Wanita Terkuat Di Dunia Novel

Wanita Terkuat Di Dunia Novel
Wilson Brengsek


__ADS_3

Elle sudah berlatih 3 kali selama seminggu ini. Setiap latihan ia selalu bersama carles. Tidak ada yang tahu, karena elle meminta untuk merahasiakannya sampai pertandingan selesai.


Sekarang elle tengah bersantai di ruang tamu. Ini adalah kali pertama elle menonton tv sejak memasuki dunia novel. Masih ada satu jam lagi untuk latihan fisik, ia memutuskan untuk menunggu di sofa.


Brakk


Pintu dibuka secara kasar. Tak lama pelaku segera muncul dengan langkah besar. Elle tidak was-was karena ia mengetahui orang itu. Dia adalah rain.


Elle mengernyit, dibelakang rain andreas mengikuti. Penampilannya acak-acakkan. Rambut andreas berantakkan, dasi yang dilonggarkan miring ke samping dan kemeja putih yang keluar sebelah.


Ada apa dengan mereka ? Fikir bellerie.


Dari arah dapur yeye berjalan sedikit tergesa-gesa dengan segelas air ditangannya. Sebelum yeye menaiki anak tangga bellerie memanggil. Ia urungkan, dan menghampiri elle di sofa.


"Apa yang terjadi? "


"Nona, tuan kehilangan kerjasama sebesar 1 miliar. Ini semua gara-gara tuan wilson. Sehari sebelum meeting, tuan wilson mengumumkan proposalnya. Proposal yang sama dengan tuan andreas." Entah dorongan darimana yeye menceritakan dengan menggebu-gebu kepada elle.


"Dia mencurinya? "


"Kami juga berpendapat demikian nona. Tapi ini aneh, darimana tuan wilson mendapatkan salinannya ? "


"Tuan sudah menghabiskan 2 minggu untuk proposal ini. Kasihan tuan andreas."


Yeye melanjutkan dengan raut wajah sedih.


"Kalau begitu saya akan menenangkan tuan dulu."


Yeye pergi menuju ruang kerja andreas. Yeye sudah lama bekerja dengan andreas, ia tahu kebiasaan dan kemana andreas pergi ketika gagal berbisnis.


Bahkan untuk masalah andreas dengan keluarga kecilnya saja yeye tahu. Yeye bekerja berpuluh-puluh tahun untuknya. Wajar, yeye tahu cara mengatasi andreas yang sedang marah besar.


Elle ingat, kemarin tuan wilson mengumumkan tentang rencana proyek yang akan dibuat dengan pihak dari luar kota. Mungkin itu adalah proposal andreas yang disabotase.


Elle tidak terkejut, ia sudah sering melihat pebisnis saling mencuri dokumen rahasia atau mensabotase proyek yang dijalankan. Di kehidupannya dulu, elle sering melihat berita pengusaha satu yang mencoba menjatuhkan reputasi pengusaha lain dengan berbagai cara. Jadi hal seperti ini tidak aneh bagi elle.


Elle berkedip pelan, ujian yang dialami betrix tidak ada apa-apa nya dibandingkan kejadian yang dialami orang tua arisa. Pengalaman rain bahkan tidak setengahnya dari pengalaman kaka pertama arisa. Ia ingat bagaimana kedua orang tuanya merangkak susah payah untuk mengembalikkan saham perusahaan yang anjlok.


Ia juga melihat kaka pertama kelimpungan mengembalikan reputasi perusahaan. Mereka sangat sibuk dengan urusan perusahaan, sehingga benar-benar melupakan Dean dan Arisa.


Mengingat ini, elle diliputi aura menyendiri. Matanya memandang sepi ke arah televisi. Elle merasakan kehampaan.


Ting!


Suara pesan membuyarkan lamunan elle. Ia segera membuka room chat.


Carles : Elle, besok kita akan latihan lagi.


Bellerie : Ya.


Ting!

__ADS_1


Satu pesan lain masuk mengurungkan niat elle untuk latihan.


"Elle, aku dengar keluargamu gagal mendapatkan kontrak 1 miliar."


Elle tidak berminat membalas.


Ting!


Lagi, pesan masuk. Ternyata dari orang yang sama, Jinyi Calvier.


Jinyi : Elle, apa kamu baik-baik saja ? Maksudku setelah ini keluargamu tidak punya kesempatan untuk memutuskan pertunangan dengan selena. Aku tahu kamu juga tidak menyukai selena.


Bellerie : Baik.


Setelahnya elle bergegas, menuju halaman belakang.


"Wilson brengsek sudah mulai berani dia melawan terang-terangan."


Andreas sangat marah saat ini. Nadanya suaranya sangat datar .


"Tenanglah tuan. Anda minum dulu. Kita akan memikirkan cara mengungkap kebusukkannya."


Yeye menaruh gelas hati-hati diatas meja.


Andreas meminumnya sekali teguk ia melempar asal gelas yang kosong itu.


Prang!


Gelas itu mengenai dinding. Pecahan kaca disekitarnya berhamburan.


"Selamat malam tuan."


"Bagaimana? "


"Tuan, sebagian rekaman cctv telah di hapus. Saya belum menemukan jejak yang lain. Sepertinya pelaku sudah mencuri jauh hari sebelum tuan wilson memberitakan."


"Ini hari kedua dan kau belum juga menemukan pelakunya ? Tidak becus."


Andreas membentak janson, lalu mematikan sambungan telpon sepihak.


"Tuan tenang, masih ada pertandingan nasional. Kita masih punya kesempatan untuk mendapatkan suntikan dana. Sekarang mari kita siapkan untuk pertandingan nasional."


"Kita selalu kalah."


Andreas menjawab dengan aura dingin yang menguar di seisi ruangan.


Yeye mengusap tengkuknya, tapi ia tetap melanjutkan berbicara.


"Tuan, saya dengar ada pembalap baru yang mengalahkan tuan muda carles. Jika kita bisa menyewanya peluang untuk menang semakin besar."


"Siapa? " Andreas melirik yeye dengan ekor matanya.

__ADS_1


"Sejauh ini belum ada yang mengetahui identitasnya."


Yeye melihat andreas termenung. Ia tidak berminat untuk segera menanggapi ucapannya. Memahami ini, yeye mencoba mengatakan alternatif lain.


"Tuan, meskipun kita gagal lagi setidaknya jika pembalap kita menduduki peringkat kedua atau ketiga. Beberapa investor menengah atas masih bisa mempertimbangkan saham perusahaan."


Yeye melirik andreas, amarahnya sedikit reda. Aura dingin yang menguar perlahan menguap ditelan AC. Atmosfer kembali hangat seperti sebelumnya, hanya udara AC yang memberi sedikit sensasi dingin. Dengan ini, yeye menghela nafas lega.


"Cari pembalap itu." Andreas menyahut.


"Baik tuan."


Segera yeye meninggalkan andreas sendiri di ruangannya. Tak lupa ia memanggil 2 pelayan untuk berjaga di luar pintu. Apabila andreas telah keluar, mereka akan membersihkan kekacauan di ruang kerja.


"Yeye, ada apa? "


Brian dan frian tiba-tiba muncul dari belakang yeye. Yeye yang akan pergi ke kamar terhenti.


Ia bingung harus menjawab apa. Kepada bellerie barusan yeye berkata jujur karena yeye merasakan tekanan dari aura nona elle sehingga yeye percaya dan mengatakan semuanya. Meski dalam keadaan tergesa-gesa, secara sadar yeye telah berucap.


Bebeda dengan tuan muda kembar, yeye merasa seperti bertemu dengan anak muda pada umumnya. Remaja yang hanya tahu menerima uang, anak-anak yang tidak seharusnya memikirkan masalah keluarga. Yeye fikir tuan muda kembar seharusnya fokus sekolah. Tanggung jawab perusahaan adalah milik tuan andreas.


Namun yeye masih bertanya-tanya, lalau kenapa tadi ia berbicara pada nona elle?


Yeye sudah memutuskan untuk berbohong.


"Tidak ada apa-apa tuan muda."


Yeye tersenyum hangat seperti seorang kakek yang memberitahu cucu.


"Aku mendengar suara barang pecah dari ruang kerja papa."


Frian mengungkapkan kejanggalannya.


"Tidak mungkin tidak ada apa-apa bukan? "


Sambungnya sembari memicingkan mata, curiga.


"Tuan hanya kelelahan. Maaf tuan muda saya akan mengerjakan suatu urusan."


Setelahnya yeye pergi meninggalkan frian dan brian.


"Haruskah kita menemui papa? "


"Tidak usah." Brian menjawab. Ia berfikir kalau andreas sedang marah tidak seharusnya mereka menemuinya.


"Kenapa? Aku penasaran apa yang terjadi."


Brian tidak menjawab, ia melihat jam tangan pukul 21.30, lantas brian bergegas menuju pintu keluar.


"Brian kau akan kemana? "

__ADS_1


"Melihat elle."


Frian ber oh dalam hati. Ia tidak tertarik mengikuti brian. Frian lebih memilih menuju kamar.


__ADS_2