakan alasan pendatang baru untuk menunda kontrak.


Apa mungkin tuan lane bisa meramal bahwa jika tidak ada elle, tahun ini carles akan tetap kalah di pertandingan nasional oleh pendatang baru yang lain ?


Omong kosong macam apa itu? Jinyi tidak yakin. Karena sekarang adalah zaman modern, bagaimana mungkin ada seseorang yang bisa meramal masa depan?


Memikirkan ini jinyi menggeleng. Mungkin untuk menjadi pebisnis besar harus seperti tuan lane. Jinyi teringat ayahnya. Ia tidak tahu apakah papa juga seperti tuan lane? Jinyi belum membantu perusahaan, sehingga ia belum mengetahui banyak tentang bisnis keluarga.


"Elle, kalau kamu akan berlatih dengan carles hubungi aku. Aku ingin menonton."


Mobil jinyi sampai di depan gerbang mansion betrix. Elle melihat jinyi kemudian mengangguk. Setelahnya ia keluar dari mobil.


"Elle sampai jumpa."


"Terima kasih."


"Bukan masalah elle."


Jinyi melambai pada elle. Mobilnya berlalu meninggalkan kompleks.


"Nona, mari kita bersiap-siap."


Eri menyambut elle di depan pintu. Ia melihat seorang perempuan mengantar nona muda. Eri senang, akhirnya nona muda punya teman. Selama ini eri selalu memandang nona dengan iba. Eri faham, nona elle membuat banyak masalah karena kesepian. Eri selalu disamping elle, dia tidak bisa membenci nona mudanya.


Seusai berias elle melihat andreas, rain, frian dan brian menunggu di ruang tamu. Elle tidak memakai make up berlebihan, tapi sangat cantik. Elle terlihat seperti seorang model. Tubuhnya yang tinggi, pinggang ramping dan kulit pucat putih. Elle melambangkan kecantikkan masa kini.


"Elle, ayo pergi bersama."


Andreas berucap dengan kelembutan.


Elle tidak berbicara, ia menganggukkan kepala sekali.


Elle melihat rain, wajahnya murung. Sinar dimata rain padam seolah ia telah kehilangan kehidupan. Pandangan rain yang mengarah ke mobil begitu kosong. Mungkin rain berfikir, kebahagiaan tidak akan pernah ia dapatkan. Setelah kesakitan dimasa lalu, kini ia harus menghadapi badai yang lain. Untuk menjadi tumbal orang lain. Pantas sedari tadi rain tidak melirik elle dan adik kembarnya sedetikpun.


Rupanya rain merasa dikorbankan untuk kebahagiaan keluarganya.


Elle tidak melihat rain lagi, ia mengalihkan muka untuk mengawasi lalu lalang kendaraan yang ramai.


Wartawan telah menyambut dari sisi kanan dan kiri. Menyisakan pertengahan jalan untuk dilalui keluarga betrix.


Blitz kamera berulang kali menyilaukan mata elle. Ia kurang suka pemandangan seperti ini. Terlalu dekat untuk di bidik, ia mempercepat langkah menuju ruang acara.


"Elle, ayo kita duduk disana."


Brian menunjuk kursi bagian terdepan. Kursi untuk keluarga calon tunangan. Elle tidak membalas, ia melangkah menuju kursi di ikuti frian dan brian.


"Elle, apa kamu mau makan sesuatu? "

__ADS_1


"Tidak."


Elle berkata tanpa mengalihkan pandangan dari panggung.


"Baiklah."


Elle mendengar dengan malas apa saja yang dikatakan mc. Ia sama sekali tidak tertarik dengan pidato keluarga caroline. Saat ini elle merasa sedang membuang banyaj waktu dengan mendengarkan omong kosong.


"Elle, apa kamu kedinginan? Pakailah jaketku."


Brian mencoba melepaskan jaketnya.


"Tidak." Elle membalas dengan malas.


Lalu ia melihat selena menaiki panggung, disusul kaka pertama bellerie, rain. Elle melihat wajah selena, jadi itu aktris yang dikagumi bellerie asli. Artis yang sedang naik daun dan calon kakak iparnya.


Elle akui selena cukup cantik, tapi tidak secantik bellerie yang masih SMA. Elle melihat make up yang agak tebal pada selena. Itu mengingatkan pada tingkah bellerie dulu.


Memandang ini, elle seperti diberi pertunjukkan drama. Yang satu terlihat antusias, yang lain begitu jelek ekspresinya.


"Brian, dia calon kakak ipar kita? " Frian bertanya.


"Ya."


"Dia seperti bellerie dulu. Make up nya tebal. Pakaiannya juga agak... terbuka."


Frian memandang brian dengan ekspresi aneh.


Pertunangan telah selesai berlangsung. Kini elle sedang meminum jus di depan meja yang penuh makanan. Elle duduk seorang diri, acuh dengan keadaan frian dan brian yang entah kemana. Ia melihat rain yang diseret kesana kemari oleh selena. Ekspresi rain benar-benar tertekan.


Haruskah elle tersenyum atau turut berduka cita ? Sebenarnya ia tidak perlu perduli. Siapa yang akan mencegah selena ketika keluarga betrix saja berharap banyak pada pertunangan ini ? Elle tahu resiko yang harus dihadapi rain.


Setelah melihat beberapa kali lagi elle sudah memutuskan, ia turut berduka untuk rain. Namun raut elle selalu datar, sehingga orang-orang tidak tahu apa yang difikirkannya.


"Hei bellerie."


Bellerie menoleh, ia mendengus pelan. Siapapun tidak bisa mendengarnya.


"Bellerie, apakah kamu tahu dimana brian dan frian? "


"Tidak." Balas bellerie acuh.


"Oh, aku kira kamu mengetahuinya. Ayo reksi kita cari ketempat lain."


Jack meninggalkan bellerie .


Pertunangan antara rain betrix dan selena bukanlah pertunangan biasa. Ini ikatan antara penerus keluarga raksasa dan artis besar. Tentu saja orang-orang golongan atas akan ikut memeriahkan acara. Mungkin, keluarga wilson yang selalu bersaing dengan betrix juga hadir. Melihat reksi malam ini berarti keluarganya juga datang..


Tidak sengaja pandangan elle menangkap seorang pria setengah baya yang tengah berbincang-bincang dengan seorang laki-laki muda. Ini tidak aneh. Tapi yang anehnya adalah kenapa pemuda itu memakai pakaian yang murah? Siapapun bisa mengetahuinya dari warna pakaian yang hampir pudar seluruhnya.

__ADS_1


Pemuda tersebut tidak memakai seragam pelayan, juga bukan security. Elle berfikir tidak mungkin dia seorang asisten, lihatlah pria baya didepannya adalah seorang dengan jas hitam halus yang terlihat mewah dan wine ditangannya. Pasti dia adalah salah satu pengusaha besar. Elle tidak tahu siapa pria itu, karena posisinya membelakangi elle.


Mengingat latar belakang keluarga selena dan rain, seharusnya tidak ada tamu yang berasal dari menengah kebawah.


Pemandangan itu sedikit mengganggu benak elle. Tapi tiba-tiba ia punya pemikiran lain, mungkin saja pemuda itu adalah pelayan yang sedang cuti. Datang kemari atas perintah tuannya untuk suatu urusan. Hanya alasan ini yang masuk akal. Fikir bellerie.


"Kamu pasti bellerie."


Elle mendongak ia melihat dua pasang mata yang sedang menatapnya. Elle memang mendengar langkah kaki yang mendekat tapi matanya fokus pada dua pria di pojok tadi. Ia tidak menyangka bahwa yang menghampirinya adalah selena dan entahlah siapa perempuan disamping selena. Elle tidak melihat rain di sekitar selena.


"Ya."


Elle menjawab dengan raut biasa-biasa saja.


"Dimana kaka kembarmu? "


"Tidak tahu." Balas Elle malas.


"Aku kesini hanya untuk menyapa calon adik ipar." Balas selena dengan nada bicara angkuh.


"Kaka apa kau tidak mengenal dia? "


Seorang disampingnya bertanya.


"Tahu. Dia bellerie, adik rain."


"Maksudku bukan itu. Dia bellerie Siswa SMA Harapan Bangsa Kota X."


"Lalu apa hubungannya denganku ?"


"Kaka, dia orang yang sering aku ceritakan. Dia terkenal suka membully di sekolah juga mengejar-ngejar cinta tuan muda wilson tanpa tahu malu."


Perempuan disamping selena berbisik di telinganya. Sayang suaranya masih terdengar oleh telinga elle yang tajam.


Setelah mendengar bisikkan ini, selena menatap elle dengan sinis.


"Bellerie, kamu harus mulai bersikap baik karena kita akan jadi keluarga. Aku tidak mau disebut sebagai kakak ipar yang tidak bisa mendidik adik iparnya."


"Juga jagalah sepupuku ini disekolah."


Selena berbicara dengan enteng seolah dia telah bertindak benar. Selena yang melihat elle santai sedikit geram.


"Bellerie, kau tidak mendengarkan kaka iparmu? "


Selena menekan ucapannya, Mungkin jika para tamu sudah pergi ia akan berteriak didepan elle. Saat ini ia menahan diri.


"Aku mendengarmu."


Elle menjawab dengan tenang, lalu ia meminum jus dengan elegan.

__ADS_1


Melihat respon bellerie, selena semakin marah. Walau begitu ia pergi tanpa mengucapkan sepatah kata lagi.


Elle menangkap semua tindakkan selena. Tiba-tiba elle merasa akan lebih baik jika rain tidak menikah dengan orang seperti itu.


__ADS_2